Sunday, December 27, 2015

Suka-Suka Gue 2

"Bukan mengurusi hidup orang lain, tapi kita punya kewajiban untuk mengingatkan."
Silahkan berkaca pada diri sendiri dulu, sudah dilaksanakan belum???


Itulah pentingnya Dakwah Fardhiyah, ada sebab kenapa orang lain tidak mau mendengakan kita, betul kan?

Belajar Memasak

Dok. Pribadi
Masak? Jangan ditanya saya bisa atau engga hahahaha. Kadang kasihan sama Abi, masakan istrinya ancurrrrr, wkwkwk.
Sering banget denger cerita teman yang eksperimen berbagai macam masakan, bumbu ini bumbu itu, masak ini masak itu. Akhirnya baru minggu akhir-akhir ini bisa kesampean belajar masak dengan cukup sungguh-sungguh hahaha.

Ceritanya saya kepingin nangka, udah lama banget. Hari ini beli di pasar, 2 Kg, sama kulit-kulitnya harganya kalau ga 10.000 atau 15.000. Biji nangka juga bisa dimasak, jadi sayang kalau saya buang. Saya coba bikin bumbu sayur lodeh. Campurannya tidak banyak, hanya biji nangka, kacang panjang, dan tempe, cabe gila sebagai pelengkap untuk memeriahkan warna masakan hahaha. 

Kalau lihat di internet bumbunya memang tidak semua sama, bergantung sesuai selera. Bumbu yang saya pakai, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, semuanya dihaluskan bersama cabe merah. Lalu bumbu lainnya adalah daun salam, lengkuas, gula, garam, dan tidak lupa santan.


Dok. Pribadi
Bakwan, kayaknya saya sering banget buat bakwan ini. Memang gorengan bukan makanan sehat, tapi ini biasanya saya manfaatkan untuk mengganjal perut hahaha.

Dok. Pribadi
Bumbu bakwan yang biasanya saya gunakan itu bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan garam. Untuk tepungnya biasanya saya pakai tepung terigu Lencana Merah, katanya ini termasuk tepung berprotein rendah. Kalau tepung berprotein tinggi biasanya untuk roti. Kadang tepungnya suka saya campur sama Tepung Bumbu Sasa (TBS) khusus untuk bakwan. Dan saya tidak lagi menambahkan garam jika menggunakan campuran dengan TBS. Biasanya saya membuat adonan untuk kurang lebih 3 hari, supaya lebih efisien dan efektif, soalnya saya suka males motong-motong sayurannya hahaha. Tapi tentunya tidak boleh dibiarkan terlalu lama, karena rasanya bisa berubah meskipun disimpan dalam kulkas.

Dok. Pribadi
Kalau yang ini ceritanya adalah ampela hahaha, saya nyobain mau buat ampela goreng. Tapi saya ga yakin bumbunya. Masakan yang lain juga saya ga ada yang yakin sebenernya hahahaha. Untuk bumbu ampela saya coba, bawang merah, bawang putih, lada, kemiri, ketumbar, jahe, kunyit, dan garam.

Meskipun masakan saya ancur dan ga enak, Abii tetap makan, soalnya laper hahahahaha, engga juga deng, Abi selalu meyakinkan masakan saya enak, tapi kalau kurang garam, terlalu lembek, belum matang, dan kekurangan lainnya, beliau selalu jujur :*


Saturday, December 26, 2015

Hmm... @#$%^&*(

Mungkin pada akhirnya, kita yang lebih nyaman memakai hijab biasa akan mendapat predikat "terlalu kaku", "sok" shalihah, dan "menjudge" pengguna hijab kekinian bahwa mereka merasa dianggap kurang "syar'i".

Bosen banget nulis masalah ini, hahaha

Habisnya ini gara-gara kemarin baca artikel yang di share teman, sama melihat rata-rata yang dulu pada pakai hijab biasa, sekarang menjadi lebih kekinian hahaha.

Kemarin habis diskusi sama Mei, dia bilang begini, "Yang sederhana yang utama. Tapi kalo dengan 'yang ada' sekarang bisa mengantarkan orang ke yg lebih syar'i dari sebelumnya, why not?"

Betul, sepertinya ini karena "cara dakwah" menjadikan pemahaman berbeda bagi beberapa orang. Sebelumnya Mei berkata, "Semakin dalam pemahaman seseorang, semakin mudah dia menerima kebenaran. Soal jilbab syar'i mah udah jelas jawabannya, proses ngasih taunya aja yg macem2. Makanya dalam fiqh dakwah dikenal istilah Dakwah Fardhiyah, karena setiap orang punya cara pendekatan masing2".

