Monday, October 27, 2014

Diary: 27/10/14

Raisha dan Inot

Hari ini adalah pengambilan toga dan perlengkapan lainnya di kampus. Saya janjian dengan beberapa teman, Raisha dan Winda. Saya sampai lebih dulu, kemudian ikut berebut memilah-milah toga dan lainnya.

Singkat cerita, kemarin saya sudah meminta tolong kepada Raisha untuk menemani saya membeli baju di Batik Keris di Botani Square. Ternyata kami berdua juga ingin membeli sesuatu di tempat yang lain, Raisha ingin ke Cherry, sedangkan saya ingin ke Giant. Pertama kali, kami memutuskan untuk membeli baju di Batik Keris.

Baju-baju di Batik Keris bagus-bagus modelnya. Harganya juga bagus hahaha. Sebetulnya saya bisa saja memilih baju. Tapi saya pikir, saya tidak punya pengetahuan tentang warna yang cocok agar pas jika dipakai seseorang. Akhirnya, Raisha yang memilihkan baju untuk saya.

Setelah membeli baju, kami menitipkan tas di penitipan barang Giant, kemudian naik dua lantai menuju Cherry. Di Cherry banyak sekali barang yang lucu-lucu. Ada bunga-bunga plastik, dan pot dengan tanaman tiruan berwarna hijau. Saya sangat tertarik sekali untuk membeli tanaman tiruan itu karena warna hijaunya terlihat menyejukkan (jika dipajang dirumah saya nanti). Raisha ingin membeli ikat rambut dan saya jadi ikut-ikutan kepingin beli juga. Dirasa sudah lama melihat di Cherry, kami mencoba menjelajahi Bunga. Sama seperti Cherry, Bunga juga menjual berbagai pernak pernik untuk perempuan. Berhubung tidak ada yang menarik hati, kembali lagi lah kami ke Cherry dan Raisha memutuskan untuk membeli beberapa ikat rambut, sedangkan saya membeli ikat rambut, cermin kecil, dan sebuah bros kecil.

Tempat selanjutnya adalah berbelanja di Giant. Saya memperlihatkan impian saya pada Raisha, yaitu mengoleksi barang-barang dari Japan Houseware. Barang-barang di Japan Houseware bertuliskan “Made In Japan” jika memang barang tersebut buatan Jepang. Ada beberapa bentuk benda kreatif yang tidak terpikirkan oleh orang-orang pada umumnya. Raisha pun tertarik untuk membeli beberapa barang. Ada beberapa botol refill (pump) yang sangat menarik dan lucu. Terdapat tiga botol transparan yang masing-masing bertuliskan huruf katakana. Huruf katakana tersebut menunjukkan penggunaan dari masing-masing botol. Botol pertama adalah rinse, botol kedua bertuliskan shampo, sedangkan botol ketiga saya kesulitan membaca hurufnya karena lupa. Ternyata di label harganya terdapat tulisan dari huruf katakana tersebut, penggunaan botol ketiga adalah untuk sabun/body soap. Raisha pun membeli botol ketiga tersebut. Selain itu dia juga membeli pill case dan chopstick, sedangkan saya hanya membeli cream case.

Selanjutnya saya membeli handbody Vaseline Heathly White Insta Fair yang menurut saya cukup mahal harganya. Saya termakan iklan untuk mencoba produk tersebut hahahah.

Selesai belanja di Giant, kami merasa lapar dan memutuskan untuk membeli roti di Bread Talk. Saya jadi teringat Nodame yang membeli croissant di Paris. Chocolate croissant pun menjadi pilihan makan siang saya. Ini juga pertama kalinya saya makan croissant.

Kami makan roti sambil duduk di dekat elevator. Di saat inilah saya berpikir. Betapa bersyukurnya saya, lagi-lagi sebetulnya tidak ada sesuatu dalam hidup saya yang bisa di keluhkan. Saya memang tidak seperti teman-teman lain yang bisa jalan-jalan ke luar kota/luar negeri, wisata kuliner kesana kemari dan sebagainya. Tetapi ternyata bertemu dengan seorang sahabat, bicara berbagai hal, berbagi perasaan, berbagi kekhawatiran adalah memori yang sangat menyenangkan.

Saya menyadari bahwa saya bukanlah perempuan baik-baik. Meskipun demikian, Allah bijaksana sekali, memberi saya keluarga, sahabat, teman yang semuanya adalah orang baik. Hidup saya terasa lebih seimbang. Allah selalu menempatkan saya di lingkungan yang baik, sungguh salah satu nikmat yang tak tergantikan.

Walaupun pada dasarnya semua orang menyukai kebaikan dan bersikap baik, namun sikap “memahami” antara satu sama lain, terkadang sulit untuk dilakukan.

Terima kasih untuk orang-orang yang sudah bersedia untuk memahami saya :)


Friday, October 24, 2014

Hari Aib Sedunia




Sungguh, tidak menyenangkan melihat saudara sendiri memakan bangkai saudaranya. Dari kejadian itu, saya menyimpulkan, bahwa membicarakan orang lain adalah hal yang menyebalkan. Dan mungkin terkadang secara tidak sadar melakukannya, tapi bisa juga dilakukan saat kita amat sangat sadar. 

Kita tahu, ghibah tidak diperbolehkan. Pertanyaannya “Apa yang membuat kita sering melakukannya?”

Pertanyaan ini pun untuk mengoreksi diri saya sendiri. Sebab kebanyakan perempuan terlena saat membicarakan aib orang lain.

Seringkali, saya pribadi sulit membedakan antara menceritakan diri sendiri yang menyangkut orang lain atau menceritakan aib orang lain atau lagi bercerita dalam rangka menemukan solusi.

Kita juga seringkali menganggap remeh aib-aib orang dari persoalan kecil dan menganggap besar aib-aib dari persoalan besar. Contohnya menurut saya, kita terbiasa membicarakan kejelekan pejabat pemerintah, hanya berbicara saja, dan terus bablas. Kemudian beberapa orang akan terpengaruh ikut membicarakan aib pejabat. Setelah itu sang provokator utama merasa dirinya sebagai pembawa perubahan, padahal dia hanya terus-terusan membeberkan aib orang lain. Beberapa berita hoax pun pernah disebarkan, meskipun dengan lapang dada dia meralat berita tersebut. Kenapa tidak membicarakan hal lain selain membicarakan aib? Kenapa tidak memberi solusi? Yang dapat menyelesaikan masalah, saya pikir bukan hanya kubu anda saja, fraksi A, fraksi B dan lain sebagainya. Kenapa tidak saling tolong menolong? Karena kebanyakan orang dibutakan oleh “merasa dirinya/kelompoknya/fraksinya lebih baik” dan “fanatisme atau kebencian terhadap orang yang tidak menjadi bagian dari kelompoknya”.

Contoh aib dari persoalan besar, misalnya hamil diluar nikah. Zaman dulu hal ini sangat memalukan. Tapi saat ini, zina adalah hal biasa. Bersyukurnya tinggal di daerah timur. Di daerah barat zina sudah seperti “teman hidup”.

Yah, itu tadi, saya merasa tidak senang melihat seseorang membicarakan orang lain. Ini koreksi buat saya, agar lebih berhati-hati dalam berbicara. Saya mau nangis, saking marahnya saya. Saya kesal.

Setelah pemilu, tiada hari tanpa membicarakan aib orang lain.

