Sunday, December 27, 2015

Suka-Suka Gue 2

"Bukan mengurusi hidup orang lain, tapi kita punya kewajiban untuk mengingatkan."
Silahkan berkaca pada diri sendiri dulu, sudah dilaksanakan belum???


Itulah pentingnya Dakwah Fardhiyah, ada sebab kenapa orang lain tidak mau mendengakan kita, betul kan?

Belajar Memasak

Dok. Pribadi
Masak? Jangan ditanya saya bisa atau engga hahahaha. Kadang kasihan sama Abi, masakan istrinya ancurrrrr, wkwkwk.
Sering banget denger cerita teman yang eksperimen berbagai macam masakan, bumbu ini bumbu itu, masak ini masak itu. Akhirnya baru minggu akhir-akhir ini bisa kesampean belajar masak dengan cukup sungguh-sungguh hahaha.

Ceritanya saya kepingin nangka, udah lama banget. Hari ini beli di pasar, 2 Kg, sama kulit-kulitnya harganya kalau ga 10.000 atau 15.000. Biji nangka juga bisa dimasak, jadi sayang kalau saya buang. Saya coba bikin bumbu sayur lodeh. Campurannya tidak banyak, hanya biji nangka, kacang panjang, dan tempe, cabe gila sebagai pelengkap untuk memeriahkan warna masakan hahaha. 

Kalau lihat di internet bumbunya memang tidak semua sama, bergantung sesuai selera. Bumbu yang saya pakai, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, semuanya dihaluskan bersama cabe merah. Lalu bumbu lainnya adalah daun salam, lengkuas, gula, garam, dan tidak lupa santan.


Dok. Pribadi
Bakwan, kayaknya saya sering banget buat bakwan ini. Memang gorengan bukan makanan sehat, tapi ini biasanya saya manfaatkan untuk mengganjal perut hahaha.

Dok. Pribadi
Bumbu bakwan yang biasanya saya gunakan itu bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan garam. Untuk tepungnya biasanya saya pakai tepung terigu Lencana Merah, katanya ini termasuk tepung berprotein rendah. Kalau tepung berprotein tinggi biasanya untuk roti. Kadang tepungnya suka saya campur sama Tepung Bumbu Sasa (TBS) khusus untuk bakwan. Dan saya tidak lagi menambahkan garam jika menggunakan campuran dengan TBS. Biasanya saya membuat adonan untuk kurang lebih 3 hari, supaya lebih efisien dan efektif, soalnya saya suka males motong-motong sayurannya hahaha. Tapi tentunya tidak boleh dibiarkan terlalu lama, karena rasanya bisa berubah meskipun disimpan dalam kulkas.

Dok. Pribadi
Kalau yang ini ceritanya adalah ampela hahaha, saya nyobain mau buat ampela goreng. Tapi saya ga yakin bumbunya. Masakan yang lain juga saya ga ada yang yakin sebenernya hahahaha. Untuk bumbu ampela saya coba, bawang merah, bawang putih, lada, kemiri, ketumbar, jahe, kunyit, dan garam.

Meskipun masakan saya ancur dan ga enak, Abii tetap makan, soalnya laper hahahahaha, engga juga deng, Abi selalu meyakinkan masakan saya enak, tapi kalau kurang garam, terlalu lembek, belum matang, dan kekurangan lainnya, beliau selalu jujur :*


Saturday, December 26, 2015

Hmm... @#$%^&*(

Mungkin pada akhirnya, kita yang lebih nyaman memakai hijab biasa akan mendapat predikat "terlalu kaku", "sok" shalihah, dan "menjudge" pengguna hijab kekinian bahwa mereka merasa dianggap kurang "syar'i".

Bosen banget nulis masalah ini, hahaha

Habisnya ini gara-gara kemarin baca artikel yang di share teman, sama melihat rata-rata yang dulu pada pakai hijab biasa, sekarang menjadi lebih kekinian hahaha.

Kemarin habis diskusi sama Mei, dia bilang begini, "Yang sederhana yang utama. Tapi kalo dengan 'yang ada' sekarang bisa mengantarkan orang ke yg lebih syar'i dari sebelumnya, why not?"

Betul, sepertinya ini karena "cara dakwah" menjadikan pemahaman berbeda bagi beberapa orang. Sebelumnya Mei berkata, "Semakin dalam pemahaman seseorang, semakin mudah dia menerima kebenaran. Soal jilbab syar'i mah udah jelas jawabannya, proses ngasih taunya aja yg macem2. Makanya dalam fiqh dakwah dikenal istilah Dakwah Fardhiyah, karena setiap orang punya cara pendekatan masing2".

Apa itu Dakwah Fardhiyah?
Adalah dakwah dengan pendekatan pribadi/personal kepada objek dakwah. Diambil dari sumber internet yang mengutip pada buku 7 Tahapan Dakwah Fardhiyah karya Syaikh Mustafa Mansur, berikut ini merupakan tahapan-tahapan dari dakwah tersebut.

1. Membina hubungan yang baik dengan objek dakwah
2. Membangkitkan iman yang mengendap dalam jiwa
3. Membantu memperbaiki keadaan dirinya dengan ibadah-ibadah yang diwajibkan
4. Menjelaskan tentang kesyumulan ibadah, bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual-ritual shalat, puasa, zakat, dan haji saja.
5. Menjelaskan kewajiban berdakwah kepada sesama muslim. Bahwa keberagamaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman kita sendiri.
6. Menjelaskan bahwa kewajiban diatas tidak mungkin dilaksanakan secara individu (infiradhi) tetapi harus dilaksanakan secara kolektif dan berjamaah
7. Menjelaskan jamaah-jamaah islam yang layak dijadikan tempat ia berjuang menegakkan islam ini.

"Membina hubungan yang baik dengan objek dakwah", dari proses ini kita akan mengetahui sifat-sifatnya, apa permasalahannya, sehingga tahu bagaimana harus mengarahkannya, kurang lebih seperti itu.

Waktu itu ada seorang kakak kelas, saya lupa dia ini anggota LDK kampus atau bukan. Dia bertanya sama teman yang menjual khimar polos segiempat, dia bertanya soal pasmina, menurut teman saya begini, "Aku masih belum nyaman dan sepakat dg pasmina, rasanyaa lebih sederhana lebih nyaman", lalu si kakak itu bilang begini, "Yg d cari kan syar'i nya, toh selama pake pasmina masih bisa syar'i knp gak".

Terus, waktu itu, saya nanya ke kakak kelas waktu smk, soal hijab motif, karena saya belum mau memakai hijab motif sebab merasa menjadi terlihat mencolok. Habis itu kata dia, kalau ga salah asal motifnya tidak ramai tidak masalah. Dia tanya kenapa saya tidak mau pakai hijab motif, saya jawab takut banyak mudharat bagi yang memandang. Dia bilang, "Yang penting menutup dada".

Masalah hijab ini, syarat-syaratnya jelas, tapi istilah "sederhana" ternyata jadi relatif seiring berlalunya waktu ya... hahahah

Allahua'lam, apapun hijabnya semoga niatnya benar.

Tuesday, December 15, 2015

Selamat Jalan Ka Bunga~

Dok. Pribadi | Camera: Samsung | Edit: Camera360 Sight
Ka Bunga, senior saya di kantor dan juga senior saya di Smakbo. Orangnya ceria, cerdas, dan selalu positif. Saya tergolong introvert dan sulit membuka diri di awal-awal waktu masuk kerja. Keinginan untuk tidak bekerja sangat kuat, hahahaha. Berkaitan dengan pekerjaan saya sebagai staff RND, Ka Bunga memanggil saya ke ruang meeting, dan kami pun berbicara.

Dia bilang, cari alasan kuat apa yang bisa membuat kamu bertahan. Karena waktu itu Abi udah niat mau nikahin aku, ceelah wkwk, aku bilang, aku bekerja karena akhir tahun 2015 mau menikah.

Dan, akhirnya saya bertahan hingga saat ini hahaha. Alhamdulillah lingkungan kantor yang sangat menyenangkan membuat saya betah. Kami semua bekerja dengan sersan, santai tapi serius.

Ka Bunga juga yang mengajari saya dan memberi tips untuk menjawab pertanyaan dari auditor saat di audit.

Sekarang Ka Bunga sudah resign dari kantor. Selamat jalan Ka Bunga, sukses terus ya...
Terima kasih atas semangat positif dan bantuannya selama ini...

Monday, December 14, 2015

Mencoba Menjual Makanan

Dok. Pribadi
Ternyata berdagang itu sulit ya. Pantas ada yang bilang lebih baik fokus pada satu jenis dagangan. Agar dapat mendalami seluk beluknya dengan baik. Ceritanya saya lagi mau mencoba untuk menjual makanan, supaya dapat ilmu baru. Saya memilih camilan sehat gandum goreng. Selain gurih dan enak, produk ini diproduksi tanpa bahan pengawet. Dan jangan bayangkan rasanya seperti roti gandum, karena memang berbeda rasanya.

Saat saya promosi, ada tanggapan dari pembeli yang belum pernah saya dengar selama saya berjualan.

"Tester kakaaa"
"Tester doongg"
"Yah not, anakku belum suka camilan gandum"
"Waah...inot...maapin...ibu aku ga tahan mamam gandum...ini lg kumat perutnya...gara2 roti"

Tidak tahu kenapa dua komentar terakhir membuat saya tergelitik sekaligus kebingungan hahahah. Yaudah, akhirnya saya jawab "Iya, gpp, aku nawarin ibunya ko, bukan anaknya", dan "Iya nawarinnya ke *** ko, bukan ke ibunya". Hahaha, sebenarnya saya paham maksudnya. Mereka ini tipe orang yang memikirkan orang lain, untuk anaknya dan ibunya. Jadi lebih enak kalau selain dirinya, keluarga yang lain juga ikut makan.