Apa itu Dakwah Fardhiyah?
Adalah dakwah dengan pendekatan pribadi/personal kepada objek dakwah. Diambil dari sumber internet yang mengutip pada buku 7 Tahapan Dakwah Fardhiyah karya Syaikh Mustafa Mansur, berikut ini merupakan tahapan-tahapan dari dakwah tersebut.

1. Membina hubungan yang baik dengan objek dakwah
2. Membangkitkan iman yang mengendap dalam jiwa
3. Membantu memperbaiki keadaan dirinya dengan ibadah-ibadah yang diwajibkan
4. Menjelaskan tentang kesyumulan ibadah, bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual-ritual shalat, puasa, zakat, dan haji saja.
5. Menjelaskan kewajiban berdakwah kepada sesama muslim. Bahwa keberagamaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman kita sendiri.
6. Menjelaskan bahwa kewajiban diatas tidak mungkin dilaksanakan secara individu (infiradhi) tetapi harus dilaksanakan secara kolektif dan berjamaah
7. Menjelaskan jamaah-jamaah islam yang layak dijadikan tempat ia berjuang menegakkan islam ini.

"Membina hubungan yang baik dengan objek dakwah", dari proses ini kita akan mengetahui sifat-sifatnya, apa permasalahannya, sehingga tahu bagaimana harus mengarahkannya, kurang lebih seperti itu.

Waktu itu ada seorang kakak kelas, saya lupa dia ini anggota LDK kampus atau bukan. Dia bertanya sama teman yang menjual khimar polos segiempat, dia bertanya soal pasmina, menurut teman saya begini, "Aku masih belum nyaman dan sepakat dg pasmina, rasanyaa lebih sederhana lebih nyaman", lalu si kakak itu bilang begini, "Yg d cari kan syar'i nya, toh selama pake pasmina masih bisa syar'i knp gak".

Terus, waktu itu, saya nanya ke kakak kelas waktu smk, soal hijab motif, karena saya belum mau memakai hijab motif sebab merasa menjadi terlihat mencolok. Habis itu kata dia, kalau ga salah asal motifnya tidak ramai tidak masalah. Dia tanya kenapa saya tidak mau pakai hijab motif, saya jawab takut banyak mudharat bagi yang memandang. Dia bilang, "Yang penting menutup dada".

Masalah hijab ini, syarat-syaratnya jelas, tapi istilah "sederhana" ternyata jadi relatif seiring berlalunya waktu ya... hahahah

Allahua'lam, apapun hijabnya semoga niatnya benar.

Tuesday, December 15, 2015

Selamat Jalan Ka Bunga~

Dok. Pribadi | Camera: Samsung | Edit: Camera360 Sight
Ka Bunga, senior saya di kantor dan juga senior saya di Smakbo. Orangnya ceria, cerdas, dan selalu positif. Saya tergolong introvert dan sulit membuka diri di awal-awal waktu masuk kerja. Keinginan untuk tidak bekerja sangat kuat, hahahaha. Berkaitan dengan pekerjaan saya sebagai staff RND, Ka Bunga memanggil saya ke ruang meeting, dan kami pun berbicara.

Dia bilang, cari alasan kuat apa yang bisa membuat kamu bertahan. Karena waktu itu Abi udah niat mau nikahin aku, ceelah wkwk, aku bilang, aku bekerja karena akhir tahun 2015 mau menikah.

Dan, akhirnya saya bertahan hingga saat ini hahaha. Alhamdulillah lingkungan kantor yang sangat menyenangkan membuat saya betah. Kami semua bekerja dengan sersan, santai tapi serius.

Ka Bunga juga yang mengajari saya dan memberi tips untuk menjawab pertanyaan dari auditor saat di audit.

Sekarang Ka Bunga sudah resign dari kantor. Selamat jalan Ka Bunga, sukses terus ya...
Terima kasih atas semangat positif dan bantuannya selama ini...

Monday, December 14, 2015

Mencoba Menjual Makanan

Dok. Pribadi
Ternyata berdagang itu sulit ya. Pantas ada yang bilang lebih baik fokus pada satu jenis dagangan. Agar dapat mendalami seluk beluknya dengan baik. Ceritanya saya lagi mau mencoba untuk menjual makanan, supaya dapat ilmu baru. Saya memilih camilan sehat gandum goreng. Selain gurih dan enak, produk ini diproduksi tanpa bahan pengawet. Dan jangan bayangkan rasanya seperti roti gandum, karena memang berbeda rasanya.

Saat saya promosi, ada tanggapan dari pembeli yang belum pernah saya dengar selama saya berjualan.