Untuk itu saya ucapkan selamat, utamanya kepada para aktivis dakwah, Selamat Hari Aib Sedunia… hidangan bangkai saudara Anda sudah tersedia di meja, silahkan dinikmati bersama…


Neutral 2: Arsegaf of Alchfrith



Masa udara yang mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah membuat kapal layar bergerak dengan kecepatan konstan. Malam ini, ombak laut begitu tenang, langit nampak cerah, dan kumpulan bintang-bintang menunjukkan pesonanya. Arsegaf dan Noru mendapat giliran berjaga. Mereka berdua duduk bersandar di tiang layar. Terkadang saling berbicara, namun lebih banyak membisu, menikmati kesunyian.

“ Berhentilah mencintainya, sebelum terlambat,” kata Arsegaf.

Noru sedikit terkejut dengan pernyataan Arsegaf, “ Tidak biasanya kau mengomentari percintaan antara Dreogan dan Cyst. Tidak ada yang salah dengan mencintai orang lain.”

Arsegaf menoleh, menatap mata Noru, “ Konyol…”

Noru menghela nafas sambil memejamkan matanya. Ia berpikir bahwa perkataan Arsegaf memang ada benarnya. Tapi, baginya, menahan perasaan tidaklah bijaksana. 

Setelah pembicaraan itu Noru tertidur, sedangkan Arsegaf berdiri di sisi kapal, ia merasakan ada keanehan dibawah laut. Tidak lama kemudian, kapal mulai bergoyang dengan perlahan, lalu terguncang. Noru terbangun dari tidurnya, Fray, Ingram, dan Yuzin berlari keluar dari dalam kapal. Terlihat ada sesuatu yang bergerak di bawah laut.

“Kwwokkk, kwoook, kwook…. Kwoook, kwoook, “kata Fray.

Arsegaf, Noru, Ingram, dan Yuzin saling berpandang-pandangan. Mereka tidak memahami perkataan Fray, namun Fray tetap berbicara seperti sedang menjelaskan sesuatu.

Ingram menyadarinya, “ Ah, mungkin ikan… ya kan, bisa saja ikan. Ikan yang sangat besar!”

Pemikiran Ingram benar adanya, tiba-tiba saja sekor ikan besar melompat ke permukaan air laut. Noru, Ingram, dan Yuzin terbengong-bengong, Fray bersorak sorai gembira, sedangkan Arsegaf siaga menggenggam pisau belatinya. Ternyata ikan besar itu tidak berbahaya, ia hanya ingin menampakkan diri saja. Sesaat kemudian, air laut terlihat bercahaya, makhluk hidup lainnya bergerak bermigrasi.


Penulis




Penulis adalah seseorang yang menulis cerita, kejadian/peristiwa, karangan, opini, dan sebagainya baik fiksi maupun non-fiksi.

Penulis adalah pembuat inspirasi, bukan pencari inspirasi.

Penulis dapat meracuni pembacanya agar mempunyai pemikiran yang sama seperti dirinya.

Penulis adalah penghubung antara pemikirannya dengan pemikiran pembacanya.

Penulis adalah pembuat jendela dunia.

Menjadi penulis memang menyenangkan. Kita bisa mengatakan hal-hal yang tidak bisa dikatakan. Kita juga bisa berbagi ilmu pengetahuan, perasaan, dan mengobati rasa penasaran.

Menulis sesuatu seperti memasuki pikiran diri sendiri. Mencari-cari kata dan kalimat yang sudah dipahami. Dituangkan, lalu dievaluasi, dibaca kembali, dipikirkan “Apakah pembaca akan mengerti maksud dari tulisan ini?”, jika dirasa sudah cukup maka jadilah himpunan tulisan-tulisan.

Lalu dengan tulisan, kita bisa berpikir liar. Menyelami imajinasi, menulis peristiwa yang dirasa belum terjadi di dunia nyata. Mendesain alur cerita, menghidupkan tokoh non-fiksi, dan menentukan jalan hidupnya.

Dari tulisan orang lain, kita belajar menyusun kata per kata. Mengambil hikmah dari cerita, mendapat fakta dari data, dan bersimpati dari berbagi rasa.

Sungguh, menyenangkan menjadi seorang penulis. Tidak perlu menjadi ahli untuk menulis.

Menulislah, tulislah imajinasi liar di luar kenyataan, kita akan menemukan keajaiban.

Wednesday, October 22, 2014

Downton Abbey



Drama bergaya klasik Inggris yang menceritakan kehidupan dan kebudayaan Inggris di masa lalu. Di awali dengan munculnya berita tenggelamnya kapal Titanic. Kemudian konflik yang ada di dalam keluarga dan para pelayan kastil.

Saya belum selesai menonton serial tv ini hingga satu season, namun secara keseluruhan drama yang ditampilkan sangat baik, akting para aktor dan aktrisnya juga baik.

Segala sesuatu yang menyangkut harta, harga diri, nama baik, memang mudah membuat seseorang untuk “menyenggol” orang lain yang berada disebelahnya.

Hingga saat ini hal-hal positif yang dapat diambil adalah sejahat apapun orang lain terhadap kita, jika kita selalu jujur dan berbuat baik kepada sesama, maka akan selalu ada tempat bagi kita untuk hidup.

Kata Anna, salah satu Lady’s maid, “Fight fire with fire”. Balaslah kejahatan orang lain dengan cara yang sama seperti orang itu menjahati kita.

Kalau kata saya, orang biasa yang tak berbakat, “Fight fire with water”. Saya lebih suka mendinginkan konflik, meskipun pihak sebelah selalu menyulut api. Saya lebih suka diam daripada membela diri, apalagi jika orang yang menuduh mengatakan sesuatu sambil marah-marah. 

Dan kalau diperhatikan, hubungan antara saudara kandung atau kakak-adik, akan selalu ada yang lebih ditinggikan dan direndahkan. Bisa jadi memang orang tuanya yang bersikap demikian, atau bisa juga karena anak-anaknya yang berpikir demikian. Begitulah yang terjadi di Downton Abbey. Jika salah satu diantaranya tidak ada yang mengalah, maka konflik tidak akan pernah padam. Dan masalah kecil pun dipersoalkan.

Kalau saya, saya tidak mau memikirkan hal seperti itu, lebih baik berusaha jadi anak yang baik saja.



Jangan LEBAY



Note: Saya bukan pendukung Jokowi atau Prabowo


Hidup ini sebenarnya sederhana. Yang bikin ribet adalah manusia dengan segala pemikirannya. Memang pemikiran hak setiap orang. Dan masing-masing orang bebas memikirkan sesuatu, baik itu sependapat dengan orang lain maupun tidak. Kita juga diperbolehkan mengemukakan pendapat, opini atau sesuatu yang kita pikirkan dengan bebas, namun dibatasi oleh ketentuan yang berlaku.

Dan entah kenapa ditahun ini, utamanya saat pemilihan umum. Orang awam pun tiba-tiba menjadi ahli berpolitik, berkoar-koar mengatakan pendapatnya ini itu dan sebagainya. Ada yang berbicara sesuai fakta dan ada juga yang tidak. Kalau saya perhatikan sih kebanyakan tidak, tidak di tabayyunkan terlebih dahulu. Artinya media A, B, C atau D langsung dipercaya begitu saja.

Kabar burungnya ada konspirasi soal pengangkatan JKW sebagai presiden. Karena menurut beberapa media JKW didukung oleh antek-antek asing, disukai zionis dan lain sebagainya. Kemudian PRBW ditakuti oleh pihak asing dan lolosnya PRBW sebagai calon presiden merupakan hal yang tidak mereka duga. Sadar ga sih, kita tuh kayak dipermainkan? Bukan JKW atau PRBW yang mempermainkan kita. Sama kayak kasus ketegangan antara Indonesia-Malaysia. 

Indonesia itu keren, apalagi rakyatnya. Kalau diibaratkan korek, sekali gesek langsung terbakar. Artinya nafsunya lebih besar dari akalnya. 