Padahal kalau minta tester seperti dua komentar pertama, beneran saya kasih lho! Hihihi



Sunday, December 13, 2015

Mengumpulkan Aset Usaha



Alhamdulillah, ya Allah terima kasih banyak, akhirnya kebeli juga laptop buat aset. Dengan laptop ini saya mau belajar desain grafis, menulis dan lainnya untuk menunjang usaha saya. Semoga dikehendaki Allah, aamiin Allahumma aamiin.

Hari minggu kemarin saya ke SDC (Summarecon Digital Center) Serpong sama suami. Belum banyak yang terisi disana. Ada bermacam-macan gadget dan laptop. Karena tujuannya membeli laptop, kami lihat-lihat merek Asus, Acer, Lenovo, dan HP, sayangnya saya cari-cari Axioo belum ada yang jual. Harganya mahal, terlebih lagi laptop dengan prosesor intel i3, i5, dan i7. Ketiganya prosesor terbaru dan sepertinya performance-nya juga bagus.

Karena kita cuma punya budget yang terbatas, kami pun memutuskan untuk membeli laptop Lenovo dengan prosesor AMD A8. Menurut penjual performance AMD 8 satu tingkat diatas i3, namun masih dibawah i5. 

Operating System Windows yang asli ternyata harganya 1,5 juta, dan itu belum ke beli, hahaha
Semoga dilain kesempatan ada rezeki untuk membelinya, aamiin.


Friday, December 11, 2015

Merasa Kosong

Dok. Pribadi
Pernahkah kamu merasa kosong? Kadang bingung harus berbuat apa terhadap hidup ini...

Thursday, December 10, 2015

Teguran Mimpi

Pagi tadi gw amat sangat ngantuk, badan juga agak panas, karena sepertinya memang kurang sehat. Alhasil gw pun tidur kembali setelah shalat subuh.

Gw bermimpi. Di mimpi itu terlihat ada banyak orang mengantri, menunggu untuk bersalaman dengan seseorang. Disitu ternyata ada Mba Tuti sama anaknya yang udah gede, Faza. Padahal aslinya anaknya masih balita. Pas gw tanya, katanya itu Syaik As Sudais. Mba Tuti sama Faza mau minta didoain sama Syaikh As Sudais.

Karena Syaikh As Sudais orang soleh, penghapal Alquran, maka gw juga mau minta didoain sama beliau. Tapi kata Mba Tuti, mereka dapet tiket buat ngantri itu sejak dari kecil. Gw bingung, tp gw tetep berdiri diantrian itu.

Ternyata Syaikh melihat gw, dan tetiba beliau nanya, "Kamu ngapain nganggur?"
Karena merasa ga nganggur gw pun jawab, "Saya ngga nganggur kok"

"Nganggur ibadah," kata beliau melanjutkan.

Dimimpi itu gw terduduk lemes dan mikir, iya ya gw kurang ibadah. Ga lama setelah itu gw kebangun. Suami gw pun ngedatengin gw. Gw nanya gimana perawakan Syaikh As Sudais sebenarnya. Kata suami gw orangnya besar putih, mungkin karena badannya besar, beliau kliatan agak gendut. Akhirnya gw searching, ternyata perawakannya beda jauh sama yang ada di mimpi gw.

Terlepas itu mimpi dari Allah atau bukan, setidaknya gw jadi mikir dan ambil sisi positifnya. Iya, gw emang kurang ibadahnya, Gw masih ditegur lewat cara yang lembut, yaitu lewat mimpi. Alhamdulillah, semoga gw jadi lebih baik kedepannya.

Wednesday, December 9, 2015

Suka Suka Gue

"Menurut sudut pandang gw jaman sekarang udah beda, ada medsos dll. Setiap orang punya hak buat posting apapun. Ga usah ngurusin hidup orang lain. Ngurusin hidup sendiri aja udah susah. Jujur, gw belom bisa kayak elu, yang agamanya udah level atas"

"Suka suka gw, facebook gw, kalo ga suka tinggal unfollow"

Begitulah zaman sekarang...
Bukan mengurusi hidup orang lain, tapi kita punya kewajiban untuk mengingatkan.

Hati-hati bilang "suka-suka gue" ya...
karena kita hidup untuk beribadah bukan untuk "suka-suka gue"

Monday, December 7, 2015

Freelancer

http://www.fuccha.in/
Hmm, akhirnya gw bisa resign setelah sekian lama, hahah baru setahun padahal. Iya, gw udah ngajuin surat resign, tanggal 25 Desember 2015 akhir dari tugas gw sebagai staff RND. Gw bertahan karena butuh uang buat nikah hahahaha. Engga juga deng! Gw baru tahu pekerjaan RND dan ternyata banyak ilmu yang ga diajarin waktu gw sekolah. Jadi, sayang banget kalau gw melewatkan kesempatan ini. Sebenernya sayang juga gw resign. Apadaya gw telah dzalim, dan akhirnya memilih untuh resign. Dzalimnya gw itu... gw ga bisa nyelesein pekerjaan di kantor dan di rumah dengan tuntas. 

Karena kebutuhan perusahaan, manager gw minta gw jadi freelancer. Katanya terserah gw mau dateng hari apa, jam berapa, bayarannya per jam. Karena masih butuh modal buat usaha, gw memilih untuk menerima tawaran ini.


Tidak Jelas

Gw dulu mikir gw sendirian karena diantara orang rumah ga ada yang sependapat sama gw dalam beberapa hal. Dan dalam beberapa hal ternyata gw juga ga sependapat sama suami gw. 

Barusan gw kepo ke status-statusnya Jonru, ko gw bacanya pusing ya, hahaha. Gw bukan ga suka sama orang-orang yang berusaha untuk menyampaikan kebenaran. Tapi gw kayaknya ga suka sama isi tulisannya yang kurang lembut, provokatif, dan terkesan mengintimidasi. Ini bukti besar ga ada satu manusia pun yang mampu menulis dengan kelembutan kata-kata seperti dalam Alquran meskipun tentang ancaman neraka. Tegas, lugas, tapi penyampainnya lembut. Ini sih menurut pendapat gw. Daannn... gw sangat mengapreasi orang-orang yang berusaha menyampaikan kebenaran dengan lembut, berusaha mengikuti Rasulullah saw.

Itu mungkin bedanya jaman sekarang sama jaman dulu. Jaman sekarang udah ada medsos. Orang bebas ngomong segala macem opini. Katanya mah "suka-suka gue, akun ya akun gw, apa urusan lo?" hahahaha. Urusan kita saling ngingetin sih sebenarnya...

Melihat orang-orang yang kata-katanya menyakitkan, membuat gw jadi lebih mikir sekarang. Jangan nulis sembarangan. Kayak posting berlebihan kemesraan suami istri, update segala macem kondisi kehamilannya, terus yang baru gw baca itu soal LDM (long distance marriage). Katanya mah "positif thinking aja". Sebetulnya harus berjalan dua arah. Orang lain mudah bilang "positif thinking aja" karena belum ngerasain. Itulah perlunya empati. Iya, lu nikah langsung hamil, posting macem-macem, ada orang yang dua tahun belum hamil, mikir ga rasanya gimana? 

Tuh kan gw jadi nulis "gw" "elu", tulisannya kasar nih. 

============================================

Itu saya kasih contoh tulisan yang kurang lembut. Mungkin begini ya, banyaknya keributan/pertengkaran/dsb karena kita kurang mampu menerima perbedaan pendapat. Dan alasan utamanya adalah karena kita yakin bahwa apa yang kita yakini itulah yang paling benar, sisanya salah. Saya selalu bilang pada diri sendiri "pendapat orang lain belum tentu salah". Tapi terkadang penyampaian yang kurang baik membuat kebenaran itu nampak salah.

Atau mungkin saya yang terlalu sombong dan menganggap orang itu menyampaikan dengan cara yang salah, bisa jadi juga kan?

Saya tidak setiap waktu memikirkan ini, hanya waktu-waktu tertentu. Suami kebetulan ikut SPI (Sekolah Pemikiran Islam), beliau pasti lebih tahu soal pemikiran, saya sebaliknya, karena tidak berguru, sehingga saya (seringkali) punya pemikiran sendiri tanpa pengetahuan yang cukup. Ini yang membuat saya berbeda pendapat dengan suami. Ini pula yang membuat saya suka pusing sendiri.

Misalnya saja seperti kasus bendera France di facebook kemarin, soal mengingatkan kembali Gaza. Saya mengatakan hasil diskusi bersama teman, yang sama-sama punya pemikiran minor. Buat saya, membuat image baik seorang muslim menjadi penting saat ini. Bahkan kalau bisa itu bukan kepura-puraan, melainkan kebiasaan adab yang baik. Mengapa? karena banyak yang membenci kaum muslimin. "Mereka" berhasil membuat kita semua terpojok. Membuat mata dunia melihat bahwa itu adalah kesalahan kita, dan banyak yang percaya. Itu sebabnya saya bilang kenapa lebih baik menyampaikan kebenaran dengan cara yang lembut. Akhlak adalah contoh terbaik, terlebih lagi tutur kata yang baik. Ini hanya opini saya saja. Saya sendiri belum bisa untuk menjadi contoh bagi orang lain. Saya tidak mau memikirkan diri sendiri, tapi memikirkan umat jauh lebih sulit. Padahal kewajiban kita cuma menyampaikan satu ayat. 

