Permasalahan hidup rumah tangga sebetulnya simple kalau kita bisa saling berkomunikasi dengan baik. Itu yang coba saya dan Abi lakukan, sama-sama saling mendengarkan, memahami, dan terbuka. Semuanya memerlukan proses. Tidak setiap hari tertawa, ada juga rasa kesal, sebal, marah, sedih!
Bukan saya sedang berselingkuh dengan suami orang. Tapi memang saya sedang sebal dengan suami orang itu. Pasangan ini menikah lebih dulu daripada saya. Awalnya istrinya tidak suka cerita masalah rumah tangganya, namun akhir-akhir ini dia cerita. Dari situ saya tahu kenapa istrinya selalu membalas WA saya dalam waktu yang cukup lama.
Secara dzahir dari cerita istrinya, saya mengira bahwa sebetulnya pasangan ini komunikasinya buruk. Kedua, saya jadi suudzon suaminya marah dengan saya, dia mengatakan, "Terima kasih nasihatnya, sekali lg ngomongin saya akan saya ceraikan." Lah??? Padahal istrinya sudah lama tidak cerita, dan saya lagi nawarin Gandum Goreng. Yang bikin saya suudzon adalah dia ini instropeksi ga kenapa istrinya sampai cerita masalah rumah tangganya ke orang lain?? Istrinya merasa tidak didengarkan, tidak dipahami, sehingga ragu untuk lebih terbuka dengan suaminya.
Silahkan diambil pelajarannya.
Ini suami orang aneh banget -_-, padahal bukan saya yang memulai, tapi inisiatif istrinya yang cerita sendiri ke saya.