Jangan LEBAY jadi pendukung kedua belah pihak. Fanatisme itu bikin suatu negara terpecah belah. Yang namanya orang, kalau udah ga suka sama orang lain, pasti yang dilihat jeleknya doang. Orang itu mau berbuat baik juga akan dianggap salah, pencitraan dan sebagainya. Apakah tugas kita menjudge kebaikan yang dilakukan orang lain? Kalau orang yang berbuat baik itu ternyata ikhlas gimana? Sok tahu banget kita berani bilang kalau orang itu ga ikhlas.

Ada lagi soal Ahok kalau ga salah, yang diributin gara-gara dia berbuat baik. Kalau media memberitakan yang baik ya biarlah. Biasa aja gitu lho, daripada dia korupsi mendingan dia sedekah kan? Ga usah ngejudge dia ga ikhlas. Dia non-muslim berbuat baik yaudah sih biarin aja ribet amat nanggepinnya -__-Pun karena dia non-muslim ga usah lebay juga terlalu memuji. Doakanlah supaya dapet hidayah, daripada berkoar-koar mencela, udah kayak ga ada kerjaan yang lain aja.

Buat pendukung PRBW, Bapak PRBW udah usaha kan ya, semaksimal mungkin? Ya terimalah ketetapan Allah dengan lapang dada, sabar, ikhlas, bukan mencela. BEDAKAN yang namanya KRITIK dan MENCELA. 

Ngakunya sih KADER DAKWAH, AKTIVIS DAKWAH, ngerasa islami banget kan ya, ngerasa deket kan ya sama Allah. Mbok ya Ketetapan Allah masa ga bisa ikhlas atau ga mau belajar buat ikhlas. Kalau mau mendakwahi JKW lakukanlah dengan cara yang benar men. Daripada sibuk ga ikhlas, ga bisa nerima JKW, mending belajar memperbaiki diri, siapkan dakwah terbaik untuk disampaikan kepada umat. Persiapan kalau-kalau JKW melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat. SAMPAIKAN DENGAN CARA YANG BAIK.

Buat pendukung JKW, ga usah LEBAY juga ente. Biasa aja men, JKW bukan Tuhan. Pemimpin itu tanggung jawabnya berat. Yang dipimpin pemimpin bukan dari pendukung JKW saja, tapi pendukung PRBW dan para golputers. Bijaklah dalam membuat peraturan. Bijaklah dalam mengambil keputusan. Berkuasa tidak sama dengan berlaku sewenang-wenang. Kita lihat nanti seperti apa kinerja Bpk JKW sesuai yang dikoar-koarkan ga?

Bapak JKW harus sadar banyak yang tidak menyukai Anda. Anda khilaf, banyak yang akan menegur Anda dengan KERAS. Bapak JKW ngaku sederhana kan pak? Silahkan dibuktikan dengan tidak menghambur-hamburkan uang negara.

Banyak orang yang merendahkan orang yang tidak bisa bahasa Inggris. Termasuk saya, saya tidak bisa bahasa Inggris. Tapi kualifikasi saya dan presiden sangat berbeda. Jadi menurut saya, tidak ada salahnya Bpk JKW belajar bahasa Inggris, tidak ada kata terlambat untuk belajar pak. 

Buat yang ngerasa jago bahasa Inggris, ga usah sombong juga men. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan.

Bapak PRBW, banyak yang salut dengan Anda. Anda berani memperjuangkan yang memang seharusnya diperjuangkan. Anda berwibawa, saya akui itu. Semoga pendukung Anda bisa berwibawa juga seperti Anda.

Pemimpin itu cerminan rakyatnya kan. Rakyatnya aja begini, ga usah protes dong kalau pempimpinnya JKW, ngaca dulu men. Kita pikirkan agar lebih baik kedepannya, tanpa perlu mencela, memfitnah, dan berpikir yang tidak-tidak.

Ini, yang para AKTIVIS DAKWAH, saya amati nih, ada perkembangan ga 5 tahun lagi.

Ngomong-ngomong saya pengamat nih, bukan aktivis. Dan jangan menjudge saya tidak melakukan apa-apa, saya punya misi tersendiri dan tidak perlu saya beberkan disini.

SEKIAN, TULISAN INI SAYA BUAT DENGAN HATI KESAL DAN LELAH MEMBACA CELAAN-CELAAN MANUSIA YANG SOK TAHU BANGET SAMA HIDUP ORANG -___-


Sunday, October 19, 2014

Neutral 1: Arsegaf of Alchfrith



Tiga ratus tahun setelah peperangan, alam kembali menunjukkan keindahannya. Air sungai yang jernih, ikan-ikan di laut, warna-warni pepohonan, dan udara segar, semuanya dapat dinikmati. Dan untuk saat ini, tidak ada yang menandingi keindahan dari Zachery, kawasan tempat tinggal kelima Clan. Keindahan itu terlihat dari hutan, tebing-tebing yang tinggi, dan air laut yang transparan, sehingga dasar laut dengan kedalaman tertentu akan tampak di mata.

Pemandangan yang lebih indah lagi dari kawasan Zachery akan terlihat jika berada pada ketinggian tertentu, seperti di atas tebing. Tidak semua orang berani memanjat tebing atau mengambil jalan yang lebih mudah dengan melewati hutan belantara terlebih dahulu. Faktanya, ketakutan hal-hal itu tidak berlaku bagi Arsegaf Lantanum, seorang pemuda dari Clan Alchfrith. Ia bahkan berdiri tegak di ujung tebing tanpa rasa takut. 

Di sebelah kiri dimana Arsegaf berada, terdapat pelabuhan kapal-kapal layar. Salah satu kapal layar itu berwarna hitam dan sudah mulai mengangkat jangkarnya. Sementara itu, Arsegaf memasang kacamata pelindung yang berada di lehernya untuk mengurangi gangguan terpaan angin yang menerjang bola matanya. Ia merentangkan tangan, menikmati hembusan angin, dan sesekali menghelas nafas. Ia terlihat sedang meyakinkan dirinya untuk menyatu bersama alam. Dirasa sudah cukup, ia kembali memperhatikan kapal layar hitam yang mulai menjauh dari pelabuhan. Kemudian, Arsegaf melebarkan matanya, menghentakan kaki, lalu melompat dari tebing dan membentuk badannya seperti meluncur. Saat kapal layar hitam itu berada dibawahnya, Arsegaf mulai melebarkan kedua kaki dan tangannya, badannya pun mengambang di atas udara dengan seimbang.

Terlihat oleh Arsegaf ada empat orang yang berada di kapal tersebut. Mereka adalah Ingram Bergh dari Alchfrith, Yuzin Coventina dari Cyst, Noru Tivadar dari Dreogan, dan Fray dari Eldride. Keempatnya sedang duduk melingkar, mengelilingi peta Zachery. Nampak Noru sang pemimpin muda sedang menjelaskan sesuatu. Tiba-tiba Fray menyadari keberadaan Arsegaf di udara. Dengan spontan Fray mengeluarkan suara burungnya, “Kwookk.. kwookk”. Ingram, Yuzin, dan Noru pun terpancing melihat ke arah atas.

Noru berdiri dan tertawa, “Heii, hahaha… lagi-lagi kau membuatku terkejut.”

Arsegaf hanya tersenyum sinis. Ia kemudian memposisikan dirinya untuk mendarat di kapal. Digapainya salah satu tali, ditariknya dengan kuat, maka terbentanglah layar kapal yang kedua. Arsegaf pun berhasil menginjakkan kakinya di kapal itu dengan lompatan-lompatan lincahnya.