Saya takut. Takut kalau saya ini sebenarnya hanya pura-pura peduli. 


Wednesday, December 2, 2015

Belum Bisa Mandiri

Kemandirian memang dibangun, harus dilatih. Dari dulu hingga sudah menikah pun gw masih suka banget sama yang namanya 'kesendirian'. Karena dalam kesendirian itu gw belajar banyak hal. Yang gw pikirin adalah ga semua orang mau nolongin kita disaat kita ingin ditolong. Jadi, gw rasanya pengen banget menguasai semua keahlian. Eh, akhirnya malah ga ada yang gw kuasai hahaha. Keahlian itu pengen gw kuasai, agar gw mandiri kerja sendiri tanpa bantuan orang lain.
Misalnya menulis, gw ga mungkin selalu minta tolong orang lain untuk membuat suatu artikel, oleh sebab itu gw harus bisa menulis sendiri.
Yang kedua desain, gw ga mungkin juga selalu minta dibuatin desain sama adek kelas yang jago photoshop atau corel, terlebih lagi dengan budget gw yang ga banyak. Jadi untuk berhemat gw harus bisa desain grafis.
Yang ketiga desain web, gw mau minta tolong siapa??? hahaha gw harus bisa sendiri. 
Tapi rata-rata, yang gw senangi memang berhubungan sama komputer ya.

Hari ini 3/12/2015, gw pergi ke kantor dengan baju dan kerudung bergo yang belum digosok. Sampai kantor kakak kelas gw yang juga senior gw dikantor bilang, "Kamu udah nikah, pakai kerudung lecek, ketahuan banget sih ga mandirinya kamu", begitu katanya hahaha. Gw emang sengaja pake baju yang ga keliatan lecek kalau ga digosok, baju batik warna merah hahahah. Tapi kerudung gw yang warna putih emang lecek banget ahahaha. Gw emang ga sempet gosok baju. Saking capeknya gw. Cucian yang udah gw rendem semalem pun ga jadi gw cuci. Badan gw sakit semua. Makanya gw ga nungguin suami gw yang pulang malem, gw tinggal tidur.

Di bilang ga bisa mengatur waktu ya bener, gw emang belom bisa. Kalau gw mau minta tolong, mau minta tolong siapa?? hahaha. Ini salah satu alasan gw pengen banget resign. Dikiranya kekuatan fisik gw sama kayak ibu rumah tangga yang ga kerja kantoran, fiuhhh~

Gw ngontrak, jadi jangan samakan dengan wanita karir yang masih tinggal dirumah orang tuanya. Bukan menuduh mereka ga mandiri lho, tapi setidaknya tinggal dirumah orang tua, dengan kasih sayang orang tua, mereka pasti dengan sukarela mau bantu. Gw yang hidup ga jauh dari orang tua juga masih minta tolong nyuci baju, karena saking capeknya gw, dan air dikontrakan yang jelek. Kebetulan airnya air sumur, baju suami gw yang warna putih jadi kuning-kuning, serba salah deh gw hahahaha

Fisik gw yang mudah lelah ini, membuat gw jadi suka sakit. Saking hampir setiap saat gw sakit, gw sampe bosen, hahaha. Manager gw ngirimin gw semacam tausyiah, intinya gw harus tobat dan banyak dzikir supaya ga gampang sakit.

Hahahaha, tulisan ini, bener-bener tulisan yang isi keluhannya ga bermanfaat. Tidak direkomendasikan untuk dibaca wkwkwk



Wednesday, November 25, 2015

"Mau Kemana??"

Ciiaat ciiiaattt...

Ulama kalau nulis diawali dengan basmalah, ini diawali dengan "ciaat ciaat", hahaha

Saya sangat jarang sekali dandan dari dulu kalau untuk kegiatan sehari-hari. Waktu kuliah saja pakai kerudung bergo, saking ga sempetnya buat pakai kerudung segi empat. Katanya saya kurang gaul dan kalau pakai baju tidak matching
Teman-teman lainnya, yang sudah bekerja ternyata dandan, minimal bb cream dan lipstik. Saya masih kusam dan polos-polos saja. Karena saat itu saya pikir, memang belum saatnya. Tidak dandan bukan berarti tidak merawat diri lho. Saya tetap membersihkan wajah, menggunakan masker dan sebagainya, namun tidak menggunakan kosmetik-kosmetik berwarna hahaha

Nah, persoalan dandan atau tidak ini membuat saya tertawa, hahaha

Katanya para istri suka kebalik ya, keluar rumah dandan, apalagi kalau kondangan, dandane polll...!!!, begitu kata orang jawa. Tapi dirumah wajah kusam, tak pupuran (bedakan), bibir pucat, baju daster, dengan parfum bawang, hahahaha.

Tapi, kalau istri dandan, suami malah tanya, "Mau kemana?" hahaha, mungkin ini yang membuat malas para istri buat dandan, padahal kalau dipuji tanpa tanya "Mau kemana?", istri lebih semangat karena suaminya tahu bahwa istri dandan untuk menyejukkan pandangan suaminya.

Ibu saya juga begitu, kalau pakai baju rapih dan dandan, saya refleks, "Mau kemana bu??", salah saya juga ternyata hahahaha

Kalau tanya-tanya sama teman yang sudah menikah, laki-laki memang beda selera. Ada yang tidak suka istrinya dandan yang penting rapih, ada juga yang dandanannya lengkap, eyeliner, blush on, bedak, mascara, dll, tapi ada juga laki-laki yang suka dandanan natural.

Masya Allah, banyak kejadian dalam rumah tangga yang membuat saya tertawa hahahahaha
Padahal semuanya normal, sering terjadi, hahaha


Thursday, November 19, 2015

Mungkin, Ini Passion Saya

Saya kuliah D3 jurusan Kimia Analisis yang oleh beberapa orang bergelar S1 "seperti" dianggap tidak pernah kuliah karena "cuma" D3, hahahah. Selama ini saya berusaha menyukai kimia, dan itu terjadi dalam waktu yang cukup lama, begitu pula dengan fisika.

Mulai kenal dengan software Photoshop saat SMP. Iseng-iseng menggabungkan foto saya sendiri dengan beberapa artis Korea, ketika itu drama Korea mulai naik daun. Tidak hanya desain grafis, ilmu komputer pun saya menyukainya.

Seiring waktu, keinginan untuk memegang software Photoshop muncul kembali saat kelas 3 di Smakbo. Saya mulai berkreasi untuk memenuhi kebutuhan Rohis. Sampai ada guru yang mengira bahwa saya bisa desain grafis, padahal nyatanya tidak hahaha.

Hari ini saya berpikir, sebenarnya apa passion saya? Hal yang saya senangi meskipun sulit dan kebingungan, jika tidak ketemu, saya terus-terus mencari, sanggup bergadang dan tidak lelah mengerjakannya. Ya itu dia, desain grafis.

Saya iri dengan banyak orang, terutama orang-orang yang mempunyai sudut pandang cerdas. Mereka punya sudut pandang desain, pemikiran, fotografi, yang berbeda tapi masuk akal. Fakta membuktikan mencari inspirasi desain, tulisan, fotografi tidak mudah bagi amatir seperti saya. Oleh sebab itu betapa saya terkagum-kagum melihat foto-foto di National Geographic, pas proporsional, dan natural.

Masih belajar.... selalu itu alasannya... hahaha

Ya saya masih akan terus belajar. Banyak ilmu yang belum kita pahami.

Tuesday, November 17, 2015

Si Miaw



Ini dia si Miaw, meskipun namanya mainstream tapi tetap lucu dan menggemaskan, hehehe
Ceritanya, entah kenapa kucing ini jadi sering main ke rumah. Dan karena kasihan dikasih makanlah dia, akhirnya tinggalah dia dirumah.

Sepertinya Miaw hanya seekor kucing kampung biasa tanpa majikan. Dengan segera saya pasangkan kalung dilehernya, hahaha

Hari Minggu kemarin dia sangat bersemangat sekali bermain, bahkan menjadi model barang dagangan saya.


Lihat, seksi kan? hahaha

Monday, November 16, 2015

Taste Like Dorayaki!



Taste Like Sushi berubah menjadi Taste Like Dorayaki, sebab setelah saya mencoba sushi original, rasanya sangat tidak cocok dilidah saya, hahaha.
Sedangkan Dorayaki itu memang enak, saya suka sekali pasta kacang merah, yummy!

Semoga denga berubahnya nama ini, tulisan saya juga berubah menjadi semakin baik, aamiin

Wednesday, November 11, 2015

Sudah Kenal Doa-doa Ini Belum?

Saat kubisikkan namamu padaNya, makin jelas sekat antara kita | Saat ku asyik bermesra denganNya, Allah Maha Kuasa untuk menyatukan kita | Alhamdulillah, jadi juga kita ya Dek :p

Dalam sebuah forum tanya jawab kajian yang diisi oleh Ust. Salim Fillah ada audiens yang bertanya, bolehkah memohon doa seraya menyebut nama?? Maka jawab beliau, sebaiknya hanya yang belum menikah saja yang disebut namanya. :D

Sekedar melengkapi trilogy The Wedding Guide yang disusun oleh my missing puzzle :p ,saya coba menginfokan beberapa doa-doa indah yang menghiasi kita yang sedang menuju ataupun sudah menikah.

