Sunday, October 19, 2014

Neutral 1: Arsegaf of Alchfrith



Tiga ratus tahun setelah peperangan, alam kembali menunjukkan keindahannya. Air sungai yang jernih, ikan-ikan di laut, warna-warni pepohonan, dan udara segar, semuanya dapat dinikmati. Dan untuk saat ini, tidak ada yang menandingi keindahan dari Zachery, kawasan tempat tinggal kelima Clan. Keindahan itu terlihat dari hutan, tebing-tebing yang tinggi, dan air laut yang transparan, sehingga dasar laut dengan kedalaman tertentu akan tampak di mata.

Pemandangan yang lebih indah lagi dari kawasan Zachery akan terlihat jika berada pada ketinggian tertentu, seperti di atas tebing. Tidak semua orang berani memanjat tebing atau mengambil jalan yang lebih mudah dengan melewati hutan belantara terlebih dahulu. Faktanya, ketakutan hal-hal itu tidak berlaku bagi Arsegaf Lantanum, seorang pemuda dari Clan Alchfrith. Ia bahkan berdiri tegak di ujung tebing tanpa rasa takut. 

Di sebelah kiri dimana Arsegaf berada, terdapat pelabuhan kapal-kapal layar. Salah satu kapal layar itu berwarna hitam dan sudah mulai mengangkat jangkarnya. Sementara itu, Arsegaf memasang kacamata pelindung yang berada di lehernya untuk mengurangi gangguan terpaan angin yang menerjang bola matanya. Ia merentangkan tangan, menikmati hembusan angin, dan sesekali menghelas nafas. Ia terlihat sedang meyakinkan dirinya untuk menyatu bersama alam. Dirasa sudah cukup, ia kembali memperhatikan kapal layar hitam yang mulai menjauh dari pelabuhan. Kemudian, Arsegaf melebarkan matanya, menghentakan kaki, lalu melompat dari tebing dan membentuk badannya seperti meluncur. Saat kapal layar hitam itu berada dibawahnya, Arsegaf mulai melebarkan kedua kaki dan tangannya, badannya pun mengambang di atas udara dengan seimbang.

Terlihat oleh Arsegaf ada empat orang yang berada di kapal tersebut. Mereka adalah Ingram Bergh dari Alchfrith, Yuzin Coventina dari Cyst, Noru Tivadar dari Dreogan, dan Fray dari Eldride. Keempatnya sedang duduk melingkar, mengelilingi peta Zachery. Nampak Noru sang pemimpin muda sedang menjelaskan sesuatu. Tiba-tiba Fray menyadari keberadaan Arsegaf di udara. Dengan spontan Fray mengeluarkan suara burungnya, “Kwookk.. kwookk”. Ingram, Yuzin, dan Noru pun terpancing melihat ke arah atas.

Noru berdiri dan tertawa, “Heii, hahaha… lagi-lagi kau membuatku terkejut.”

Arsegaf hanya tersenyum sinis. Ia kemudian memposisikan dirinya untuk mendarat di kapal. Digapainya salah satu tali, ditariknya dengan kuat, maka terbentanglah layar kapal yang kedua. Arsegaf pun berhasil menginjakkan kakinya di kapal itu dengan lompatan-lompatan lincahnya.

“Apa yang mengubah pikiranmu dan memutuskan ikut ekspedisi ini bersama kami ?” Tanya Yuzin.

Tanpa melirik Yuzin, Arsegaf berjalan melewatinya untuk masuk ke bagian dalam kapal, “Bosan,” jawab Arsegaf dengan ketus.

Mendengar jawaban seperti itu, Yuzin langsung berwajah cemberut. Ia menyesal telah bertanya dan malah berharap bahwa Arsegaf tidak perlu datang. Berbeda dengan Yuzin, Noru dan Ingram merasa lega atas kedatangan Arsegaf. 

Bermula penemuan tengkorak aneh oleh Clan Alchfrith yang diteliti oleh ilmuan Cyst, menunjukkan bahwa tengkorak itu bukanlah tengkorak manusia biasa maupun Eldride. Ilmuan Cyst berani berspekulasi adanya makhluk spesies baru yang hidup di daerah lain dan belum pernah dijelajahi oleh kelima Clan. Atas dasar inilah, kelima pemimpin Clan memutuskan untuk melakukan ekspedisi. Dipilihlah Noru sebagai pemimpin ekspedisi. Noru juga dipersilahkan untuk memilih anak buahnya sendiri. Orang yang muncul pertama kali dalam pikirannya adalah Arsegaf, keduanya merupakan sahabat baik. Kemudian untuk keperluan teknis dipilihlan Ingram. Karena ekspedisi ini juga memerlukan ilmuan Cyst yang mampu mengkonfirmasi tengkorak aneh itu, maka ditunjuklah Yuzin yang juga merupakan cinta pertama Noru. Dan kemampuan Fray dari Eldride sangat menguntungkan. Ia mengetahui akan terjadinya perubahan cuaca dan dapat mengendalikan hewan-hewan buas. 

Ingram, Yuzin, dan Fray sangat antusias untuk mengikuti ekspedisi, namun Arsegaf berbeda. Ia merasa tidak ada keuntungan yang didapatnya dari ekspedisi tersebut. Hal yang mengubah pemikirannya adalah sebuah buku yang tidak sengaja dia temukan diantara barang-barang milik ayahnya yang sudah meninggal. Buku itu berisi penelitian dan pandangan ayahnya mengenai penyebab pemberontakan Braxton dengan menyerang laboratorium Cyst. Sebab tidak pernah diketahui dengan jelas penyebab Clan Braxton melakukan pemberontakan itu. Semua anggota Clan Braxton kembali dari mengasingkan diri dengan tinggal bersama keempat Clan lainnya, namun para pelaku pemberontakan tidak ikut serta dan hingga saat ini tidak diketahui kabarnya. Disebutkan pula di buku tersebut, bahwa tempat tinggal awal dari kelima Clan bukanlah di kawasan Zachery. Karena penasaran, akhirnya Arsegaf memutuskan mengikuti ekspedisi untuk menjelajah kawasan lain yang tidak pernah dijelajahi oleh kelima Clan.



No comments:

Post a Comment