“Apa yang mengubah pikiranmu dan memutuskan ikut ekspedisi ini bersama kami ?” Tanya Yuzin.

Tanpa melirik Yuzin, Arsegaf berjalan melewatinya untuk masuk ke bagian dalam kapal, “Bosan,” jawab Arsegaf dengan ketus.

Mendengar jawaban seperti itu, Yuzin langsung berwajah cemberut. Ia menyesal telah bertanya dan malah berharap bahwa Arsegaf tidak perlu datang. Berbeda dengan Yuzin, Noru dan Ingram merasa lega atas kedatangan Arsegaf. 

Bermula penemuan tengkorak aneh oleh Clan Alchfrith yang diteliti oleh ilmuan Cyst, menunjukkan bahwa tengkorak itu bukanlah tengkorak manusia biasa maupun Eldride. Ilmuan Cyst berani berspekulasi adanya makhluk spesies baru yang hidup di daerah lain dan belum pernah dijelajahi oleh kelima Clan. Atas dasar inilah, kelima pemimpin Clan memutuskan untuk melakukan ekspedisi. Dipilihlah Noru sebagai pemimpin ekspedisi. Noru juga dipersilahkan untuk memilih anak buahnya sendiri. Orang yang muncul pertama kali dalam pikirannya adalah Arsegaf, keduanya merupakan sahabat baik. Kemudian untuk keperluan teknis dipilihlan Ingram. Karena ekspedisi ini juga memerlukan ilmuan Cyst yang mampu mengkonfirmasi tengkorak aneh itu, maka ditunjuklah Yuzin yang juga merupakan cinta pertama Noru. Dan kemampuan Fray dari Eldride sangat menguntungkan. Ia mengetahui akan terjadinya perubahan cuaca dan dapat mengendalikan hewan-hewan buas. 

Ingram, Yuzin, dan Fray sangat antusias untuk mengikuti ekspedisi, namun Arsegaf berbeda. Ia merasa tidak ada keuntungan yang didapatnya dari ekspedisi tersebut. Hal yang mengubah pemikirannya adalah sebuah buku yang tidak sengaja dia temukan diantara barang-barang milik ayahnya yang sudah meninggal. Buku itu berisi penelitian dan pandangan ayahnya mengenai penyebab pemberontakan Braxton dengan menyerang laboratorium Cyst. Sebab tidak pernah diketahui dengan jelas penyebab Clan Braxton melakukan pemberontakan itu. Semua anggota Clan Braxton kembali dari mengasingkan diri dengan tinggal bersama keempat Clan lainnya, namun para pelaku pemberontakan tidak ikut serta dan hingga saat ini tidak diketahui kabarnya. Disebutkan pula di buku tersebut, bahwa tempat tinggal awal dari kelima Clan bukanlah di kawasan Zachery. Karena penasaran, akhirnya Arsegaf memutuskan mengikuti ekspedisi untuk menjelajah kawasan lain yang tidak pernah dijelajahi oleh kelima Clan.



Saturday, October 18, 2014

NEUTRAL - Introduction



Sudah sejak lama diprediksi akan terjadinya perang besar antar negara di masa depan. Konspirasi dari negara-negara super power pun tidak terelakkan. Pada akhirnya, tahun 2113 meletuslah perang tersebut. Penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan untuk memodifikasi kondisi cuaca di negara-negara tertentu. Tidak terkecuali senjata-senjata nuklir dan biologis. Dampak terhebat adalah rusaknya lingkungan dan kepunahan manusia. Manusia yang selamat mengalami kecacatan genetik yang diturunkan ke beberapa generasi selanjutnya. Teknologi-teknologi canggih musnah tanpa terkecuali. Buku-buku pengetahuan hancur menjadi debu. Umat manusia pun kembali hidup primitif.

Seratus tahun setelah peperangan, jumlah manusia kembali meningkat disertai terbentuknya komunitas dan tidak ada lagi kecacatan genetik, namun moral dan peradaban sangat tidak teratur. Beberapa orang yang paling berpengaruh dikomunitas tersebut pun berusaha membuat aturan baru, yaitu membagi kelompok umat manusia menjadi lima bagian atau Clan. Kelima Clan tersebut adalah Alchfrith, Braxton, Cyst, Dreogan, dan Eldride. Pada awal mula pembentukan Clan, pembagian dilakukan berdasarkan kemampuan masing-masing orang terutama dalam bidang ilmu pengetahuan (kimia dan biologi), teknik (fisika dan matematika), kepemimpinan, dan hukum. Cara ini berlaku selama seratus tahun. Seratus tahun berikutnya, pembagian didasarkan pada kode genetik seseorang. Artinya Clan orang tua akan sama dengan anaknya dan keturunan-keturunan selanjutnya. Karena masing-masing pemimpin Clan menginginkan keturunan murni dari Clannya, maka tidak diperkenankan menikahi seseorang dari Clan yang berbeda. Selain itu, kelima pemimpin Clan tidak hanya memimpin satu Clan saja, melainkan kelima Clan lainnya.

Pembagian dalam lima Clan bertujuan agar masing-masing orang merasa lebih nyaman dengan orang-orang yang mempunyai kepribadian dan keahlian yang sama. Kelima Clan tidak bisa berdiri sendiri, mereka sengaja dibuat saling membutuhkan satu sama lain. Oleh sebab itu terjadi pemisahan ilmu pengetahuan antara fisika, matematika, kimia, dan biologi.

ALCHFRITH CLAN

Simbol: Black Dragon
Pakaian: Berwarna hitam
Keahlian: Fisika (dasar dan terapan), matematika, bela diri, ahli strategi perang
Karakter umum: Berwibawa, tenang, tidak terburu-buru, pendamai

BRAXTON CLAN

Simbol: Red Lion
Pakaian: Berwarna merah
Keahlian: Ahli hukum, aktivis sosial, pandai berbicara, penyamar, penghibur
Karakter umum: Berprinsip kuat, peduli pada sesama, pemberontak (terutama ahli hukum)

CYST CLAN

Simbol: Blue Phoenix
Pakaian: Berwarna biru
Keahlian: Kimia (dasar dan terapan), Biologi (dasar dan terapan)
Karakter umum: Sistematis, logis, perfeksionis, anti-sosial

DREOGAN CLAN

Simbol: Green Hornet
Pakaian: Berwarna hijau
Keahlian: Leadership, entrepreneur, psikologi
Karakter umum: Bijaksana, adil, tidak sombong, rajin menabung

ELDRIDE CLAN

Eldride adalah sekelompok manusia yang tidak biasa. Mereka merupakan kegagalan percobaan yang dilakukan oleh para ilmuan Cyst. Percobaan tersebut dilakukan dengan mengubah kode genetik bayi yang berada dalam janin agar mempunyai karakter-karakter tertentu untuk menghasilkan manusia-manusia berkualitas. Saat percobaan sedang berlangsung, terjadi pemberontakan oleh Braxton. Pengubahan kode genetik pun terganggu dan mengalami beberapa kesalahan. Sekitar 50 bayi yang sudah diubah kode genetiknya lahir dengan bentuk yang tidak biasa. Bayi-bayi tersebut memiliki telinga yang runcing seperti elf dan suara tangisannya seperti suara burung. Sebagian besar ibu dari bayi-bayi itu tidak terima hasil percobaan tersebut dan memutuskan untuk membunuh mereka. Ilmuan Cyst tidak dapat bertanggung jawab karena mereka sudah tewas oleh para Braxton. Atas kebijaksanaan Dreogan, mereka memutuskan untuk merawat bayi-bayi yang masih hidup, dibantu oleh Alchfrith. Tidak berapa lama, ilmuan Cyst yang lainnya ikut membantu dengan menyediakan pemeriksaan kesehatan, sedangkan para Braxton mengasingkan diri dalam waktu yang cukup lama. Para Eldride tidak dapat berbicara seperti manusia, namun mereka dapat memahami maksudnya.