Membangun Keahlian

Beberapa waktu yang lalu saya menonton video Mario Teguh di Youtube, membahas mengenai bagaimana beliau membangun keahlian. Jadi, beliau mungkin adalah tipe orang yang cepat sekali bosan. Ketika melakukan hal baru, maka Mario kecil akan mendalami hal itu dengan sangat dalam, dan ketika sudah menguasai, ditinggalkanlah, lalu mecoba hal baru lainnya, dan dikuasai lagi lebih dalam, begitu seterusnya. 

Adik kelas saya waktu itu terlihat galau sekali, dia kebingungan mencari passionnya. Bagaimanapun juga hampir semua orang berharap akan menghasilkan uang melalui pekerjaan yang disukainya. Meskipun ia merasa bahwa pekerjaannya nanti akan mendapat gaji yangkecil, dia tetap meneruskan kuliahnya, yang baginya bidang itu adalah passion.

Wednesday, October 28, 2015

Sulitnya...

Dari judul sudah terlihat bahwa tulisan ini isinya pemikiran negatif hahaha. Semoga meskipun itu negatif, namun semoga tetap bisa memberi manfaat.

Hingga saat ini saya masih bingung dimana kelebihan dan potensi saya sebagai seorang manusia hahaha. Ada yang bilang kita sulit menemukan kelebihan diri sendiri karena terlalu fokus pada kekurangan.

Pun saya memang mengakui bahwa saya fokus pada kekurangan karena itu yang harus saya perbaiki. Saya bukan sudah baik, tapi jika dibanding dulu, saya sedikit better-lah. Tapi cuma sedikit. Tidak apa, dibanding tidak berubah sama sekali.

Tuesday, October 27, 2015

Kenapa Ya?

Punya atau tidak punya suami apa bedanya? Mungkin persoalan tanggung jawab.

Dulu saya mikir, ko orang-orang yang sudah menikah seperti "tenggelam", hilang dari permukaan. Dihubungi sulit. Saya penasaran apa yang mereka lakukan dirumah. Sampai saya memutuskan nanti kalau sudah menikah jangan seperti itu. Ya, saat itu saya bersuudzon.

Kemudian, saya merasakan sendiri menjadi seorang istri. Awalnya sulit membangun kebiasaan baru. Namun tanggung jawab mengharuskan saya tidur lebih malam dan bangun lebih awal. Meskipun tidak selalu setiap hari bisa seperti itu.

Wednesday, September 30, 2015

The Wedding Guide - 3

Setelah The Wedding Guide - 2, tulisan ini akan menjadi bagian terakhir dari trilogy The Wedding Guide.

"Aku kira kamu orangnya kalem..." -Abi

Siang Pertama

Alhamdulillah, pernikahan kami berjalan dengan lancar dan baik. Segera setelah resepsi, kami pulang ke rumah bapak terlebih dahulu, lalu menuju ke kontrakan yang jaraknya tidak terlalu jauh. Bayangkan orang yang tidak pernah bersama bahkan asing harus berdua-duan di dalam kontrakan. Dengan malu-malu, wajah yang kemerah-merahan, sambil tersenyum-senyum *hahahaha
Tapi, asli tidak bohong, saya malu banget waktu itu.
Berhubung belum shalat dzuhur bersegeralah kami shalat berjamaah. Nah, sehabis shalat Abi menoleh ke belakang, duduk menghadap saya. Saya pun tersenyum penuh kebingungan, sambil berpikir, "Masa sih sekarang?" *hahahahahah parah
Beliau mengulurkan tangan, dengan sangat malu sekali saya menyalami tangannya dan segera menunduk. Seketika itu beliau mencium kening saya kemudian berdoa, masya Allah...
Saya masih bingung, ini akibat dari tidak mempersiapkan ilmu. Tapi, kejadian itu membuat saya speechless, oh sungguh betapa indahnya Islam itu. Terasa sekali kelembutannya. Bahkan orang pacaran sekalipun meskipun melakukan hal yang sama rasanya tidak akan selembut itu.

Malam Pertama

Malam pertama kelihatannya adalah malam terpenting bagi pengantin baru. Sebenarnya tidak seperti itu juga sih. Hanya saja, ini menjadi langkah awal pengenalan lebih dalam. Di malam itu, saya tidak bisa tidur sampai malam esok harinya lagi, padahal saat itu saya sakit kepala, tapi mata tetap tidak bisa terpejam. Betapa tidak biasanya tidur disebelah orang asing. Hal yang sama terjadi pada malam kedua, hingga saya memberanikan diri untuk pindah tidur diruang tamu. Akhirnya saya bisa tidur sebentar. Karena Abi terbangun ditengah malam, saya disuruh pindah lagi ke dalam kamar, alhasil saya tidak bisa tidur lagi *hahahah

Ada baiknya dipelajari terlebih dahulu adab-adabnya, mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Sudah banyak ulama yang menulis hal tersebut disitus-situs islami terpercaya. Kalian dapat pula menemukannya di buku-buku hadist.

Learning by Doing

Untuk para akhwat banyak sekali permasalahan setelah menikah yang nantinya harus dihadapi. Mohon maaf jika ada beberapa point yang terlalu vulgar, namun nampaknya persoalan ini harus saya sampaikan.

1. Darah perawan tidak selalu muncul pada setiap akhwat. Kemunculannya pun tidak selalu pada saat berhubungan. Ada beberapa orang yang bahkan masih mengeluarkan darah setelah beberapa kali berhubungan. Jika darah tersebut keluar setelah mandi junub, setahu saya kita tidak perlu mandi lagi. Namun pakaian yang terkena darah perlu diganti.

2. Pelajarilah siklus menstruasi. Hal ini sangat diperlukan untuk membedakan antara darah perawan/karena luka, darah haid, dan darah flek kehamilan. Mengapa? karena ini berkaitan dengan kesucian, boleh tidaknya kita beribadah seperti shalat, dan puasa. Menurut beberapa artikel yang saya baca, terdapat dua cara untuk membedakan darah tersebut, yang pertama berdasarkan kebiasaan, yang kedua berdasarkan sifat darah. Membedakan darah berdasarkan sifat darahnya dilakukan secara visual dan agak sulit dibedakan jika  darah sudah mengering, Oleh sebab itu pelajarilah siklus menstruasi, sehingga dapat menjadi patokan apakah darah tersebut merupakan darah haid atau bukan.

3. Belajarlah memasak, *hahahaha. Kelihatannya di zaman modern itu nampak sepele, namun ternyata efeknya besar sekali jika sudah menikah. 

4. Berilah perhatian-perhatian kecil kepada suami. Abi pernah menegur saya, "Pengen sih sekali-sekali ditanya mau minum apa.." *hahahaha, jujur saja saya tipe orang yang tidak terlalu perhatian seperti itu karena melihat kebiasaan beliau yang lebih banyak minum air putih, saya berpikir bahwa beliau tidak menginginkan jenis minuman yang lain.

5. Wajib hukumnya untuk menjaga lidah agar tidak menyakiti hati suami.

6. Lakukan hal-hal yang membuat suami menjadi ridho terhadap istrinya.

Adab Adab yang Perlu Dijaga.

Sudah banyak sekali yang menuliskan mengenai adab-adab ini terutama adab suami istri setelah menikah. Namun, disini saya akan menulis adab-adab yang perlu dijaga oleh orang yang sudah menikah terhadap orang lain yang belum menikah. Saya mendapatkan ini dari seorang teman, tapi saya tidak menemukan sumber aslinya. Bagi yang mengetahui, silahkan memberitahu saya.

Ujian paling berat itu adalah ketika kita diberi kemudahan-kemudahan lalu terlena didalamnya sehingga menyakiti hati sesama manusia lainnya.

1. Kehamilan dan persalinan yang mudah, lancar, normal cenderung tanpa kesulitan, sering membuat mencemoh yang susah hamilnya, penuh resiko, atau bermasalah dengan kata-kata mandul, manja, dan lain-lain.

2. Anak-anak yang cenderung sehat, serba normal, penuh aktivitas, mudah diurus, penuh kasih sayang, sering menimbulkan rasa riya', merasa diri ibu sempurna hingga merendahkan ibu yang lain dan enggan belajar.

3. Suami yang setia, tidak neko-neko, romantis dan begitu perhatian, membuat kita terlena untuk memperbaiki diri dan ahlak agar terus menjadi bidadari surga dan bukan pencela pasangan lain yang bermasalah.

4. Keuangan yang stabil bahkan berlebihan, kadangkala membuat terlupa menengok ke bawah, lupa rasanya bersyukur, mudah menghakimi yang lain pemalas dan tak mau kerja keras layaknya dirinya.

5. Orangtua dan mertua yang pengasih, mudah beradaptasi, membuat kita merasa sempurna sebagai anak, sering membuat kita mudah menghakimi mereka yang bermasalah dengan orang tua dan mertua sebagai anak durhaka, tak tau terima kasih.

6. Rumah tangga yang lengkap membuat mulut kita ringan bercanda dengan kalimat status janda dan duda tanpa memikirkan kesedihan apa yang dirasakan apabila kita menjadi orang yang mengalami status tersebut.

7. Jodoh yang datang cepat membuat kita menggunjingkan orang yang belum menikah di usia patut dengan berbagai alasan.

Begitulah, karena terlalu berbahagia, kita menjadi lupa, sehingga menumpulkan peka untuk berhati-hati dalam berbicara dan menulis status di sosial media. Oleh sebab itu saya cukupkan The Wedding Guide dalam tiga bagian saja untuk menjaga perasaan teman-teman lain yang belum menikah. 

Semoga bermanfaat, mohon maaf untuk semua kata-kata yang tidak berkenan dan menyakiti hati.


