Pelakor alis perebut laki orang, kini cukup ramai dikalangan netizen Instagram. Salah satu kisahnya adalah mengenai seorang istri yang berprofesi sebagai dokter. Pernikahan yang masih seumur jagung dan kehamilan sang istri, nampaknya tidak menyurutkan niat sang suami untuk melirik wanita lain yang juga memiliki profesi yang sama seperti istrinya. Wanita lain itu sudah diperingatkan, tapi apalah daya ketika cinta yang berlatar belakang hawa nafsu ini telah membabi buta, hubungan "kakak-adik" pada mulanya.
Rasa sakit istri membuatnya kalap memposting hubungan suaminya dan wanita itu di Instagram. Ia pun mendapat banyak simpati dari netizen, yang kemudian meminta akun gosip lambe_turah untuk memviralkannya. Dengan follower lebih dari dua juta orang, lambe_turah mampu mengumpulkan masa lebih banyak untuk mendukung sang istri. Habislah suami dan wanita itu, terkena sumpah serapah masyarakat.
Cerita tentang pelakor semacam ini juga banyak ditemukan diforum-forum internet lainnya. Memang bukan masalah baru, tapi kemajuan media sosial menjadi salah satu bagian dari timbulnya persoalan ini.
Biasanya... kita tidak perlu jauh-jauh mencari siapa yang menjadi wanita idaman lain suami, kalau bukan wanita dari masa lalunya, berarti teman kerja wanitanya. Pelakor sejatinya tidak menanggung beban cacian sendirian. Sebab, baik suami yang berselingkuh dan pelakor sama-sama salah. Konsepnya tamu tidak akan masuk kalau tuan rumahnya tidak membukakan pintu. Namun, entah kenapa, pelakor dilihat sebagai orang yang paling bersalah, dan paling jelek aibnya. Anehnya juga, biasanya, sebagian besar pelakor yang diperingati tidak merasa bersalah, justru sebaliknya, "playing as victim". Pelakor malah lebih galak daripada istri sahnya, kalau sedang dinasehati.
Tentunya kita tidak memukul rata semua persoalan. Tak dipungkiri memang ada laki-laki yang sifatnya suka "bermain" dengan wanita. Sehingga amat mudah tergoyahkan hatinya. Bahkan sanggup berbohong bahwa dirinya masih bujang lapuk. Sifat seperti ini lebih tergolong sebagai penyakit. Disisi lain, ada pula wanita polos yang menerima si bujang lapuk yang berbohong ini. Tapi... tidak sedikit wanita yang niatnya memang buruk, sudah tahu ada laki beristri, tapi tetap kalap menggoda sana sini.
Berbeda ya dengan poligami...! Poligami yang diawali dengan perselingkuhan, benar-benar tidak berkah hasilnya. Rumah tangga akan kehilangan fondasinya. Kalau pun bertahan, ketenangan tiada didapat. Jika berniat berpoligami, lakukanlah sesuai syariat dan adab.
Hayo... siapa yang pernah jadi pelakor ?? Hehehe, jangan yah... cobalah posisikan diri kalian kalau orang yang kalian cintai direbut sedemikian rupa. Ingat pula, bahwa apa yang kalian lakukan pasti akan kembali ke diri kalian sendiri. Kalau seorang laki-laki sanggup meninggalkan seseorang demi kalian, berarti dia juga sanggup meninggalkan kalian demi wanita lain. Sudah banyak kisah nyata yang ada disekitar saya pribadi. Ada yang kehidupannya semakin susah, kesulitan ini itu baik secara finansial maupun sakit parah, malah ada yang tidak jadi menikah.
Saya juga pernah bertanya pada beberapa teman, ternyata ada pula kekhawatiran dari istri apabila suami pindah ke lain hati. Meskipun demikian, mereka lebih memilih percaya kepada suaminya. Sebabnya janganlah para suami mengkhianati kepercayaan besar yang diberikan istri. Cerita-cerita pelakor semacam ini seringkali saya ceritakan juga ke Abi, hehe... sambil berkata "Jangan begitu ya biii...", sembari mencari hikmahnya, apa-apa yang perlu diperbaiki dari rumah tangga kami. Salah satu komitmennya adalah tidak saling menyembunyikan. Abi adalah orang yang paling tahu siapa orang yang bikin saya sebal, jengkel, dan ngomel-ngomel sendiri, hahaha...
Mudah-mudahan Allah selalu melindungi rumah tangga kami, dan rumah tangga kalian...