Saturday, March 14, 2015

Fashion Trendsetter

Ekstrimis atau kaku tidak lepas dari bagian orang-orang yang berusaha mengamalkan syariat, misalnya saja persoalan hijab. Itu pun muncul berdasarkan penilaian orang lain. Cara berhijab yang baik dan benar sudah dijelaskan dalam Alquran. Namun, penetapan standarnya jadi berbeda bergantung pada pemahaman masing-masing orang. Ada yang yakin bahwa style-nya sudah memenuhi syariat atau ada juga orang yang lebih memilih berhati-hati, dan tidak serta merta mengubah style-nya sedemikian rupa. Saya menghargai keduanya, sebab setidaknya mereka tidak hanya sekedar tahu, melainkan juga mengamalkan kewajibannya.

Kadang saya berpikir, kita ini terlalu banyak terpengaruh atau memberikan pengaruh. Hijab saat ini, banyak sekali modelnya. Beberapa perancang busana muslim bahkan sudah memamerkan hasil karyanya hingga ke negeri barat. Islam memang tidak kaku, sejatinya fleksibel. Tapi kalau kita mau menelisik, fitrah perempuan yang cenderung menyukai perhiasan atau harta akan jauh lebih tergiur dengan perkembangan fashion. Hal itu akan terus menerus berkembang, sehingga kaum wanita perlu mengeluarkan uang lebih banyak hanya untuk penampilan dibanding (mungkin), untuk menabung atau kegiatan sosial. Tentunya, tidak semua wanita seperti itu.

Saya pernah bertanya pada beberapa orang, hijab bercorak itu termasuk syar’i atau tidak. Hampir sebagian besar menjawab bahwa tidak masalah menggunakan hijab bercorak asalkan menutup dada. Saya pribadi tidak bisa menghukumi syar’i atau tidaknya. Namun, saya memang memilih untuk menggunakan jilbab tanpa corak karena menurut saya jilbab yang bercorak akan cenderung lebih mencolok dibandingkan dengan yang polos. Pun saya juga memikirkan bahwa hal-hal seperti itu saya perhatikan manfaat dan mudharatnya. Pada saat saya mengatakan seperti itu, mungkin ada akhwat yang mengganggap saya aneh atau kaku.

Saya tipe yang tidak suka diperhatikan banyak orang didepan umum. Mengapa demikian? Sebab itu bukan hal penting buat saya. Adakalanya saya sebisa mungkin tidak diperhatikan laki-laki sama sekali. Mengapa demikian? Sebab mereka bukan mahram saya, dan perhatian mereka bukan hal penting yang harus ditanggapi.

Kita ini para wanita, cenderung tampil cantik bukan dalam rangka mensyukuri nikmat Allah. Terlebih lagi karena malu jika tidak mengikuti fashion yang ada, mungkin nantinya akan jadi pembicaraan orang lain. Mungkin juga berdandan memang ingin sekedar terlihat cantik. Sebetulnya jika kita berpikiran luas, banyak sekali hal yang lebih penting dari sekedar terlihat cantik terutama dimata orang lain, apalagi yang bukan mahramnya. Banyak kasus yang dibaliknya terdapat rahasia yang dirahasiakan lagi, lalu dibuat konspirasi membingungkan, kemudian dipecah belahnya kaum muslim dan sebagainya. Kurangnya ilmu kita para remaja muslim, yang terlalu banyak memprotes pemerintah, berdemo, lalu mempelajari agama lain untuk antisipasi, namun kurang pemahamannya terhadap agama sendiri. Banyak sekali hal yang lebih penting dari sekedar tampil cantik.

Anggun dalam kesederhanaan, inilah yang seharusnya dijadikan fashion trendsetter kita. Coba dipikirkan lagi perlu atau tidak sih kita harus menghias hijab yang kita pakai sampai seperti itu. Hijab bukanlah pengganti rambut.


Coba dipikirkan lagi ;)

No comments:

Post a Comment