Allahu a'lam






Tuesday, September 29, 2015

The Wedding Guide - 2

Melanjutkan tulisan dari The Wedding Guide - 1, berikut ini saya akan berbagi pengalaman mengenai persiapan lebih lanjut sebelum proses akad nikah berlangsung.

Sekiranya perlu diputuskan terlebih dahulu, apakah akan menikah dirumah atau menyewa gedung. Tentunya dari kedua pilihan tersebut terdapat kekurangan dan kelebihan. Misalnya saja, jika menikah dirumah harganya tentu akan lebih murah karena tidak perlu uang sewa. Namun perlu izin kepada tetangga disekitar rumah sebab mungkin saja halaman rumah kurang luas. Umumnya kita juga perlu menyewa tenda dan kursi. Kekurangannya, jika menikah dirumah 'seperti' tidak ada batas waktu akhir resepsi, sehingga mungkin tamu dapat datang sesuka hati meskipun sudah lewat dari waktu yang ditentukan. 

Menikah di gedung memang terlihat lebih mahal, namun kita tidak perlu membereskan rumah, serta lebih berakhir tepat waktu sehingga dapat menyiapkan stamina untuk malam pertama. *eeeaaa
Jika memutuskan untuk menikah di gedung segeralah putuskan tanggal pernikahan. Semakin cepat memutuskan, maka semakin cepat pula gedung dapat di booking. Pastinya tidak hanya satu orang saja yang menyewa gedung tersebut. Ini adalah hal paling pertama yang ketika itu kami lakukan. Sisanya untuk dekorasi dan cathering akan menyusul mengikuti.
Beberapa orang mungkin mempunyai masalah berbeda. Misalnya saja menginginkan dekor dari penata rias tertentu, namun cathering atau gedung yang diinginkan tidak bersedia ditanggal tersebut. Intinya semua perlu dikoordinasikan.

Pada kasus saya penata rias sudah sepaket dengan dekorasi, mungkin ada juga yang tidak demikian. Pilihlah penata rias yang tidak kaku dan memiliki banyak pilihan busana. Agar kita dapat mengakali berpakaian syar'i. Penata rias saat ini saya kira sudah memahami trend hijab dan mempunyai kemampuan akan hal itu. Sehingga riasan pun dapat dikondisikan sesuai dengan keinginan kita.

Acara resepsi yang terpisah antara ikhwan dan akhwat tidak selalu disetujui oleh orang tua. Kemungkinan karena alasan praktis. Saya hanya mengingatkan untuk tidak berdebat dengan mereka dan berbicaralah dengan baik jika ada perbedaan pendapat.
Selain itu, sebaiknya calon pengantin pria dan wanita tidak disandingkan bersama sebelum ijab qabul terucap. Saya kira ini merupakan satu hal yang paling mudah untuk diakali.
Kemudian setelah akad biasanya terdapat acara adat. Tapi, saya pribadi memilih untuk tidak mengikutinya, sebab menurut saya itu tidak terlalu penting *hehehe

Biaya terbesar akan dihabiskan oleh cathering. Oleh sebab itu hitunglah jumlah orang yang akan diundang. Pikirkan dengan baik siapa saja yang akan diundang. Saya hanya memberi saran, sebaiknya diusahakan hidangan tidak habis ketika tamu masih berdatangan. Memuliakan tamu adalah tujuannya. Dengan perhitungan yang cermat tentang jumlah undangan, kemungkinan hidangan habis saat tamu masih berdatangan dapat diminimalisir. Inilah salah satu penyebab saya tidak bisa mengundang semua orang yang saya kenal pada saat itu. Tapi, beberapa orang mungkin akan berbeda pendapat dalam persoalan ini. 

Selain itu kita dapat mengakali agar hidangan tidak cepat habis. Biasanya selain menu prasmanan, terdapat gubukan/stand makanan. Pilihlah hidangan sedikit berat untuk mengisi gubukan/stand makanan tersebut seperti siomay, sate padang+lotong, kambing guling+lontong, zuppa soup dan lain-lain. Dengan memilih makanan yang cenderung sedikit berat, tentunya para tamu undangan tidak mampu menampung banyak makanan, sehingga makanan tidak cepat habis *hahahah

Bagian yang paling saya tidak sukai adalah sesi pemotretan. Saya bukan orang yang suka difoto, begitu pula dengan Abi. Saat kami disetting untuk melakukan gaya tertentu, terutama yang memerlukan sentuhan, saya tak kuasa untuk beristigfar *hahahaha. Fotografernya sampai keheranan dan meyakinkan bahwa kami sudah halal. Berbeda sekali rasanya disentuh oleh seorang laki-laki. Terlebih lagi, laki-laki yang kita sukai. Deg-deg-an dan bingung yang saya rasakan saat itu. Apalagi saat berpegangan tangan dilihat oleh orang banyak. 

Jadi waktu nikah saya suka sama Abi? Jawabannya iya, menurut saya beliau ganteng *hahahaha

Kurang lebihnya itulah yang dapat saya sampaikan. Mengenai hal-hal kecil seperti seserahan saya kira bisa dikondisikan masing-masing. Berikutnya saya akan berbagi cerita tentang siang dan malam pertama.


The Wedding Guide - 1


Menikah, penyatuan dua insan melalui ikatan akad, sakral, dan disaksikan. Saya sendiri penasaran bagaimana rasanya menikah. Dan ternyata setelah dua minggu menikah dengan Abi, hasilnya sungguh tidak disangka-sangka.

Seringkali Abi berkata, "Kenapa masih ada orang yang berzina? Padahal... Masya Allah nikmatnya yang halal", hahahaha

Beliau berkata demikian sebab segala sesuatu yang kita lakukan dalam ikatan halal akan membuahkan pahala, menguatkan rasa cinta, menumbuhkan syukur yang tiada henti-hentinya, serta tidak lupa melatih kesabaran.

Bahagiakah setelah menikah? Saya katakan awalnya 'iya', setelahnya? Bukan berarti tidak bahagia, namun kita perlu berlatih untuk lebih banyak melihat dari kacamata positif. Dari pikiran yang sehat, serta syukur dan sabar, insya Allah itulah jalan menuju kebahagiaan.

Pernikahan bagian dari kehidupan, sedangkan dari perjalanan hidup kita harus belajar saat prosesnya. Seperti itulah menikah, tidak jauh dari kata belajar. Artinya ujian dalam pernikahan pastilah ada. Jalannya tidak selalu lurus, kadang berliku, menanjak, dan berbelok-belok. Sehingga kita butuh penguat, perlu suplemen dan vitamin, serta pengingat-pengingat. Perlu juga dimantapkan lagi, apa tujuanmu menikah?

Saya sendiri menargetkan menikah pada tahun 2016, namun Allah bekehendak lain, saya menikah satu tahun lebih cepat dari yang ditargetkan. Ada seorang laki-laki yang diberi kekuatan dan kemampuan oleh Allah untuk melamar saya. Teman-teman banyak yang bertanya, apa yang ada di dalam laki-laki ini sehingga saya menerima lamarannya?

Memilih Pasangan

Semua orang punya kriteria tersendiri dalam memilih pasangan. Saya pun begitu dan tidak muluk-muluk, tapi juga manusiawi. Saat itu apa yang saya lihat dari Abi? Secara dzahir beliau nampak sederhana dan berakhlak baik. Akhlak ini mencerminkan ibadah seseorang. Jika hubungan seseorang terhadap sesama manusia itu baik, maka insya Allah baik pula hubungan orang itu terhadap Sang Illahi. Kemudian kelebihan dan kekurangannya sebanding dengan saya. Artinya kelebihannya tidak terlalu "Wow", sehingga saya nantinya tidak menjadi terlalu rendah diri, serta saya dapat menerima kekurangannya. Jika kalian bingung memilih ikhwan, saran saya utamakan memilih ihkwan yang kekurangannya dapat kalian terima, sebab semua orang pasti bisa menerima kelebihan seseorang. Dari segi fisik, saya memang berharap mempunyai suami yang berbadan tinggi. Selain keren *hehe, tubuh saya yang pendek ini cukup kesulitan untuk menjangkau tempat-tempat tinggi. Misalnya saja selama ini, Abi-lah yang menutup jendela dikontrakan yang posisinya cukup tinggi bagi saya.

Tentunya kita tidak dapat melihat sifat asli seseorang dengan benar dan tepat sebelum menikah. Hal itu akan muncul setelah menikah. Jadi bersiaplah jika dalam beberapa hal, pasangan kita tidak sesuai dengan ekspektasi. Disitulah kita memperlajari kesabaran.

Buat kalian yang masih menjadikan kriteria fisik di nomor teratas, harap dipikirkan kembali. Memang manusiawi, namun apakah nyaman jika seseorang yang berwajah tampan atau cantik putih nan mulus mempunyai akhlak yang buruk? Mungkin hasilnya adalah nikah-cerai. 

Cinta atau Tidak Cinta?

Beberapa orang bingung dan merasa bahwa kita harus mencintai terlebih dahulu baru menikah. Tidak semua proses berjalan demikian. Saya mendapat cerita dari seorang akhwat. Dari proses taaruf, rasa itu belum-lah muncul. Namun perlahan-lahan dari genggaman tangan seorang imam, muncullah perasaan cinta, dan akhirnya selalu rindu jika tidak bersama. Percayalah, cinta itu dapat tumbuh setelah menikah. Jangan takut dengan taaruf. Taaruf ini memang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang kepercayaannya terhadap Allah tinggi. Kelihatannya memang mengkhawatirkan, namun teman-teman saya yang taaruf, Alhamdulillah mereka hidup berbahagia. 