"Tester kakaaa"
"Tester doongg"
"Yah not, anakku belum suka camilan gandum"
"Waah...inot...maapin...ibu aku ga tahan mamam gandum...ini lg kumat perutnya...gara2 roti"

Tidak tahu kenapa dua komentar terakhir membuat saya tergelitik sekaligus kebingungan hahahah. Yaudah, akhirnya saya jawab "Iya, gpp, aku nawarin ibunya ko, bukan anaknya", dan "Iya nawarinnya ke *** ko, bukan ke ibunya". Hahaha, sebenarnya saya paham maksudnya. Mereka ini tipe orang yang memikirkan orang lain, untuk anaknya dan ibunya. Jadi lebih enak kalau selain dirinya, keluarga yang lain juga ikut makan.

Padahal kalau minta tester seperti dua komentar pertama, beneran saya kasih lho! Hihihi



Sunday, December 13, 2015

Mengumpulkan Aset Usaha



Alhamdulillah, ya Allah terima kasih banyak, akhirnya kebeli juga laptop buat aset. Dengan laptop ini saya mau belajar desain grafis, menulis dan lainnya untuk menunjang usaha saya. Semoga dikehendaki Allah, aamiin Allahumma aamiin.

Hari minggu kemarin saya ke SDC (Summarecon Digital Center) Serpong sama suami. Belum banyak yang terisi disana. Ada bermacam-macan gadget dan laptop. Karena tujuannya membeli laptop, kami lihat-lihat merek Asus, Acer, Lenovo, dan HP, sayangnya saya cari-cari Axioo belum ada yang jual. Harganya mahal, terlebih lagi laptop dengan prosesor intel i3, i5, dan i7. Ketiganya prosesor terbaru dan sepertinya performance-nya juga bagus.

Karena kita cuma punya budget yang terbatas, kami pun memutuskan untuk membeli laptop Lenovo dengan prosesor AMD A8. Menurut penjual performance AMD 8 satu tingkat diatas i3, namun masih dibawah i5. 

Operating System Windows yang asli ternyata harganya 1,5 juta, dan itu belum ke beli, hahaha
Semoga dilain kesempatan ada rezeki untuk membelinya, aamiin.


Friday, December 11, 2015

Merasa Kosong

Dok. Pribadi
Pernahkah kamu merasa kosong? Kadang bingung harus berbuat apa terhadap hidup ini...

Thursday, December 10, 2015

Teguran Mimpi

Pagi tadi gw amat sangat ngantuk, badan juga agak panas, karena sepertinya memang kurang sehat. Alhasil gw pun tidur kembali setelah shalat subuh.

Gw bermimpi. Di mimpi itu terlihat ada banyak orang mengantri, menunggu untuk bersalaman dengan seseorang. Disitu ternyata ada Mba Tuti sama anaknya yang udah gede, Faza. Padahal aslinya anaknya masih balita. Pas gw tanya, katanya itu Syaik As Sudais. Mba Tuti sama Faza mau minta didoain sama Syaikh As Sudais.

Karena Syaikh As Sudais orang soleh, penghapal Alquran, maka gw juga mau minta didoain sama beliau. Tapi kata Mba Tuti, mereka dapet tiket buat ngantri itu sejak dari kecil. Gw bingung, tp gw tetep berdiri diantrian itu.

Ternyata Syaikh melihat gw, dan tetiba beliau nanya, "Kamu ngapain nganggur?"
Karena merasa ga nganggur gw pun jawab, "Saya ngga nganggur kok"

"Nganggur ibadah," kata beliau melanjutkan.

Dimimpi itu gw terduduk lemes dan mikir, iya ya gw kurang ibadah. Ga lama setelah itu gw kebangun. Suami gw pun ngedatengin gw. Gw nanya gimana perawakan Syaikh As Sudais sebenarnya. Kata suami gw orangnya besar putih, mungkin karena badannya besar, beliau kliatan agak gendut. Akhirnya gw searching, ternyata perawakannya beda jauh sama yang ada di mimpi gw.

Terlepas itu mimpi dari Allah atau bukan, setidaknya gw jadi mikir dan ambil sisi positifnya. Iya, gw emang kurang ibadahnya, Gw masih ditegur lewat cara yang lembut, yaitu lewat mimpi. Alhamdulillah, semoga gw jadi lebih baik kedepannya.

