Pikiran negatif ini terjadi karena adanya perasaan membanding-bandingkan. Padahal setiap hal punya keelokkannya masing-masing. Sungguh, menjadi diri sendiri adalah kenikmatan dalam kebaikan, yang membuat kita bersyukur, bahwa Allah telah menjadikan kita sebaik-baik bentuk, ya inilah kita, inilah saya, dan inilah Anda.
Monday, September 12, 2016
Cerita Satu Tahun Pernikahan
Pikiran negatif ini terjadi karena adanya perasaan membanding-bandingkan. Padahal setiap hal punya keelokkannya masing-masing. Sungguh, menjadi diri sendiri adalah kenikmatan dalam kebaikan, yang membuat kita bersyukur, bahwa Allah telah menjadikan kita sebaik-baik bentuk, ya inilah kita, inilah saya, dan inilah Anda.
Saturday, August 27, 2016
Seorang Ibu Pasti Bekerja
Monday, August 22, 2016
Sudah Hamil Belum ?
Sunday, August 7, 2016
Perlunya Keceriaan
Copas, Copas, Copas
Thursday, August 4, 2016
Mengaku Sahabat ?
Insomnia
Saat sulit untuk tidur, seringkali pikiran ini mengambang, memikirkan imajinasi yang bahkan mungkin tidak akan pernah terjadi. Lalu, khawatir dan merasa cemas.
Bagaimana jika nanti aku tidak mampu menerima kenyataan hidup?
Sulitnya menjadi orang yang belum paham mengenai kebenaran. Kita disibukkan dengan sesuatu yang fana. Dampaknya akan menyulitkan kita dalam memilih, maka tersiratlah bahwa hidup ini bukan putih atau hitam, melainkan abu-abu.
Aku tidak menyukai insomnia. Aku jadi memikirkan banyak hal aneh. Dan mulai menangisi imajinasi sendiri.
Selama aku hidup hingga saat ini banyak perbuatan yang aku sesali. Buruknya sifatku pun belum juga reda. Kurang sabar, begitulah.
Ketika menyadari bahwa semua kehendakNya pasti membawa kebaikan, dengan sendirinya jiwa menjadi tumbuh kuat. Ujiannya adalah orang-orang disekitar kita, yang kadang suka berkata usil, mengomentari ini itu, kehidupan kita yang tidak dia rasakan sendiri. Jikalau memberi nasihat, maka adabnya sungguh kacau. Meskipun baik, akhirnya menjadi sulit untuk diterima.
Aku takut tersesat. Kemudian takut kehilangan orang-orang yang kusayangi. Ini sebuah tanda bahwa aku masih belum memahami hakikat hidup didunia, walaupun rasa takut adalah bentuk kewajaran dari perasaan seorang manusia.
Saat kulihat dirinya sedang tertidur lelap, sedangkan aku masih terjaga, aku sangat bersyukur karena diberi ujian teman hidup yang luar biasa. Mengapa ujian? Karena baik kebahagiaan maupun kesedihan adalah bentuk ujian, syukur tidaknya, atau lalai tidaknya.
Tentunya aku tidak berani melawan dan melangkahi yang sudah berkehendak. Sehingga, aku penuh harap dan doa agar bisa selalu bersamanya, agar kami masuk surga sekeluarga.
Berbuat baiklah terhadap keluarga. Sejelek apapun perbuatan kita, pada akhirnya hanyalah keluarga yang mau menerima, bahkan bersedia membimbing kejahiliyahan kita menuju cahaya.
Aku banyak belajar, sayangnya banyak pula melupakan.
Saturday, July 2, 2016
Sederhana Lebih Selamat
Betul kata Ustad Bachtiar Nasir, kalau kita mampu bermewah-mewah, percayalah, sederhana lebih selamat.
Saya menemukan ini bukan hanya dalam soal harta, tetapi juga dalam pergaulan sosial.
Orang kaya akan lama masuk surga karena lama hisabnya. Orang yang sederhana dalam membelanjakan hartanya hanya akan membeli yang dibutuhkan saja, bukan ingin menaikkan status sosial. Misalnya beli baju, yang penting rapih dan sopan.
Kalau memperhatikan tetangga sendiri, orang kaya yang sederhana ternyata lebih disukai dibanding orang kaya yang terlihat mewah. Meskipun keduanya sama-sama dermawan dan mempunyai sikap yang baik terhadap tetangga.
Jadi, sikap sederhana juga menyelamatkan diri sendiri dari orang-orang yang iri dengki.
Tapi sekali lagi, sederhana jadi relatif ya hahaha
Peduli atau Kepo?
Sebagai manusia dan seorang muslim sudah sepatutnya kita peduli dengan keadaan saudaranya. Tapi selama ini apakah kita benar-benar peduli/tulus atau cuma kepo ya? Hmm...
Monday, June 13, 2016
Doa Yang Telah Lalu
Harap-harap cemas, terkadang, terkadang lagi sedang waras, Allah pasti memberi yang terbaik, segala sesuatunya.
Rabbi habli minnashalihin....
Sedang banyak-banyaknya diberi kesempatan untuk belajar apa yang saya sukai. Ada desain grafis, mengutak-atik komputer, selintas ingin lagi baca-baca astronomi, menonton ulang film dokumenter Neil De Greasse Tyson, Cosmos: A Spacetime Oddesy, sungguh menyenangkan. Membaca beberapa buku sebagai hiburan sekaligus menambah kosa kata baru.