Apa yang Perlu Disiapkan?

Sikap saya ini jangan dicontoh. Boleh dibilang saya tidak melakukan persiapan, terutama dalam hal ilmu. Alhasil saya kelimpungan setelah menikah. Perasaan bingung itu berjalan lebih dari satu minggu lamanya. Mempelajari ilmu untuk persiapan setelah menikah akan memudahkan kita dalam menjalankan sunnah.

Dengan ilmu pula, prosesi akad yang sesuai syariat akan lebih terbantu. Misalnya saja memahami rukun-rukunnya, apa yang perlu dan apa yang tidak perlu. Jangan lupa diusahakan untuk memilih pakaian pernikahan yang sesuai syariat. Terkadang keinginan orang tua berbeda dengan anak, meskipun yang akan menikah adalah anaknya. Hal-hal seperti itu perlu dibicarakan. Sekiranya saya juga perlu mengingatkan dan berhati-hati agar dalam make-up tidak perlu mencukur alis.

“Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, al-mutanamishah, dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari 4886, Muslim 2125, dan lainnya). Al-Mutanamishah adalah para wanita yang minta dicukur bulu di wajahnya. Sedangkan wanita yang menjadi tukang cukurnya namanya An-Namishah. (Syarh Muslim An-Nawawi, 14/106). (http://www.konsultasisyariah.com/hukum-merapikan-alis/)

Adab merupakan hal penting lainnya. Dalam proses menuju akad sangat memungkinkan terjadi perbedaan pendapat, baik itu orang tua terhadap anak, atau terhadap calon besan. Saya akui menikah dengan mengikuti syariat secara sempurna itu sangat sulit terlebih lagi jika sebagian paham dan sebagian lainnya tidak. Menurut saya ada baiknya berlapang dada dan mengalah, jika dibandingkan karena satu atau dua hal tidak jadi menikah. Saya bukan bermaksud menyepelekan syariat. Tapi mencoba menimbang-nimbang menyesuaikan keadaan, mencari-cari apa yang bisa diakali. Terkadang tradisi yang kuat dari orang tua sangat sulit untuk ditentang. Dan menasehati keluarga, terutama orang tua jauh lebih sulit dibandingkan menasehati teman sendiri.

Finansial hal yang sangat krusial. Memang bukan segala-galanya, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa kita sangat membutuhkannya. Bagi para akhwat mudahkanlah ikhwan dalam membeli maharnya. Mahar murah bukan menandakan wanita itu murahan.

“Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (HR. Ahmad) dan “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.” (HR. Abu Dawud)

Begitulah kira-kira, kekurangannya semoga bisa saya sampaikan ditulisan berikutnya. 


Allahu a'lam

Wednesday, August 26, 2015

Seller, Buyer, or JNE

Astagfirullah, memang yang namanya usaha tidak selalu berjalan mulus. Ada saja cobaannya.

Kasus pertama yang saya alami adalah pihak pembeli menggunakan nama yang tidak jelas. Setelah saya konfirmasi kenapa barang yang saya kirim belum sampai ke buyer, pihak JNE mengatakan bahwa terdapat kendala saat pengiriman, yaitu buyer tidak dikenal. Oh my god! Akhirnya sayalah yang harus tetap berepot-repot ria untuk menghubungi JNE kesana kemari. No. Hp buyer sudah tercantum, kenapa tidak dihubungi ketika kesulitan mencari alamat, begitu pikir saya. 

Pada kasus pertama saya mengirim barang ke luar kota, Sidoarjo, Jawa Timur. Sedangkan pada kasus kedua saya mengirimkan barang menuju Tanah Abang, Jakarta pusat. Ternyata barangnya belulm sampai juga, hingga saya harus komplain lagi ke JNE, Berdasarkan informasi tracking, tertulis "TUTUP" On Process", waduh! Dan buyer tidak mencantumkan no hp asli malah sepertinya dia mengarang nomor tersebut bahkan panjangnya hingga 15 angka.

Ini salah siapa? Saya cukup kesal sebetulnya. Ewa, emosi jiwa hahahaha.

Saya berusaha mengirimkan barang secepat mungkin, namun saya tidak tahu apa yang terjadi pada pihak ketiga (JNE). Apakah ini bentuk kelalaian atau bagaimana. Sayangnya buyer seperti tidak mau tahu. Coba dari awal mereka memberikan informasi lebih jelas.

Saya juga salah, saya sama sekali tidak terpikirkan untuk bertanya kepada buyer.

Saya harap JNE begerak cepat, banyak bisnis online yang mendapat reputasi buruk, karena sudah mengirim dengan cepat namun JNE tidak bergerak sesuai service yang ditawarkan. Misalkan reguler dengan pengiriman 2-3 hari, namun sampai ke buyer setelah 1 minggu atau bahkan tidak sampai sama sekali.

Saya tidak bermaksud menjelek-jelekan JNE. Ini adalah pelajaran bagi seller, buyer, dan JNE.


Allahu a'lam



Thursday, August 20, 2015

Para Pencari Perhatian

Siapa sih yang tidak suka diperhatikan? Memang ada beberapa orang yang hanya ingin diperhatikan dalam hal-hal tertentu. Perhatian dari orang lain pula yang dirasa oleh kita sebagai saat yang tepat untuk "show up" atau menunjukkan kemampuan.

Adanya perasaan diperhatikan juga menunjukkan secara nyata bahwa kita sedang tidak sendirian. Pun juga ada saat dimana kita merasa sangat butuh diperhatikan, namun kita terlanjur menjudge keadaan dengan ketidakberpihakkan. Sehingga kita merasa "tidak ada yang mau mengerti".

Wajar memang mencari perhatian orang lain. Tapi jika berlebihan, ternyata itu adalah suatu penyakit psikologis. Penyakit ini mampu membuat seseorang menjadi nyaman meskipun harus melukai diri sendiri agar diperhatikan oleh orang lain.

Bahkan sebagian konflik rumah tangga dapat muncul karena kurangnya perhatian. Seperti suami yang berselingkuh karena merasa tidak diperhatikan oleh istri atau sebaliknya. Sikap anak tumbuh menjadi pribadi yang berbeda dari anak lain pun sebab adanya perbedaan kualitas perhatian yang diberikan orang tua.

Begitu penting ya perhatian itu...

Pengaruh media sosial sangat hebat sekali terhadap tumbuh kembang psikologis kita. Tanpa disadari kita meletakkan privasi atau pundi-pundinya ke situs tersebut. Tanpa merasa khawatir akan adanya suatu masalah yang akan muncul. Mungkin pada awalnya kita tidak memperhatikan kaidah-kaidah agama, moral, dan lainnya. Hingga orang lain yang memperhatikan dan merasa bahwa itu kurang ahsan, angkat bicara dan menjabarkan mengenai hukumnya.

Barulah kita menyadari, "Oh ada baiknya tidak memposting foto selfie", "Oh jadi sebaiknya kita tidak meng-upload foto-foto anak kita", dan lain sebagainya. Kenapa kita baru sadar? Mungkin karena kurang memperhatikan atau sudah diperhatikan namun tidak mau memahami, atau sudah paham tapi mencari-cari niat agar itu tidak menjadi suatu dosa. Ketika saudara terdekat terkena musibah, barulah mereka percaya.

Koreksi untuk diri pribadi. Betul, segala sesuatu harus dipikirkan dengan positif. Agar pikiran buruk tidak membuat kita menjadi terpuruk. Kadang karena kebencian atau kecintaan kita mengabaikan sisi positif dan negatif suatu hal. 

Sifat selalu merasa "menjadi korban", agaknya akan memunculkan tingkah laku mencari-cari simpati atau perhatian. Saya berusaha tidak menjudge, tapi, sepertinya, sifat merasa "menjadi korban" ini banyak mengadu ke media sosial, untuk tujan apa? kalau boleh saya tanya hahaha.

Ya silahkan saja, saya tidak melarang. Cuma penasaran, efek ini dampaknya mengarah kemana. 

Apakah tidak ada orang terdekat untuk bercerita? Atau itu merupakan suatu bentuk kode? Atau apa saya tidak tahu?

Mungkin saya juga begitu. "Iseng", kata-kata yang sering dijadikan alasan, juga "buat ngerame-ramein timeline" katanya. Menurut KBBI Online, iseng artinya merasa menganggur (tidak ada yang perlu segera dikerjakan". Kelihatannya iseng ini lebih mengarah kesia-siaan, jika isengnya tidak bermanfaat.

Bagaimana jika isengnya adalah mengeluh, merasa bahwa diri ini sedang menjadi orang yang paling menderita di dunia ini hahaha, atau mungkin iseng bentuk yang lain adalah iseng berbangga diri.

Saya pribadi menggolongkan hal seperti ini menjadi salah satu homework yang harus saya kerjakan, yaitu soal self-control. Pengontrolan diri, saya butuh perhatian siapa, siapa orang yang butuh perhatian saya, apa yang perlu saya posting dan tidak. Juga, saya memang menganggap hal-hal yang berkaitan dengan keluarga, hubungan pribadi lebih cenderung ke arah privasi. Sehingga saya lebih suka mempostingnya di blog yang kemungkinan pembacanya lebih sedikit ketimbang media sosial seperti Facebook. Sebab cukup banyak yang harus saya tulis. Pun jika saya mengeluh, saya berharap turut menyertakan hikmah, agar keluhan saya tidak berujung sia-sia, agar orang lain dapat mengambil manfaatnya.