Wednesday, December 9, 2015

Suka Suka Gue

"Menurut sudut pandang gw jaman sekarang udah beda, ada medsos dll. Setiap orang punya hak buat posting apapun. Ga usah ngurusin hidup orang lain. Ngurusin hidup sendiri aja udah susah. Jujur, gw belom bisa kayak elu, yang agamanya udah level atas"

"Suka suka gw, facebook gw, kalo ga suka tinggal unfollow"

Begitulah zaman sekarang...
Bukan mengurusi hidup orang lain, tapi kita punya kewajiban untuk mengingatkan.

Hati-hati bilang "suka-suka gue" ya...
karena kita hidup untuk beribadah bukan untuk "suka-suka gue"

Monday, December 7, 2015

Freelancer

http://www.fuccha.in/
Hmm, akhirnya gw bisa resign setelah sekian lama, hahah baru setahun padahal. Iya, gw udah ngajuin surat resign, tanggal 25 Desember 2015 akhir dari tugas gw sebagai staff RND. Gw bertahan karena butuh uang buat nikah hahahaha. Engga juga deng! Gw baru tahu pekerjaan RND dan ternyata banyak ilmu yang ga diajarin waktu gw sekolah. Jadi, sayang banget kalau gw melewatkan kesempatan ini. Sebenernya sayang juga gw resign. Apadaya gw telah dzalim, dan akhirnya memilih untuh resign. Dzalimnya gw itu... gw ga bisa nyelesein pekerjaan di kantor dan di rumah dengan tuntas. 

Karena kebutuhan perusahaan, manager gw minta gw jadi freelancer. Katanya terserah gw mau dateng hari apa, jam berapa, bayarannya per jam. Karena masih butuh modal buat usaha, gw memilih untuk menerima tawaran ini.


Tidak Jelas

Gw dulu mikir gw sendirian karena diantara orang rumah ga ada yang sependapat sama gw dalam beberapa hal. Dan dalam beberapa hal ternyata gw juga ga sependapat sama suami gw. 

Barusan gw kepo ke status-statusnya Jonru, ko gw bacanya pusing ya, hahaha. Gw bukan ga suka sama orang-orang yang berusaha untuk menyampaikan kebenaran. Tapi gw kayaknya ga suka sama isi tulisannya yang kurang lembut, provokatif, dan terkesan mengintimidasi. Ini bukti besar ga ada satu manusia pun yang mampu menulis dengan kelembutan kata-kata seperti dalam Alquran meskipun tentang ancaman neraka. Tegas, lugas, tapi penyampainnya lembut. Ini sih menurut pendapat gw. Daannn... gw sangat mengapreasi orang-orang yang berusaha menyampaikan kebenaran dengan lembut, berusaha mengikuti Rasulullah saw.

Itu mungkin bedanya jaman sekarang sama jaman dulu. Jaman sekarang udah ada medsos. Orang bebas ngomong segala macem opini. Katanya mah "suka-suka gue, akun ya akun gw, apa urusan lo?" hahahaha. Urusan kita saling ngingetin sih sebenarnya...

Melihat orang-orang yang kata-katanya menyakitkan, membuat gw jadi lebih mikir sekarang. Jangan nulis sembarangan. Kayak posting berlebihan kemesraan suami istri, update segala macem kondisi kehamilannya, terus yang baru gw baca itu soal LDM (long distance marriage). Katanya mah "positif thinking aja". Sebetulnya harus berjalan dua arah. Orang lain mudah bilang "positif thinking aja" karena belum ngerasain. Itulah perlunya empati. Iya, lu nikah langsung hamil, posting macem-macem, ada orang yang dua tahun belum hamil, mikir ga rasanya gimana? 

Tuh kan gw jadi nulis "gw" "elu", tulisannya kasar nih. 

============================================

Itu saya kasih contoh tulisan yang kurang lembut. Mungkin begini ya, banyaknya keributan/pertengkaran/dsb karena kita kurang mampu menerima perbedaan pendapat. Dan alasan utamanya adalah karena kita yakin bahwa apa yang kita yakini itulah yang paling benar, sisanya salah. Saya selalu bilang pada diri sendiri "pendapat orang lain belum tentu salah". Tapi terkadang penyampaian yang kurang baik membuat kebenaran itu nampak salah.

Atau mungkin saya yang terlalu sombong dan menganggap orang itu menyampaikan dengan cara yang salah, bisa jadi juga kan?

Saya tidak setiap waktu memikirkan ini, hanya waktu-waktu tertentu. Suami kebetulan ikut SPI (Sekolah Pemikiran Islam), beliau pasti lebih tahu soal pemikiran, saya sebaliknya, karena tidak berguru, sehingga saya (seringkali) punya pemikiran sendiri tanpa pengetahuan yang cukup. Ini yang membuat saya berbeda pendapat dengan suami. Ini pula yang membuat saya suka pusing sendiri.

