Beberapa waktu yang lalu saya menonton video Mario Teguh di Youtube, membahas mengenai bagaimana beliau membangun keahlian. Jadi, beliau mungkin adalah tipe orang yang cepat sekali bosan. Ketika melakukan hal baru, maka Mario kecil akan mendalami hal itu dengan sangat dalam, dan ketika sudah menguasai, ditinggalkanlah, lalu mecoba hal baru lainnya, dan dikuasai lagi lebih dalam, begitu seterusnya.
Adik kelas saya waktu itu terlihat galau sekali, dia kebingungan mencari passionnya. Bagaimanapun juga hampir semua orang berharap akan menghasilkan uang melalui pekerjaan yang disukainya. Meskipun ia merasa bahwa pekerjaannya nanti akan mendapat gaji yangkecil, dia tetap meneruskan kuliahnya, yang baginya bidang itu adalah passion.
Saya pernah membaca quote, hidup sejatinya bukan kompetisi, melainkan perjalanan. Memang jika hidup adalah kompetisi maka hampir semua orang di dunia ini berjuang untuk lebih baik dari yang lain. Kita akan cenderung membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Padahal jika kita mau memudahkan diri, sebenarnya kita hanya perlu menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. Hidup ini kita yang menjalankannya, orang lain akan menjadi penonton dan komentator. Seseorang merupakan pemain dalam kehidupannya sendiri.
Saya sendiri tipe orang yang proses pembelajarannya tergolong lamban. Saya jadi ingin tertawa kalau mengingat masa lalu hahaha. Saya baru memahami kenapa harus mempelajari makhraj huruf dan tajwid ketika saya di smakbo. Bahkan saya tidak tahu kenapa dulu saya harus membaca Alquran, menghafalnya, lalu menulisnya dan sebagainya. Lalu yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya baru menemukan cara saya belajar ketika kuliah. Semuanya berproses, terutama karena saya bertemu dengan orang-orang baru, dan berusaha mencotoh dari pribadi-pribadi yang baik.
Sama halnya dengan Sirah Nabawiyah, dulu saya bingung kenapa harus mempelajari itu, toh kita sudah tahu inti ceritanya, apa fungsinya jika kita terus menerus membacanya. Saya baru sadar belum lama ini. Karena ketika itu saya membeli buku Sirah Nabawiyah hanya sekedar ingin beli, membacanya pun tidak tuntas. Ternyata untuk memantapkan adab yang baik contoh paling jelas ada dalam Sirah Nabawiyah. Tidak hanya kisah Rasulullah saw saja, tapi akhlak sahabat-sahabat beliau yang mengagumkan. Dan kalau dipikir-pikir semua permasalahan hidup kita sudah terjawab di masa lalu. Ada yang terkisah dalam kitab suci, atau riwayat-riwayat lainnya.
Lamban ya, boleh dibilang saya iri sekali dengan orang yang bisa membagi waktunya dengan baik. Saya juga iri dengan orang-orang yang selalu belajar, bisa mengulang-ngulang pelajaran, dan yang paling penting orang-orang yang sangat konsisten dalam membangun keahlian, fokus, tidak setengah-setengah. Mario Teguh pernah berkata, jangan sampai kita bilang bisnis yang kita lakukan itu adalah bisnis kecil-kecilan atau bisnis sampingan, kata-kata yang kita katakan itu membuat diri kita menjadi seperti itu, tanpa kita sadari.
Baru saja terlintas bahwa keahlian yang harus saya bangun saat ini adalah menjadi pendengar, penerima informasi, dan penyimak yang baik. Tidak hanya mendengar nasihat, motivasi, saran, dan kritik, melainkan aktif dalam mencari informasi itu sendiri. Menerima informasi tidak harus pula melalui suara, bisa juga melalui tulisan, artinya saya harus banyak membaca.
No comments:
Post a Comment