Kwetiau





Saya bukan suka banget sama Kwetiau. Tapi makanan ini yang dapat dijangkau jaraknya karena saya malas berjalan jauh di sore hari. Kwetiau kuah atau goreng sama enaknya. Berhubung saya omnivora, hampir semua makanan terasa enak di lidah bahkan yang terasa pahit sekalipun seperti daun pepaya atau pare.

Saya juga bukan pecinta kuliner. Saya tidak menyukai makan diluar. Makan paling nyaman adalah di rumah atau kosan sambil menonton film.

Namun ada juga makanan yang saya tidak menginginkannya seperti pete dan jengkol. Mungkin karena baunya, jengkol pun saya tidak tahu rasanya seperti apa. Saya tidak berani mencobanya.

Kata Mbah Google, Kwetiau adalah sejenis mi Tionghoa berwarna putih yang terbuat dari beras. 

Sebetulnya abang-abang yang jual Kwetiau juga menjual nasi goreng, capcay, dan mie goreng. Diantara keempat menu capcay adalah menu yang paling rendah kalorinya, disusul dengan Kwetiau. Karena sedang berdiet saya lebih suka membeli Kwetiau. Seharusnya sih beli capcay karena sayur-sayuran dan lebih sehat. Tapi entah kenapa saya jadi kurang semangat memakannya hahaha

Padahal saya suka nasi goreng, rasa-rasanya sudah lama sekali tidak memakannya :(

Abang-abang yang jual Kwetiau sepertinya sampai hapal muka saya karena saya sering beli.
Teman saya, Pege juga menyukai Kwetiau buatan abang-abang ini. 

Meskipun kami sedang berdiet, kadangkala kami kalap juga. Kalau saya, kemarin saja menghabiskan satu bungkus seblak pedas, baru beli langsung habis. Saking saya pengen banget ngemil hahaha.

Friday, October 17, 2014

Bloodyman



             

Sebuah kota kecil bernama Neruza, terletak di dekat perbatasan antar Negara Mirakuru dan Grassberg. Kota Neruza sama seperti kota-kota lainnya dalam menjalani kehidupan, semua tampak normal. Transaksi jual beli di pasar, pembangunan infrastruktur, dan kompetisi politik. Namun kesenjangan sosial terlalu terlihat di kota ini. Ada perumahan khusus untuk bangsawan dan para saudagar kaya, sedangkan pedagang biasa, buruh, dan tukang, hidup kesulitan di pinggiran kota.

Setiap 10 tahun sekali diadakan pemilihan umum untuk memilih walikota. Walikota akan bertugas menjaga ketentraman dan keamanan kota dari semua bidang, serta menjadi wakil dalam berhubungan dengan kota-kota lainnya. Pada tahun ini terdapat dua calon walikota, yaitu Sir Bones dan Sir Bullock.

Sir Bones adalah seorang saudagar kaya. Ia mempunyai beberapa usaha perdagangan. Salah satu usahanya yang berkembang pesat adalah menjadi produsen ikan-ikan langka dari laut. Ikan-ikan tersebut biasa dibeli oleh para bangsawan di Kota Neruza maupun kota lainnya. Beberapa orang pinggiran kota mengenal Sir Bones sebagai orang yang rendah hati, baik, dan ramah. Namun beberapa orang lainnya beranggapan bahwa Sir Bones suka berlaku tidak adil dan ingkar janji. Dalam melakukan perdagangan ia seringkali mengurangi takaran timbangan. Keluarga Sir Bones pun sangat mengikuti perkembangan zaman dan menjadi trendsetter bagi para remaja-remaja di kota lain.

Sir Bullock adalah seorang bangsawan dari kalangan militer. Ibunya mempunyai hubungan keluarga dengan Raja Mirakuru. Prestasi terbesar Sir Bullock adalah menjadi penasehat militer Raja Mirakuru. Namun ia mengundurkan diri dari jabatannya karena ingin menjadi walikota. Tegas, berwibawa, dan ditakuti adalah sifat dari Sir Bullock. Ia tidak segan untuk membunuh orang lain jika diperlukan. Keluarga Sir Bullock adalah keluarga yang dermawan. Tetapi kedermawanan itu hanyalah rekayasa belaka. Mereka berencana ingin menjatuhkan Sir Bones, dengan menampakkan citra positif dirinya kepada masyarakat.

Masyarakat di Kota Neruza menyadari bahwa baik Sir Bones maupun Sir Bullock tidak ada yang pantas menjabat sebagai walikota. Para bangsawan dan saudagar kaya pun tidak peduli, sebab mereka tetap akan selalu memberikan sesuap uang untuk menjalankan semua rencana. Sedangkan orang-orang pinggiran tidak berani berbuat sesuatu, mereka terlalu takut dan merasa tidak berdaya.

Sir Bones dan Sir Bullock berkampanye untuk menarik hati masyarakat, agar menang dalam voting. Mereka melakukan banyak kecurangan dan saling menjatuhkan satu sama lain. Sementara itu ditempat yang jauh dari Kota Neruza, Raja Mirakuru sedang berbincang-bincang dengan seseorang. Ternyata orang itu adalah pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuh Sir Bullock dan Sir Bones. Raja mengetahui bahwa keduanya tidak pantas mendapatkan jabatan sebagai walikota. Namun Raja tidak bisa semena-mena turun langsung ke Kota Neruza untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kompetisi politik sangat kuat dan berimbas ke negara tetangga, Grassberg. Raja ingin menyelesaikannya dengan diam-diam dan membuat seolah-olah pembunuhan itu adalah kecelakaan. Jika Sir Bones dan Sir Bullock sudah mati, Raja akan mengirimkan dua orang bangsawan kaya yang lebih kaya dari semua bangsawan dan saudagar yang ada di Kota Neruza. Kekayaan yang paling tinggi akan mendominasi politik lebih kuat.

Bloodyman, adalah julukan pembunuh bayaran yang disewa oleh raja. Perawakannya tidak menyeramkan. Bentuk badannya bagus dengan tinggi 190 cm. Dia juga berpakaian sangat modis. Dalam menjalankan rencana untuk membunuh Sir Bullock, Bloodyman menyewa orang pinggiran yang sedang membutuhkan uang untuk bekerja sebagai pelayan di kapal pesiar milik Sir Bullock. Besok lusa Sir Bullock akan menyebrangi lautan menuju Negara Cobra untuk memperoleh dukungan. Bloodyman menyamar sebagai tamu undangan di kapal pesiar itu.

Hari pelayaran Sir Bullock pun tiba. Perjalanan menuju Negara Cobra membutuhkan waktu sekitar lima hari. Di malam hari semua orang menghadiri pesta, bersorak sorai gembira. Namun saat larut, Sir Bullock memutuskan untuk istirahat menuju kamarnya. Ia merasa haus karena terlalu banyak memakan cookies. Pelayan pun diperintahnya untuk membawakan minum. Atas perintah Bloodyman, pelayan yang merupakan orang pinggiran itu memasukkan obat tidur ke dalam minuman Sir Bullock, dan ia pun tertidur pulas.

