![]() |
| Raisha dan Inot |
Hari ini adalah pengambilan toga dan perlengkapan lainnya di kampus. Saya janjian dengan beberapa teman, Raisha dan Winda. Saya sampai lebih dulu, kemudian ikut berebut memilah-milah toga dan lainnya.
Singkat cerita, kemarin saya sudah meminta tolong kepada Raisha untuk menemani saya membeli baju di Batik Keris di Botani Square. Ternyata kami berdua juga ingin membeli sesuatu di tempat yang lain, Raisha ingin ke Cherry, sedangkan saya ingin ke Giant. Pertama kali, kami memutuskan untuk membeli baju di Batik Keris.
Baju-baju di Batik Keris bagus-bagus modelnya. Harganya juga bagus hahaha. Sebetulnya saya bisa saja memilih baju. Tapi saya pikir, saya tidak punya pengetahuan tentang warna yang cocok agar pas jika dipakai seseorang. Akhirnya, Raisha yang memilihkan baju untuk saya.
Setelah membeli baju, kami menitipkan tas di penitipan barang Giant, kemudian naik dua lantai menuju Cherry. Di Cherry banyak sekali barang yang lucu-lucu. Ada bunga-bunga plastik, dan pot dengan tanaman tiruan berwarna hijau. Saya sangat tertarik sekali untuk membeli tanaman tiruan itu karena warna hijaunya terlihat menyejukkan (jika dipajang dirumah saya nanti). Raisha ingin membeli ikat rambut dan saya jadi ikut-ikutan kepingin beli juga. Dirasa sudah lama melihat di Cherry, kami mencoba menjelajahi Bunga. Sama seperti Cherry, Bunga juga menjual berbagai pernak pernik untuk perempuan. Berhubung tidak ada yang menarik hati, kembali lagi lah kami ke Cherry dan Raisha memutuskan untuk membeli beberapa ikat rambut, sedangkan saya membeli ikat rambut, cermin kecil, dan sebuah bros kecil.
Tempat selanjutnya adalah berbelanja di Giant. Saya memperlihatkan impian saya pada Raisha, yaitu mengoleksi barang-barang dari Japan Houseware. Barang-barang di Japan Houseware bertuliskan “Made In Japan” jika memang barang tersebut buatan Jepang. Ada beberapa bentuk benda kreatif yang tidak terpikirkan oleh orang-orang pada umumnya. Raisha pun tertarik untuk membeli beberapa barang. Ada beberapa botol refill (pump) yang sangat menarik dan lucu. Terdapat tiga botol transparan yang masing-masing bertuliskan huruf katakana. Huruf katakana tersebut menunjukkan penggunaan dari masing-masing botol. Botol pertama adalah rinse, botol kedua bertuliskan shampo, sedangkan botol ketiga saya kesulitan membaca hurufnya karena lupa. Ternyata di label harganya terdapat tulisan dari huruf katakana tersebut, penggunaan botol ketiga adalah untuk sabun/body soap. Raisha pun membeli botol ketiga tersebut. Selain itu dia juga membeli pill case dan chopstick, sedangkan saya hanya membeli cream case.
Selanjutnya saya membeli handbody Vaseline Heathly White Insta Fair yang menurut saya cukup mahal harganya. Saya termakan iklan untuk mencoba produk tersebut hahahah.
Selesai belanja di Giant, kami merasa lapar dan memutuskan untuk membeli roti di Bread Talk. Saya jadi teringat Nodame yang membeli croissant di Paris. Chocolate croissant pun menjadi pilihan makan siang saya. Ini juga pertama kalinya saya makan croissant.
Kami makan roti sambil duduk di dekat elevator. Di saat inilah saya berpikir. Betapa bersyukurnya saya, lagi-lagi sebetulnya tidak ada sesuatu dalam hidup saya yang bisa di keluhkan. Saya memang tidak seperti teman-teman lain yang bisa jalan-jalan ke luar kota/luar negeri, wisata kuliner kesana kemari dan sebagainya. Tetapi ternyata bertemu dengan seorang sahabat, bicara berbagai hal, berbagi perasaan, berbagi kekhawatiran adalah memori yang sangat menyenangkan.
Saya menyadari bahwa saya bukanlah perempuan baik-baik. Meskipun demikian, Allah bijaksana sekali, memberi saya keluarga, sahabat, teman yang semuanya adalah orang baik. Hidup saya terasa lebih seimbang. Allah selalu menempatkan saya di lingkungan yang baik, sungguh salah satu nikmat yang tak tergantikan.
Walaupun pada dasarnya semua orang menyukai kebaikan dan bersikap baik, namun sikap “memahami” antara satu sama lain, terkadang sulit untuk dilakukan.
Terima kasih untuk orang-orang yang sudah bersedia untuk memahami saya :)

No comments:
Post a Comment