Allahu a'lam



Sunday, August 9, 2015

Salah Fokus

Bismillahirrahmanirrahim,

Salah fokus. Judul ini diambil dari salah satu tema Mario Teguh Golden Ways (MTGW). Dan kiranya, tanpa disadari kita telah cukup banyak terlalu fokus pada hal yang tidak perlu. Sehingga, baik apa yang kita perhatikan, ucapkan, dan lakukan adalah hal yang sejatinya tidak perlu dikerjakan. Seperti terlalu fokus terhadap gosip-gosip selebriti, lebih banyak fokus untuk gagal ketimbang sukses, fokus terhadap kesedihan, dan fokus kepada orang-orang yang tidak perlu diperjuangkan.

Fokus diperlukan untuk menjadi ahli. Seringkali yang membuat saya terhambat adalah sebab terlalu besarnya keinginan untuk mengusai semua ilmu. Saya merasa harus bisa dalam segala hal karena tidak semua orang mau dimintai tolong atau mau menolong. Beberapa hal yang ingin saya gapai adalah mahir dalam science, menulis, desain grafis, agama, dan bahasa. Namun, membagi waktu untuk kelima hal tersebut sangatlah sulit.

Manager saya pernah bercerita tentang temannya. Beliau memang sudah sejak dini membentuk kecerdasaan anak dengan program pendidikan yang baik. Misalnya saja, diawal memasukkan anak ke sekolah islam, kemudian ke sekolah umum, lalu sekolah tahfidz, setelah itu kuliah di tempat umum. Dari perencanaan tersebut memang kita membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengarahkan keinginan anak itu sendiri. Karena terkadang, ada anak-anak yang keinginannya tidak sejajar dengan keinginan orang tua, saya adalah salah satu contohnya.

Salah satu cita-cita saya mungkin membentuk generasi Alquran yang memahami ilmu pengetahuan, seperti ulama-ulama terdahulu. Keren ya~ hahaha

Homework buat orang tua, kualitas kita menentukan kualitas anak nanti. Fokus terhadap tujuan hidup yang utama, fokus pada kewajiban, bukan hanya sekedar menuntut hak.

Fokus, Fokus, dan Fokus.

Wednesday, August 5, 2015

Belajar Mengalah

Bukan hal yang menyenangkan sebetulnya menulis dengan penuh emosi, apalagi emosi marah. Saya sedang emosi saat ini, mungkin sebagian orang menganggapnya sepele.
Adik kelas saya di Smakbo bilang, terkadang saya terlalu berlebihan menanggapi sesuatu. Ya, kenapa? karena saya punya prinsip yang saya usahakan betul untuk tidak saya langgar. Coba lihat orang bercadar, sebagian orang akan menganggap itu adalah hal yang berlebihan. Namun menurut para pemakai cadar itu adalah bagian dari prinsip. Katanya saya ga boleh meng-generalisir bahwa semua laki-laki itu sama, harusnya adik kelas saya ini juga berpikir begitu, tidak semua orang punya prinsip yang sama seperti dia. Maaf saya jadi ngomongin adik kelas saya hahahaha

Sangat singkat, namun dua tahun selama saya kuliah adalah waktu saya benar-benar fokus, dibandingkan dengan kehidupan saya di masa lalu. Saya belajar banyak sekali baik itu soal ilmu pengetahuan maupun adab. Karena saya tahu betul betapa buruknya sifat saya. Dan sangat terasa sekali, bahwa orang terdekat kita akan mempengaruhi kita dalam bersikap, terutama dalam menyelesaikan persoalan dan menyikapi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Saya memang emosi, tapi sangat rugi kalau saya yang sedang merugi ini tidak mampu mengambil hikmah dari suatu persoalan. Kita perlu mengalah, hanya demi menjaga hubungan baik. Kadang ego kita besar karena tidak memahami keadaan orang lain. Pada intinya semua orang ingin keinginannya dituruti. Tinggal bagaimana kita pandai-pandai mengelola ego pribadi.

Dulu pernah ada ustad yang bercerita, dia dinasehati untuk tidak memikirkan berapa nominal yang akan diberikan saat ceramah. Jadi ketika sudah membuat janji untuk ceramah ditempat X lebih dulu, maka dia akan menepati janjinya, meskipun ada tawaran ceramah ditempat Y yang akan dibayar dengan jumlah yang lebih besar.

Betul sekali, tidak semua yang kita inginkan tercapai. Saya harus mencamkan itu baik-baik dan dengan kuat. Ingat lagi inot, tidak semua yang kita inginkan akan tercapai sesuai ekspektasi. Ingat lagi kehendak Allah adalah sekenario yang terbaik. 

Saya punya suatu masalah yang saya pendam bertahun-tahun karena rasa sakit hati yang entah kenapa kok saya sulit sekali menghilangkan itu. Memang semua butuh waktu, tapi itu menjadikan saya seorang wanita pembenci. Dan dampaknya adalah saya tidak pernah merasa damai. Padahal ketenangan hidup merupakan salah satu nikmat yang paling saya inginkan. Hingga akhirnya saya menunda bertahun-tahun untuk berbicara. Sampai suatu waktu Allah menghendaki saya untuk berbicara, mungkin ini saat yang tepat. Ternyata dengan saling jujur dan komunikasi yang baik, masalah itu dapat selesai dalam waktu satu hari bahkan tidak lebih dari dua jam. Lagi, Allah memberikan pelajaran berharga bagi saya.

Semua masalah itu adalah ego pribadi yang ingin menang, semuanya soal itu kalau dipikir-pikir. Kita menghendaki orang lain berbuat sesuai keinginan kita. Padahal itu belum tentu sesuai dengan keinginan orang lain. Kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Kadang ada juga orang yang tidak sadar bahwa dia telah berlaku egois. Selalu marah jika keinginannya tidak dipenuhi orang lain.

Ini mungkin karena kurang dekatnya kita dengan Allah. Pernah saya merasa dekat dengan Allah. Saat itu tidak ada kesedihan sama sekali. Saya bersemangat menjalani hidup dan berangkat kerja ke kantor. Mudah sekali memilah mana yang harus kita kerjakan mana yang tidak. Emosi menjadi stabil sekali. Tidak peduli apa yang terjadi, itu nampak seperti kesejukan peristiwa saja.

Saya punya teman seangkatan Smakbo, seorang akhwat, cantik sekali. Saya belajar makan dengan tiga jari dari dia, saya juga belajar dari dia soal adab. Dia ini akhwat yang hidupanya nampak seperti tidak pernah diuji oleh Tuhan. Karena memang dia tidak menganggap suatu masalah adalah masalah. Dan caranya itu mendamaikan hidupnya. Tenang sekali orangnya, paniknya dia, tergesa-gesanya, kejadian yang tidak sesuai harapan, tidak membuat dia marah. Sabar dan selalu bersyukur memang.

Saya juga punya kakak kelas di Smakbo, seorang akhwat. Yang nampak sekali kecintaannya pada Allah. Galaunya dia ketika merasa jauh dari Tuhannya. Cara dia menghadapi masalah, selalu kembali kepada Tuhannya. "Hanya untuk Allah" itulah yang terucap, dan selalu dia buktikan.

Susahnya belajar mengalah dan berjiwa besar. Semoga kita semua mampu ya. Adab kita yang baik, akan membentuk ukhuwah yang baik.

Allahu a'lam

Tuesday, August 4, 2015

Yang Dilakukan Setelah Menikah Dan Punya Anak (Awas Mengandung Humor!)

Sangat bahagia, mungkin itulah yang dirasakan oleh manusia-manusia yang sudah menikah dan berhasil bereproduksi hahahah

Berikut ini saya rangkum kegiatan yang nampak didunia maya setelah orang menikah dan punya anak.

Setelah menikah:
1. Upload foto pernikahan di facebook
2. Merasa bersyukur kepada Allah karena telah diberikan suami/istri seperti suami/istrinya
3. Saling mention-mention tips menjadi suami/istri yang baik
4. Upload foto-foto honeymoon
5. Gonta ganti profile facebook

Setelah punya anak:
1. Memberi pengumuman bahwa anaknya telah lahir
2. Upload foto anak yang lucu-lucu
3. Semua perkembangan anak di update di facebook
4. Lebih banyak upload foto anak dibandingkan foto suaminya
5. Upload foto sekeluarga (suami, istri, dan anak) sebagai keluarga bahagia
6. Share tips merawat anak

Sekian rangkuman dari saya, hahahahaha

Wednesday, July 29, 2015

Nenek Horor

Karena dikosan yang lama sudah tidak nyaman dan "diusir" pula, saya pun mencari kosan baru sambil berharap tidak lagi melihat orang berpacaran berpelukan didalam kamar.

Dikosan baru alhamdulillah, meskipun kamarnya kecil, udaranya nyaman. Langit-langitnya cukup pendek, sehingga saya dapat mengganti lampu yang rusak dengan berdiri diatas bantal dan guling yang ditumpuk. Aa si pemilik kosan beserta istrinya yang cantik jelita juga ramah, dan baik pula. Saya suka dikasih makanan dan buah-buahan. Suatu nikmat yang tak terhingga bagi anak kosan, hehehe

Ibunda Aa yang sakit nampaknya sudah sehat, dan tidur kembali dikamarnya yang lama. Berhubung Ibunda sudah tua, terkadang muncul sifat kekanak-kanakkannya. Awalnya saya biasa aja, tapi lama-lama jadi serem juga hahahaha.

