The Courage of One Will Change The World
Thursday, November 20, 2014
The Hunger Games: Mockingjay Part 1
Saturday, November 15, 2014
Guardians of The Galaxy
Wow, salah satu film produksi Marvel, dengan rating IMDb 8.5, yang tidak terlalu "wow". Dibintangi Chris Pratt sebagai Peter Quill, Zoe Saldana sebagai Gamora, Dave Bautista sebagai Drax, Vin Diesel sebagai Groot (voice), dan Bradley Cooper sebagai Rocket (voice).
Wednesday, November 12, 2014
I'm Not Her
Tuesday, November 11, 2014
Interstellar
THE END OF EARTH WILL NOT BE THE END OF US
Monday, November 10, 2014
Tuhan dan Kepercayaan
Saturday, November 1, 2014
Kata-kata Teracak
Ini adalah kata-kata acak. Seacak pikiran yang masih belum bisa diajak kompromi untuk menyibukkan diri. Tenggelam ke dalam jutaan penebar inspirasi dan ilmu lain yang belum terselami.
"Ini bisa didiskusikan kok!"
Ya saya tahu. Saya tahu persis. Selalu nasehati jika saya salah.
"Bukan begitu caranya...."
Terima kasih, ini adalah ciri lemah lembutnya hatimu.
"Saya minta maaf..."
Saya ikhlas.
"Saya tidak sanggup."
Jangan goyah.
"Berbahagialah."
Bantulah saya untuk menerima takdir Tuhan.
"Saya mengerti."
Itu baik.
"Memangnya kamu bisa?"
Bersedia direndahkan, mungkin lebih baik dibandingkan betapa sanggupnya saya untuk menjatuhkan, membuat kamu malu, jika Tuhan menghendaki.
"Buat apa beli ini?"
Tidakkah ingin mencoba untuk belajar lebih menghargai?
"Kok begitu sih?"
Mungkin kita tidak tahu persis akar permasalahannya.
"Berpikirlah positif."
Sejernih prasangka.
"Tetaplah hidup."
Ya, jika itu adalah kebaikan.
"Kamu bodoh!"
Ya, itu membuat saya rajin membaca. Terima kasih.
"Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik."
Tahu darimana?
"Kamu jauh lebih tegar dan dia lebih rapuh."
Kadang orang tegar adalah orang yang kerapuhan hatinya tidak sesumbar.
"Pergi dari hidup saya!"
Ingin sekali! Tapi, bijakkah?
"Bukan itu yang saya maksud!!"
Kalau demikian, sesuaikanlah cara bicara dengan tingkat kepemahaman orang lain.
"Salah pilih kamu!"
Tapi, ini kehendak Allah, Apa Allah salah juga?
Keteracakkan meningkat seiring waktu. Menghancurkan keseimbangan, menoreh luka, membakar amarah masa, bahkan kebodohan membahana merajalela.
Move On
Hidup tidak pernah berjalan mundur karena waktu yang telah terlewat tidak akan kembali. Meskipun setiap hari jumlah waktu yang ada selalu sama, tidak bertambah dan tidak berkurang.
Jika membicarakan topik seputar kehidupan maka akan muncul visi, misi, dan rencana.
Perencanaan adalah kebutuhan untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan.
Permasalahan yang sering muncul, mungkin, adalah rasa khawatir.
Rasa khawatir terhadap kegagalan akan rencana yang sudah dibuat atau keputusan Tuhan untuk tidak menghendaki keinginan hambaNya.
Rasa khawatir bahwa kita takut tidak bisa menerima takdir-takdir Tuhan.
Mungkin dua hal itu. Tapi saya cenderung merasakan yang kedua.
Percaya, Tuhan tidak menzhalimi hambaNya.
Percaya, Tuhan menyayangi kita.
Percaya, Tuhan ingin kita menjadi lebih baik.
Percaya, Tuhan tidak memberikan sesuatu yang kita tidak mampu untuk menanggungnya.
Berjalan maju, hidup seperti biasa, setidaknya membantu agar kita mengaplikasikan pelajaran di masa lalu, tanpa ikut terkekang, terbebani, atau tersendat untuk melangkah ke depan. Menjejaki rencana hidup dengan iman dan taqwa.


