Saturday, March 14, 2015
Fashion Trendsetter
Tuesday, March 10, 2015
Kesan Bermakna dari Sebuah Pemberian
Memberi itu menyenangkan bukan? Menunjukkan kasih sayang terhadap sesama, kepedulian, dan perhatian mendalam.
Begitu juga dengan menerima. Menerima hadiah atau pemberian tak ubahnya adalah perwujudan dari sifat tawadu'. Ikhlas menerima dengan tujuan menghargai sang pemberi. Juga mensyukuri bahwa itu adalah rizki dari Illahi.
Tak ubahnya dalam memberi, menerima pun perlu diperhatikan adabnya. Misalnya saja tidak mencela jika tidak suka, bermuka masam, menolak seakan-akan tidak butuh atau menganggap remeh.
Saya jadi teringat kisah terdahulu saat duduk di bangku SD. Ibu memberikan sepasang sepatu berwarna hitam dengan gambar Teletubies disisinya. Saya tidak menyukai sepatu itu. Teman-teman saya meledek, dan memandang 'remeh' saat saya menggunakannya. Memang yang meledek hanyalah anak laki-laki dan mungkin saja mereka hanya bercanda. Teman perempuan pun ada yang tertawa, namun tidak separah anak laki-laki. Karena hal tersebut, saya jadi tidak suka memakai sepatu itu. Setiap ibu bertanya ketika saya tidak mau memakainya, saya hanya diam.
Sekarang saya sedih sekali. Saya tidak menghargai pemberian ibu. Kadang, menyalahkan diri sendiri. Mencari uang tidaklah mudah. Membeli sepatu harus disisihkan dari uang belanja, yang seharusnya untuk makan sehari-hari.
Kalau sepatu itu masih ada, saya akan memakainya.
Itulah titik tolak ukur yang tidak pernah saya lupa. Kejadian itu terus saya ingat, untuk memacu diri menghargai nikmat yang sudah Allah berikan melalui orang lain dan juga menjaga perasaan mereka.
Pemberian orang lain terhadap kita adalah rizki dari Allah. Rizki dari Allah tidaklah kurang dan tidak lebih. Artinya tidak kurang, kita menghargai dan bersabar dengan menerima yang sedikit. Artinya tidak lebih, kelebihan itu bukanlah hak kita, bisa saja untuk orang lain. Sungguh, kurang ahsan andaikala meminta lebih dari pemberian yang sebetulnya dapat dicukupkan.
Jika tidak menyukainya, simpanlah. Mungkin saja suatu saat nanti kita akan membutuhkannya.
Jika tidak menyukainya jangan mencela pemberi.
Makna dalam dari pemberian bukanlah persoalan jenis pemberiannya. Tetapi memori dan perasaan yang terkandung oleh sang pemberi.
Orang yang memberi kita sesuatu pasti ingat dengan kita. Sebab memang tidak semua orang mengingat kita.