Jadi, Ibunda takut dengan gelap, dan takut sendirian kalau dibawah tidak ada orang. Kebetulan kamar saya dilantai atas. Suatu saat, dibawah memang tidak ada anak kosan, Aa dan istrinya juga belum pulang. Waktu saya lagi solat magrib, Ibunda mengetuk pintu sebentar lalu membuka jendela kamar saya secara paksa, dia ingin ditemani dibawah sambil menonton tv. Dan saat itu dilantai atas juga tidak ada orang lain selain saya.

Lama kelamaan, setiap hari Ibunda naik ke lantai atas dan membangunkan saya solat subuh dengan membuka jendela saya, sambil berkata,"Neng, subuh neng... neng subuh neng...". Saya paham niatnya sungguh baik. Tapi saya jadi risih juga karena setiap subuh dia membuka jendela dengan paksa, tanpa mengetuk pintu, dan melihat kondisi kamar saya yang berantakan hahaha.

Hingga suatu hari, sebelum dia berhasil membuka jendela, saya ngumpet dibalik lemari, untung badan saya kecil meskipun gendut hahaha. Dia kebingungan kok saya ga ada dikamar.

Akhirnya saya mencari cara supaya jendela kamar tidak bisa lagi dibuka dari luar. Saya ikat jendela nako itu dengan beberapa tali sekuat mungkin. Di hari berikutnya, dia kesusahan untuk membukan jendela. Namun, saya tidak berani mengambil resiko jika itu gagal, sehingga saya tetap bersembunyi dibalik lemari.

Saya jadi mikir juga. Orang tua kita yang semakin tua sifatnya akan menjadi kekanak-kanakkan, atau mungkin pikun, dan sebagainya. Harus pandai-pandai merawat mereka, seperti dulu mereka benar-benar merawat kita.. hmmm...


Monday, July 13, 2015

Minta Tolong Kok Maksa?

Ini pelajaran juga buat gw, supaya gw sadar, jangan-jangan gw kalau minta tolong orang maksa hahaha
Kadang aneh aja, kok ada orang minta tolong tapi maksa. Yah, karena harus berpikiran positif, gw pasti mikir, ni orang lagi butuh banget bantuan~

Sejatinya, gw malah ga respect sama yang demikian. Setiap orang beda-beda sih, tapi buat gw kalau minta tolong itu ga perlu ngasih segudang alasan untuk memelas diri. Cukup katakan minta tolong dan beri alasan yang paling kuat, beres deh.

Orang juga seharusnya sadar, kalau ada yang ngasih segudang alasan untuk tidak bersedia menolong ya jangan maksa, itu artinya mereka menolak.

Alhamdulillah ada hadis ini...

"Barang siapa menghilangkan satu kesulitan dari orang muslim maka Allah mebalasnya dengan menghilangkan daripadanya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan yang ada pada hari kiamat” (HR. Bukhari dan Muslim).

Perlu diingat, kita tidak dilarang meminta tolong kepada orang lain, namun disisi lain kita diperintahkan untuk menjadi muslim yang kuat. Tumbuhkanlah rasa empati, dan ikut mikir perasaan si penolong.

Yuk, gw dan lo semua, sama-sama belajar buat ga jadi benalu, tapi jadi muslim yang kuat.

Saturday, July 11, 2015

Sasaki Toyoyami-san, Who Are You?


Saya pikir saya sudah kena tipu, tapi tidak masalah buat saya. Karena hikmahnya banyak. Ini jauh lebih berharga dan tidak sebanding dengan uang 100 ribu yang hilang.

Ceritanya, saya tertarik buat beli kuota internet indosat. Sasaki Toyoyami-san adalah orang yang menawarkan dagangannya di sebuah grup, Islamic Otaku Comunity Indonesia. Dari namanya, 98% saya yakin itu merupakan nama samaran, hahaha

Waktu itu dia tanya, mau bayar via pulsa atau rekening. Menurut dia lebih mudah via pulsa, akhirnya saya kirimlah pulsa 100 ribu, ke no 082292066483. Kemudian saya disuruh cek bonus, namun ternyata saya tidak mendapatkan apa-apa. Karena saya bingung, mungkin saya harus beli paket dulu, akhirnya saya tanya balik ke dia. Ternyata saya tidak bisa mengirimkan pesan melalui facebook Sasaki-san. Saya coba searching profilenya, saya tidak bisa menemukannya. Jadi, sangat mungkin saya di blokir.

Mungkin saya salah, atau sebenarnya saya tidak kena tipu, tapi menurut saya, saya tidak perlu di blokir sedemikian sehingga saya tidak bisa menghubungi Sasaki-san kembali.



















Bisa dilihat, ada tulisan "You cannot reply to this conversation"





Bahkan awalnya, dia nawarin saya buat beli kuota seharga 400 ribu, untung saya ga mau hahahaha
Alhamdulillah bisa sedekah, karena saya memang tidak shalat tarawih di mesjid, selama bulan ramadhan ini. Cuma sayangnya, kalau infaq ke mesjid uangnya dipakai untuk umat, tapi dalam kasus ini, saya tidak tahu akan digunakan untuk apa.

Tahu tidak, apa yang membuat saya berpikir bahwa orang ini jujur?



















Karena ke-islamannya, "sibuk persiapan nuzul quran".
Silahkan diambil pelajarannya ya~


Tuesday, June 23, 2015

Hwaa!!! Wajah Berjerawat Harus Bagaimana??

Bismillahirrahmanirrahim.

Kulit wajah kita mempunyai jenis yang berbeda. Ada normal, kering, dan berminyak. Biasanya kulit berminyak akan lebih mudah berjerawat dan terlihat kusam. Namun, kita sebagai muslim tentu harus berpandai-pandai dalam melihat situasi seperti ini. Memang jerawat adalah penyakit kulit, tapi adakah hikmahnya? Tentu pastilah ada. Salah satunya adalah kita secara tidak langsung akan "dipaksa" untuk hidup lebih bersih. Langkah berikutnya, tentulah perawatan wajah dalam rangka mensyukuri nikmat kita kepada Allah.

Tidak mahal, asalkan konsisten dan rutin, perawatan sederhana akan menampakkan hasil yang maksimal. Sama seperti ibadah, konsistensi meskipun hanya sedikit. Sebab itulah yang menjaga stabilitas cara kerja emosi dan pikiran manusia itu sendiri. Mulai dari minum air putih, masker lidah buaya, lemon, dan bahan-bahan lainnya dapat dimanfaatkan untuk perawatan wajah berjerawat.

Saya pribadi saat ini belajar untuk rutin dan lebih banyak meminum air putih. Dan kurang dari sebulan dampaknya sudah terasa lho! Selain wajah terlihat segar, tubuh kita sehat, dan pembentukan jerawat juga berkurang. 

Jerawat tidak hanya muncul karena faktor wajah yang kotor, tetapi juga hormon dan asupan makanan, serta minuman yang kita konsumsi. Seringkali ketika kita sudah membersihkan wajah secara rutin, namun karena faktor stres, jerawat itu muncul kembali. Menambah shalat sunnah bisa menjadi solusi lho! Misalnya shalat tahajud. Sebelum shalat tahajud, kita bersuci terlebih dahulu dengan air suci dan bersih. Air mengandung lebih banyak oksigen di pagi hari dan juga ozon. Oksigen akan membantu menyegarkan kulit, dan membunuh bakteri penyebab jerawat.

Selain perawatan harian, tentunya kita membutuhkan perawatan mingguan, misalnya menggunakan masker. Salah satu masker yang dapat digunakan adalah masker yang terbuat dari rempah-rempah dari Roro Mendut. Untuk kulit berjerawat terdiri dari dua tahap, yaitu menggunakan Lulur Rempah Hitam. Lulur Rempah Hitam ini dapat diaplikasikan secara ganda yaitu pada wajah dan juga tubuh. Kemudian yang kedua adalah Masker Jerawat Brotowali.


Lulur Rempah Hitam memadukan khasiat dari teh hitam, rumput laut, rempah-rempah dan ketan hitam organik yang terkenal dapat menciptakan keindahan sempurna pada kulit, menjadikan kulit putih cerah, bersih dan bening, membersihkan pori-pori kulit secara mendalam dengan lembut (aman untuk kulit sensitif), menghilangkan daki dan kekusaman pada kulit, meregenerasi sel kulit mati secara optimal sehingga menghilangkan kulit yang kasar dan menipiskan noda hitam, mencegah penuaan, mengencangkan kulit serta menjaga elastisitas kulit, membersihkan komedo, kelenjar minyak dan sebum penyebab jerawat.



Masker jerawat brotowali memadukan khasiat dari daun brotowali, teh hijau, beras ketan dan rumput laut yang berkhasiat mengatasi jerawat dengan cara membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengatasi peradangan pada kulit. Memulihkan kondisi kulit dengan menutrisinya secara mendalam serta mengurangi produksi kelenjar minyak berlebih serta sebum penyebab komedo dan jerawat.

Nah, itu dia beberapa solusi untuk merawat wajah berjerawat. Untuk perawatan harian, dapat juga menggunakan produk lain, misalnya produk dari Wardah, yaitu Acne Tightening Pore. Produk ini berfungsi untuk mengecilkan pori-pori dan mengurangi minyak pada wajah. 

Perawatan harian maupun mingguan tidak boleh diaplikasikan secara berlebihan. Bagi wajah berjerawat mencuci wajah lebih dari dua kali sehari dapat memicu pembentukan minyak lebih banyak.

Sekali lagi, perawatan wajah tidak perlu mahal :)
Bahkan kita dapat menggunakan bahan-bahan alami sederhana disekitar kita.