Misalnya saja seperti kasus bendera France di facebook kemarin, soal mengingatkan kembali Gaza. Saya mengatakan hasil diskusi bersama teman, yang sama-sama punya pemikiran minor. Buat saya, membuat image baik seorang muslim menjadi penting saat ini. Bahkan kalau bisa itu bukan kepura-puraan, melainkan kebiasaan adab yang baik. Mengapa? karena banyak yang membenci kaum muslimin. "Mereka" berhasil membuat kita semua terpojok. Membuat mata dunia melihat bahwa itu adalah kesalahan kita, dan banyak yang percaya. Itu sebabnya saya bilang kenapa lebih baik menyampaikan kebenaran dengan cara yang lembut. Akhlak adalah contoh terbaik, terlebih lagi tutur kata yang baik. Ini hanya opini saya saja. Saya sendiri belum bisa untuk menjadi contoh bagi orang lain. Saya tidak mau memikirkan diri sendiri, tapi memikirkan umat jauh lebih sulit. Padahal kewajiban kita cuma menyampaikan satu ayat. 

Saya takut. Takut kalau saya ini sebenarnya hanya pura-pura peduli. 


Wednesday, December 2, 2015

Belum Bisa Mandiri

Kemandirian memang dibangun, harus dilatih. Dari dulu hingga sudah menikah pun gw masih suka banget sama yang namanya 'kesendirian'. Karena dalam kesendirian itu gw belajar banyak hal. Yang gw pikirin adalah ga semua orang mau nolongin kita disaat kita ingin ditolong. Jadi, gw rasanya pengen banget menguasai semua keahlian. Eh, akhirnya malah ga ada yang gw kuasai hahaha. Keahlian itu pengen gw kuasai, agar gw mandiri kerja sendiri tanpa bantuan orang lain.
Misalnya menulis, gw ga mungkin selalu minta tolong orang lain untuk membuat suatu artikel, oleh sebab itu gw harus bisa menulis sendiri.
Yang kedua desain, gw ga mungkin juga selalu minta dibuatin desain sama adek kelas yang jago photoshop atau corel, terlebih lagi dengan budget gw yang ga banyak. Jadi untuk berhemat gw harus bisa desain grafis.
Yang ketiga desain web, gw mau minta tolong siapa??? hahaha gw harus bisa sendiri. 
Tapi rata-rata, yang gw senangi memang berhubungan sama komputer ya.

Hari ini 3/12/2015, gw pergi ke kantor dengan baju dan kerudung bergo yang belum digosok. Sampai kantor kakak kelas gw yang juga senior gw dikantor bilang, "Kamu udah nikah, pakai kerudung lecek, ketahuan banget sih ga mandirinya kamu", begitu katanya hahaha. Gw emang sengaja pake baju yang ga keliatan lecek kalau ga digosok, baju batik warna merah hahahah. Tapi kerudung gw yang warna putih emang lecek banget ahahaha. Gw emang ga sempet gosok baju. Saking capeknya gw. Cucian yang udah gw rendem semalem pun ga jadi gw cuci. Badan gw sakit semua. Makanya gw ga nungguin suami gw yang pulang malem, gw tinggal tidur.

Di bilang ga bisa mengatur waktu ya bener, gw emang belom bisa. Kalau gw mau minta tolong, mau minta tolong siapa?? hahaha. Ini salah satu alasan gw pengen banget resign. Dikiranya kekuatan fisik gw sama kayak ibu rumah tangga yang ga kerja kantoran, fiuhhh~

Gw ngontrak, jadi jangan samakan dengan wanita karir yang masih tinggal dirumah orang tuanya. Bukan menuduh mereka ga mandiri lho, tapi setidaknya tinggal dirumah orang tua, dengan kasih sayang orang tua, mereka pasti dengan sukarela mau bantu. Gw yang hidup ga jauh dari orang tua juga masih minta tolong nyuci baju, karena saking capeknya gw, dan air dikontrakan yang jelek. Kebetulan airnya air sumur, baju suami gw yang warna putih jadi kuning-kuning, serba salah deh gw hahahaha

Fisik gw yang mudah lelah ini, membuat gw jadi suka sakit. Saking hampir setiap saat gw sakit, gw sampe bosen, hahaha. Manager gw ngirimin gw semacam tausyiah, intinya gw harus tobat dan banyak dzikir supaya ga gampang sakit.

Hahahaha, tulisan ini, bener-bener tulisan yang isi keluhannya ga bermanfaat. Tidak direkomendasikan untuk dibaca wkwkwk