Sunyi dan senyap, saat itulah Bloodyman beraksi. Ia langsung menggorok leher Sir Bullock dengan cepat. Sir Bullock yang tertidur pulas tidak merasakan sakit. Namun dalam waktu yang tidak lama tewaslah Sir Bullock. Bloodyman memotong-motong bagian tubuh lainnya. Bagian dalam perut berupa usus-usus, lambung, dan kotoran lainnya diangkat, kemudian dimasukkan ke dalam plastik hitam. Sedangkan bagian daging dan tulangnya dipotong-potong dengan rapi. Lalu Bloodyman meletakkan daging dan tulang tersebut di dapur.

Keesokan harinya, tanpa curiga, juru masak kapal pesiar memasak daging dan tulang Sir Bullock, kemudian disajikan kepada para tamu undangan. Masakan juru masak tersebut begitu enak, sehingga tidak ada orang yang peduli bahan-bahan apa saja yang digunakan untuk memasak.

Waktu terus berlanjut, untuk membereskan aksinya, maka Bloodyman membunuh orang pinggiran yang menjadi pelayan itu, agar identitas dirinya tidak diketahui selain Raja Mirakuru. Sama seperti Sir Bullock, daging orang pinggiran itu juga disajikan kepada para tamu undangan di kapal pesiar.

Pada awalnya beberapa orang cemas karena sudah tiga hari Sir Bullock tidak muncul untuk mengikuti pesta. Bloodyman yang mempunyai keahlian mencontoh tulisan orang lain, menulis sebuah note kepada jubir Sir Bullock agar tidak mengkhawatirkannya. Sehingga kecemasan orang-orang itu pun hilang. Disisi lain Raja Mirakuru sudah menyewa orang untuk menyamar sebagai Sir Bullock di Negara Cobra. Sang penyamar akan berlaku sebagai Sir Bullock untuk memperoleh dukungan dari Raja Cobra.

Saat kapal pesiar tiba di Negara Cobra, atas manipulasi dari Bloodyman para tamu undangan tidak diperbolehkan turun ke dermaga terlebih dahulu, melainkan harus Sir Bullock-lah yang turun lebih dulu. Hal ini bertujuan untuk menutupi kematian Sir Bullock, sebab Sang penyamar tidak ada di dalam kapal, melainkan di dermaga. Para tamu undangan pun tidak curiga sedikit pun.

Setelah usaha mendapatkan dukungan dari Raja Cobra selesai, penyamar Sir Bullock dan para tamu undangan kembali menaiki kapal pesiar. Namun ternyata diam-diam, Bloodyman memasang bom pada kapal tersebut. Bloodyman menyewa kapal lain untuk kembali ke Kota Neruza. Di tengah laut, Bloodyman meledakkan kapal pesiar Sir Bullock. Rencana ini tidak diketahui sama sekali oleh Sang Penyamar. Sang Penyamar pun ikut tewas dalam kapal pesiar itu bersama para tamu undangan.

Meledaknya kapal pesiar Sir Bullock menjadi berita heboh di Kota Neruza. Orang-orang mulai berspekulasi, termasuk menyalahkan Sir Bones. Mereka beranggapan bahwa Sir Bones-lah yang membunuh Sir Bullock. Sir Bones pun mengadakan konferensi pers untuk mengkonfirmasi tuduhan tersebut. Ternyata konfirmasi yang dilakukannya tidaklah berhasil. Sir Bones mulai tertekan dan frustasi. Tekanan dari media dan masyarakat terlalu kuat untuk dirinya. Atas saran dari keluarganya berkonsultasilah Sir Bones pada seorang psikolog. Psikolog yang didatanginya adalah Bloodyman yang sedang menyamar.

Bloodyman memberikan obat-obat yang membuat Sir Bones sangat kecanduan. Kondisi Sir Bones semakin parah, tubuhnya kurus, dan pikirannya kacau. Bloodyman menyatakan pada keluarga Sir Bones bahwa Sir Bones terlalu depresi sehingga sulit disembuhkan. Kemudian Sir Bones pun meninggal karena overdosis.

Meninggalnya Sir Bullock dan Sir Bones membuat Kota Neruza menjadi kacau balau. Hal ini sesuai dengan rencana Raja Mirakuru. Raja Mirakuru pun segera mengirimkan dua bangsawan kaya untuk memperbaiki dan mendominasi Kota Neruza.

Bloodyman yang berhasil melaksanakan misinya mendapat bayaran yang besar dari Raja Mirakuru. Salah satunya adalah diperbolehkan untuk menikahi anak dari Raja dan selingkuhannya, pelayan istana.


Thursday, October 16, 2014

Menerima Pemeriksaan Tugas Akhir dan Skripsi




Betul saya bukan ahlinya dalam bidang menulis. Betul juga saya belum memahami EYD dengan baik dan benar. Tapi itu tidak mengurangi keinginan saya untuk membantu teman-teman yang lain.

Bagi teman-teman yang sedang membuat tugas akhir atau skripsi dipersilahkan untuk meminta bantuan saya dalam memeriksa tulisan-tulisan yang kalian buat, baik itu susunan kalimat, EYD, atau korelasi antar bagian bab.

Gratis kok! Silahkan kirim melalui e-mail inotsudate@gmail.com

My Problems are...



Ada serpihan-serpihan di masa lalu yang terkenang kuat sehingga tidak bisa dilupakan. Serpihan-serpihan itu tidak hanya berupa kebahagian, ada pula kesedihan.

Inilah yang membuat saya tidak bisa melangkah lebih jauh lagi. Masa lalu yang saya alami adalah akar dari masalah kepribadian saya, yaitu sulit mempercayai orang lain dan tidak percaya diri dalam hal-hal tertentu.

Sisi paling indah dalam hidup saya adalah keyakinan kepada Allah yang kian hari kian bertambah. Cara ini sangat membantu saya dalam menghadapi hidup. Menjadikan saya orang yang lebih bersabar dan tenang.

Ada beberapa orang yang saya ceritakan mengenai masa lalu yang menjadi penyebab masalah kepribadian saya. Namun hanya sekitar enam orang saja yang mengetahui masalah utama. Meskipun demikian, mereka tidak tahu bahwa hal tersebut membuat saya menjadi tidak percaya diri.

Keenam orang itu terdiri dari lima orang perempuan dan satu orang laki-laki. Empat orang perempuan adalah sahabat saya di SMK dan saya yakin mereka sudah lupa. Satu orang perempuan adalah teman SD saya, sedangkan satu orang laki-laki lagi adalah teman yang bahkan saya tidak pernah bertemu dengannya. Hingga saat ini rahasia tersebut aman terkendali. Sehingga saya tidak akan menceritakan persoalan ini pada orang ketujuh, kedelapan dan seterusnya.

Ini bukanlah soal saya dikhianati oleh sahabat atau orang yang pernah saya sukai. Ini adalah sesuatu yang lebih besar dari itu. Dan saya sangat membencinya.

Pun pada akhirnya saya juga menjadi tidak peduli soal perasaan kepada lawan jenis. Ketika saya menulis soal perasaan, tulisan itu ditujukan untuk teman-teman saya yang sedang buta cintanya kepada pasangannya yang belum halal. Saya hanya akan tertarik dengan orang yang memperjuangkan saya karena saya akan memperjuangkannya kembali. Perasaan saya kepada Allah jauh lebih berharga, sehingga saya tidak mau dibuat pusing dengan ada atau tidaknya laki-laki yang menyukai saya.

Saya betul-betul belajar dari kejadian di masa lalu agar kesedihan itu tidak pernah terulang lagi. Imbas jeleknya ke saya, saya menjadi orang yang terlalu over protective. Saya menyayangi sahabat-sahabat saya oleh karena itu saya selalu berusaha mendengarkan, membantu, dan melindungi mereka. Salah satu perlindungan yang saya berikan adalah menyadarkan untuk tidak mudah percaya dengan laki-laki. Entah itu memberikan harapan, janji-janji indah, atau mimpi-mimpi manis.