Itulah isi waktu luang saya, sembari menunggu datangnya amanah, anak yang solih/solihah.
Jika dikata berat, sesungguhnya jika orang-orang seperti kami sedang down, maka yang terberat adalah menghadapi pertanyaan para kerabat, "... Sudah isi belum ?"
Jika ditanya apakah kami butuh empati, maka kami akan menjawab butuh. Bukan karena iri atau dengki terhadap orang lain. Tapi, sejatinya akan indah jika perasaan kami terjaga, dalam rangka mendukung kami untuk selalu bersemangat dan yakin akan segala ketetapan Illahi.
Menangislah saya dalam shalat, meminta dikuatkan untuk menghadapi pertanyaan mainstream itu. Lalu saya teringat doa saya yang telah lalu, lama sekali...
"Ya Allah, bantulah aku dalam membentuk keluarga Qur'ani..."
Ternyata baru saya sadari bahwa saya tidak punya bekal untuk membentuk keluarga Qur'ani. Bagaimana mungkin saya mengajarkan anak-anak tentang Al-Qur'an, jika saya sendiri tidak memahaminya, tidak menghafalnya, dan tidak menjaga hafalannya.
Astagfirullah, sungguh hamba lupa...
Semoga ini menjadi kesadaran bagi saya, untuk mengisi kembali waktu luang yang ada dengan menghafal kembali Al-Qur'an.
Allah memang punya cara terbaik untuk mewujudkan doa hamba-Nya.
Monday, May 2, 2016
Pernikahan, Anti-Sosial, dan Media
![]() |
| Dok. Pribadi |
Tadinya saya punya teman, ga dekat cuma kenal aja n itupun diforum ini juga. Mulanya sih baik n biasa saja,,, tapi kesininya mulutnya ya Allah kasar n ga pantes buat jadi manusia....
Saya mau tanya sama bunda semua disini,
#apakah saya tidak boleh bahagia ? Apa kebahagiaan saya ga boleh saya ungkapin dari kata2 or pic di status ( wong hp kan punya aye)
#apakah saya ga boleh marah ? Saya kan manusia masih punya rasa marah,,,, apakah kemarahan or ketidaksenangan saya juga ga boleh saya ungkapin ?!!!
Tapi kenapa setiap saya tulis status soal kebahagian, seperti dikasih mobil kado ultah sama miswa, foto rumah yg lg renov, mereka yang keki mereka langsung sindir ini itu,,,,,
saya tulis uneg2 saya di sosmed soal kk saya yang setiap hari hanya ribut soal uang, kenapa mereka yang pada nyinyir,,,,, yang anehnya lagi pas ditanya ga ngaku hmmmmmm,,,,,
tapi setelah itu sok jago nantangin, saya dikata2in dengan kata2 kasarnya binatang,,,,
yang saya ga suka mereka pake bawa2, 3 anak saya yang katanya ga malu punya bunda kaya saya ?!!! Alhamdulillah anak saya udh gede n bisa diajak curhat, saya cerita punya tmn kaya gini tau ga apa kata anak saya "CUEKIN AJA BUN, PALING JUGA SYIRIK SAMA BUNDA,,,,"
Asal kalian tau ya geng bullyers,,,, ANAK SAYA GA MALU PUNYA BUNDA KAYA SAYA, MEREKA TAU PERJUANGAN SAYA MERAWAT MEREKA, mereka malah ga mau bundanya PUNYA TEMAN KAYA KALIAN,,,,,
dibilang stress iya, saya akuin saya depresi liat kalian ngata2in saya seenak jenong kalian,,,, tapi sekarang I'm free,,,,,,, ga ada kalian hidup saya tenang n mungkin ini cobaan buat saya kalo lebih hati2 dalam berteman, teman yang baik akan bawa kebaikan n teman yang buruk akan bawa keburukan... setelah dihina kalian Alhamdulillah si babe dpt big deal lagi, so terus hina saya biar saya tambah diangkat derajatnya,,,,Aamiin
Alhamdulillah abis keluarin uneg2 legaaaa rasanya,,,,,
ohh ya 1 lg ,, ga usah merasa sok kece, kaya n bener sendiri deh nyuruh org ngaca sendirinya ga ngaca inget kesempurnaan hanya milik Allah n bukan kalian"
Bertemu Kembali...
![]() |
| Dok. Pribadi |
![]() |
| Dok. Pribadi |
Barakallahu lakuma wa baraka alaikuma wa jama'a bainakuma fii khoir
Sunday, April 3, 2016
Kajian Istiqlal: Mencintai Wali-Wali Allah
Thursday, March 31, 2016
Cara Mengatasi "This Setting is Enforced by Your Administration" pada Google Chrome
Sunday, March 20, 2016
Curhatan Istri Kedua 2
Tuesday, March 15, 2016
Memang...
Thursday, March 10, 2016
Curhatan Istri Kedua
Tuesday, February 9, 2016
Suami Orang
Sunday, January 17, 2016
Kesayanganku Kecintaanku Suamiku
![]() |
| Dok. Pribadi |
Hanya kata-kata dari hati yang disusun perlahan untuk dituliskan.
Dia selalu baik dan mendengarkan. Selalu menjaga dan menenangkan.
Selalu menegarkan dan memberikan kehangatan.
Dia selalu mengalah dan berbijaksana. Selalu menghapus air mata dan memberikan senyuman.
Selalu memberikan dukungan dan membuatku menantikan.
Kesayanganku... kecintaanku... suamiku, bersamamu merajut sulam ketentraman...





