Mungkin pada akhirnya, kita yang lebih nyaman memakai hijab biasa akan mendapat predikat "terlalu kaku", "sok" shalihah, dan "menjudge" pengguna hijab kekinian bahwa mereka merasa dianggap kurang "syar'i".
Bosen banget nulis masalah ini, hahaha
Habisnya ini gara-gara kemarin baca artikel yang di share teman, sama melihat rata-rata yang dulu pada pakai hijab biasa, sekarang menjadi lebih kekinian hahaha.
Kemarin habis diskusi sama Mei, dia bilang begini, "Yang sederhana yang utama. Tapi kalo dengan 'yang ada' sekarang bisa mengantarkan orang ke yg lebih syar'i dari sebelumnya, why not?"
Betul, sepertinya ini karena "cara dakwah" menjadikan pemahaman berbeda bagi beberapa orang. Sebelumnya Mei berkata, "Semakin dalam pemahaman seseorang, semakin mudah dia menerima kebenaran. Soal jilbab syar'i mah udah jelas jawabannya, proses ngasih taunya aja yg macem2. Makanya dalam fiqh dakwah dikenal istilah Dakwah Fardhiyah, karena setiap orang punya cara pendekatan masing2".
Apa itu Dakwah Fardhiyah?
Adalah dakwah dengan pendekatan pribadi/personal kepada objek dakwah. Diambil dari sumber internet yang mengutip pada buku 7 Tahapan Dakwah Fardhiyah karya Syaikh Mustafa Mansur, berikut ini merupakan tahapan-tahapan dari dakwah tersebut.
2. Membangkitkan iman yang mengendap dalam jiwa
3. Membantu memperbaiki keadaan dirinya dengan ibadah-ibadah yang diwajibkan
4. Menjelaskan tentang kesyumulan ibadah, bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual-ritual shalat, puasa, zakat, dan haji saja.
5. Menjelaskan kewajiban berdakwah kepada sesama muslim. Bahwa keberagamaan kita tidak cukup hanya dengan keislaman kita sendiri.
6. Menjelaskan bahwa kewajiban diatas tidak mungkin dilaksanakan secara individu (infiradhi) tetapi harus dilaksanakan secara kolektif dan berjamaah
7. Menjelaskan jamaah-jamaah islam yang layak dijadikan tempat ia berjuang menegakkan islam ini.
"Membina hubungan yang baik dengan objek dakwah", dari proses ini kita akan mengetahui sifat-sifatnya, apa permasalahannya, sehingga tahu bagaimana harus mengarahkannya, kurang lebih seperti itu.
Waktu itu ada seorang kakak kelas, saya lupa dia ini anggota LDK kampus atau bukan. Dia bertanya sama teman yang menjual khimar polos segiempat, dia bertanya soal pasmina, menurut teman saya begini, "Aku masih belum nyaman dan sepakat dg pasmina, rasanyaa lebih sederhana lebih nyaman", lalu si kakak itu bilang begini, "Yg d cari kan syar'i nya, toh selama pake pasmina masih bisa syar'i knp gak".
Terus, waktu itu, saya nanya ke kakak kelas waktu smk, soal hijab motif, karena saya belum mau memakai hijab motif sebab merasa menjadi terlihat mencolok. Habis itu kata dia, kalau ga salah asal motifnya tidak ramai tidak masalah. Dia tanya kenapa saya tidak mau pakai hijab motif, saya jawab takut banyak mudharat bagi yang memandang. Dia bilang, "Yang penting menutup dada".
Masalah hijab ini, syarat-syaratnya jelas, tapi istilah "sederhana" ternyata jadi relatif seiring berlalunya waktu ya... hahahah
Allahua'lam, apapun hijabnya semoga niatnya benar.
No comments:
Post a Comment