Mungkin dimata teman-teman saya, saya akan terlihat seperti orang yang berlebihan. Saya pun menjaga diri agar tidak terlalu mencampuri urusan orang lain. Saya tidak ingin ikut terseret masalah yang sejak awal bukan merupakan persoalan saya.

Saya tidak menyukai diri saya yang tidak percaya diri ini.

Saya suka bersosialisasi, namun hal itu menjadi melelahkan bagi saya, sehingga saya selalu membutuhkan waktu untuk menyendiri merenung.

Tinggal jauh dari orang tua membuat saya menghargai orang-orang yang selalu ada untuk saya ketika kesusahan. Dan juga membuat saya memikirkan banyak hal, termasuk rencana-rencana di masa depan.

Peri Hujan



Semilir-semilir angin berhembus, menyapu pepohonan, sawah Pak Tani, dan rumah-rumah penduduk desa. Inilah sebuah desa yang aman tentram dan damai, Desa Buibui. Penduduknya ramah-ramah, suka tersenyum, dan saling menolong satu sama lain. Tidak jauh dari desa, ada sebuah hutan belantara. Hutan itu tidak hanya dihuni oleh Sang Raja Hutan dan kawan-kawannya, tetapi berbagai macam peri pun tinggal disana. Salah satu peri itu adalah Peri Hujan.

Peri Hujan di Desa Buibui biasa dipanggil Teru oleh peri-peri lainnya. Dia mempunyai badan yang kecil, sebesar ibu jari orang dewasa. Sayapnya indah seperti sayap kupu-kupu, berwarna hijau muda. Peri Hujan mempunyai tugas untuk menurunkan hujan ditempat kekeringan. Setiap daerah memiliki Peri Hujannya masing-masing.

Suatu hari, Teru ingin melihat dunia lain selain hutan dan desa-desa di sekitarnya. Ia pun mempersiapkan perbekalan menggunakan tas kecilnya. Beberapa bekal yang dibawanya adalah kismis peri, serbuk sihir, dan air ajaib.

Dengan penuh semangat, Teru mengepakkan sayapnya menuju daerah yang belum pernah ia tuju. Terkadang angin berhembus dengan kencangnya sehingga Teru harus berlindung dibalik pepohonan. Jika lapar ia akan memakan kismis peri. Satu kismis peri dapat membuatnya kenyang selama tiga hari.

Di tengah perjalanan, Teru melihat seorang wanita tua renta yang kesusahan. Wanita tua itu kebingungan mencari air karena sumurnya mengering. Bahkan sudah berhari hari ia tidak makan dan minum. Rasa kasihan membuat Teru ingin menolong wanita tua itu. Peri tidak dapat terlihat oleh manusia biasa, oleh sebab itu Teru menggunakan serbuk sihir agar wanita itu dapat melihatnya.

“Hwaaa…” wanita tua itu berteriak.

Teru juga kaget mendengar teriakan yang cukup keras itu. Namun ia segera menghilangkan kepanikannya. “Nek, tenang nek… aku tidak bermaksud jahat, aku ingin membantumu. Aku adalah seorang peri, namaku Teru,” kata Teru berusaha menenangkan sang nenek.

“Oh, peri?? Apakah peri memang nyata?” sang nenek terheran-heran.

Teru pun tersenyum, “Tentu saja nek… sekarang ceritakanlah masalah nenek. Aku akan membantu sebisaku.”

“Oh… Nenek sangat haus dan lapar. Nenek juga tidak mampu berjalan jauh untuk menjual hasil-hasil panen yang dititipkan oleh penduduk desa ke kota. Karena itu nenek sangat miskin, tidak punya uang,” kata sang nenek sambil bersedih.

“Malangnya… Apakah nenek tidak punya keluarga?,” Tanya Teru.

Nenek kembali memasang wajah muramnya, “Nenek punya seorang anak laki-laki. Tapi dia meninggalkan nenek setelah menikah dengan seorang wanita. Wanita itu adalah gurbenur di kota tempat nenek berjualan. Sudah lama sekali anak laki-laki nenek tidak pernah menemui nenek.”

“Hmm… Apa yang menyebabkan anak laki-laki nenek tidak pernah pulang?” Tanya Teru, penasaran.

“Wanita yang dinikahinya bukanlah wanita baik-baik. Dia suka sekali membuang sampah sembarangan dan tidak melarang penduduk kota untuk membuang sampah ke sungai. Dia juga melarang anak nenek untuk menemui nenek karena nenek dianggap memalukan,” jawab sang nenek.

Teru sungguh bersedih hati mendengar penduduk kota dan gurbenurnya suka membuang sampah sembarangan. Ia pun memberikan sang nenek beberapa butir kismis peri dan air ajaib agar sumurnya tidak mengering. Nenek pun sangat senang dan berterima kasih kepada Teru.

Dengan segera, Teru mencari Peri Hujan yang bertugas di kota itu. Dalam waktu yang tidak lama, Teru menemukannya. Nama Peri Hujan itu adalah Biribiri. Biribiri ternyata sedang sekarat. Gurbernur menyewa penyihir jahat untuk membunuh Biribiri. Biribiri pernah menurunkan hujan lebat hingga membuat kota banjir untuk menyadarkan bahwa membuang sampah sembarangan bukanlah hal yang baik.

Teru sangat marah kepada gurbernur. Dengan geram ia menemui gurbernur untuk memarahinya. Sebelumnya ia sudah menggunakan serbuk sihir untuk melindunginya dari penyihir jahat. Gurbernur tidak memperdulikan Teru. Ia malah mengusir Teru agar tidak pernah kembali ke kotanya.

Teru masih terus bersabar meskipun selalu diusir gurbernur setiap ia menasehatinya. Namun kelakukan gurbernur dan penduduk kota tidak dapat ditolerir lagi. Akhirnya Teru meminta bantuan Peri Laut, namanya Ruby. Teru meminta agar Ruby membuat bencana tsunami atau ombak yang sangat besar dari laut untuk menyapu habis kota itu. Ruby memenuhi permintaan Teru karena ia juga tidak menyukai sikap gurbernur.

Sebagai persiapan Teru mengungsikan nenek tua yang ditolongnya dan penduduk desa yang dekat dengan kota itu ke tempat yang aman. Setelah itu Ruby membuat tsunami dengan ombak yang sangat besar sekali, dan ditambah hujan lebat buatan Teru. Ombak tersebut menyapu perlahan-lahan ke daerah kota. Gurbenur dan para penduduknya sangat panik. Mereka lari kesana kemari berusaha mencari tempat yang tinggi.

Beberapa hari kemudian, air laut yang ada di kota mulai surut. Gurbenur dan penduduk kota kembali menuju rumah masing-masing. Namun rumah mereka dipenuhi oleh sampah-sampah yang mereka buang selama bertahun-tahun ke sungai. Karena tidak punya tempat tinggal lain, dengan terpaksa mereka membersihkan rumah dan seluruh kota dari sampah-sampah. Gurbernur dan penduduknya pun menyesali perbuatan mereka. Ternyata sampah-sampah yang selama ini dibuang membuat lingkungan menjadi sangat kotor sekali, kumuh, dan tidak enak untuk dilihat.

Teru dan Ruby pun senang gurbernur dan penduduk kota sudah menyadari kesalahannya. Tidak lupa nenek tua juga sudah mampu berjalan jauh untuk berjualan dari desanya ke kota. Merasa tugasnya sudah selesai, Teru pun kembali ke rumahnya, disebuah pohon, di hutan belantara Desa Buibui.

Wednesday, October 15, 2014

My Dreams




Ketika saya kecil, saya iri dengan teman-teman sepermainan. Mereka adalah tetangga terdekat dari rumah kami. Mereka punya banyak sekali buku. Ada buku dongeng, komik, bahkan novel yang diangkat menjadi film Putri Huan Zhu. Film Putri Huan Zhu sangat populer pada masa itu. Keluarga kami pun antusias mengikutinya.

Suatu saat, saya merengek kepada bapak. Saya ingin sekali dibelikan buku. Rasa-rasanya saya tidak punya sama sekali buku dongeng atau cerita rakyat saat itu. Saya menangis, memaksa bapak untuk membelikannya. Karena mungkin tidak tega, bapak rela menyempatkan diri, dengan uang seadanya untuk membeli buku di Toko Gunung Agung BSD. Buku itu berupa cerita rakyat yang berasal dari Yogyakarta. Saya pun merasa senang sekali. Kemudian dengan buku seadanya, saya dan teman-teman sepermainan membuka perpustakaan kecil-kecilan. Kami menyewakan buku-buku tersebut. Uang yang terkumpul kami gunakan untuk jajan.

Jika mengingat masa itu, maka saya sangat bersedih. Bapak begitu baik, memaksakan diri untuk menyenangkan hati anaknya. Padahal saya sendiri sampai sekarang tidak pernah memberikan sesuatu yang berharga. Saya pun bukan seperti anak-anak berprestasi lainnya, yang mengikuti berbagai macam lomba atau olimpiade sains. Saya juga tidak pernah mendapatkan beasiswa. Hingga saat ini saya belum bisa membahagiakan orang tua. Maka dari itu tekad saya adalah membahagiakan kedua orang tua di akhirat dengan berusaha menjadi perempuan yang baik, menaati perintah Allah, rasul-Nya, suami saya, dan tentu saja orang tua. Dengan harapan hal tersebut menjadi bukti yang saya berikan kepada Allah, bahwa bapak dan ibu berhasil mendidik saya.

Saya tidak menyalahkan bapak karena saya tidak punya banyak buku ketika saya kecil. Namun, dari pengalaman tersebut saya mempunyai ambisi, yaitu membuat perpustakaan untuk anak-anak saya nanti. Saya ingin menanamkan jiwa membaca, rasa penasaran, cara berimajinasi, dan belajar berpikir. Dimulailah saya mencicil untuk membeli buku anak-anak. 

Buku anak-anak ternyata mahal sekali harganya. Saya memanfaatkan diskon buku di Gramedia untuk membelinya. Harga asli buku dongeng dengan hardcover, dan kertas full colour adalah tidak kurang dari IDR 100.000. Beruntungnya saya bisa membelinya dengan harga IDR 25.000 saja. Meskipun ada sedikit cacat, saya pikir itu tidak menjadi masalah besar.

Selain perpustakaan, impian berikutnya adalah sebuah rumah berlokasi di Bogor yang saya desain sendiri. Rumah tersebut dilengkapi dengan kitchen set, musholla, dan gudang. Ketiga hal tersebut tidak ada di rumah yang kami tinggali saat ini. Pun saya ingin membuat ibu senang, jika beliau ingin tinggal rumah saya. Tidak lupa, kulkas dua pintu adalah alat rumah tangga yang harus dibeli. Mungkin akan memerlukan ruangan yang cukup besar jika ingin membuat ruang perpustakaan sendiri. Maka dari itu buku-buku akan saya letakkan di ruang keluarga saja.

Desain rumah harus memperhatikan kenyamanan dan keselamatan anak-anak. Misalnya saja pemasangan stop kontak tidak diletakkan pada bagian bawah dinding. Hal lain yang perlu di antisipasi adalah anak-anak terkadang sangat ingin mencorat-coret dinding rumah. Pun saya harus menyediakan kertas putih besar yang ditempatkan pada posisi tertentu, agar anak-anak tetap bisa berkreasi. Papan tulis juga dapat dijadikan sebagai alternatif.

Naik Haji adalah impian yang selanjutnya. Setiap muslim pasti ingin merasakan sakralnya tanah suci. Berkunjung ke rumah Allah, makam Rasulullah saw, makam Nabi Ibrahim, dan tempat bersejarah lainnya yang bernilai ibadah. Ingin sekali membuka tabungan haji sejak dini. Namun setelah dipikir-pikir akan lebih nyaman jika melakukannya bersama suami, sehingga berangkat haji pun bisa bersama-sama.

Sangat banyak tabungan-tabungan yang harus dipersiapkan. Salah satunya untuk anak-anak sekolah. Hal ini dikarenakan biaya sekolah pasti akan semakin mahal. Sayangnya saat ini, masih sulit bagi saya untuk memulai menabung biaya sekolah anak-anak.

Terlepas dari mimpi-mimpi yang kita rencanakan di masa depan, tetaplah kematian adalah proses menuju “tempat kembali” dan akan menjadi akhir kita hidup di dunia. Jadikan hidup kita sebagai persiapan untuk menuju proses tersebut.

Tarik Ulur Perasaan




Saya adalah salah satu orang yang cukup sering menulis permasalahan soal perasaan. Dan saya pun merasa seperti sudah mengatakan keribuan kalinya bahwa masalah perasaan tidak akan pernah berujung. Meskipun istilah rasa yang dirasakan adalah sama, namun pendeskripsian setiap orang dalam mendefinisikannya akan berbeda, inilah yang sangat menarik bagi saya.

Sebagai contoh adalah istilah cinta, suka, dan sayang. Memang ada Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mendefinisikan istilah tersebut dengan cukup jelas. Saya pribadi tidak merasakan hal yang sama sesuai definisi dari KBBI. Saya cenderung mendefinisikan cinta sebagai nafsu, ini dikhususkan cinta kepada sesama makhluk, bukan Tuhan. Suka adalah kekaguman, dan tidak terlalu menggebu-gebu untuk memilikinya, sedangkan sayang adalah merelakan atau dalam artian menginginkan yang terbaik bagi orang yang disayangi.

Pun sebagian besar orang mengetahui istilah “tarik ulur perasaan” yang katanya bertujuan agar tidak ada rasa bosan dalam suatu hubungan. Ketika sedang “ditarik”, rasa-rasanya dunia hanya milik berdua. Ketika sedang “diulur”, kegalauan akan melanda. Kemudian jika sudah sampai tahap tertentu, maka “ditarik” kembali, sehingga hati kembali bahagia. Ada orang yang mengartikan “mengulur” perasaan berarti mencari selingan, atau seseorang memperbolehkan pasangannya untuk menjalin cinta dengan orang lain dalam waktu jangka tertentu. Ada pula yang beranggapan bahwa “mengulur” berarti orang tersebut membutuhkan waktu untuk menyendiri.

Saya pribadi tidak menyukai istilah “tarik ulur perasaan”. Mungkin cara ini bisa digunakan dalam hubungan persahabatan, namun tidak tentunya diperuntukkan bagi pasangan yang sudah menikah. Pasangan demikian tidak saling menjaga harga diri atau kehormatannya. Menurut saya, munculnya rasa bosan dalam suatu hubungan dikarenakan kedua pasangan tidak lagi menemukan hal yang menarik. Cara ini dapat diatasi dengan mencari sesuatu yang menarik bagi keduanya. Misalnya saja menyisihkan waktu untuk berlibur bersama, memberikan kejutan, atau bahkan saling membicarakan hal-hal yang membuat mereka dilanda kebosanan itu sendiri.

Terkadang permasalahan dalam hubungan timbul karena kedua pasangan atau salah satunya memang mencari masalah. Sederhanakanlah hidup ini dengan bertindak benar.