Saturday, February 28, 2015

Me, Raisha, Mujigae




Bukan orang yang biasa wisata kuliner, bukan pula orang yang biasa jalan-jalan. Itulah pribadi saya yang lebih suka duduk sendirian didepan laptop, berselancar di dunia maya. Namun, sejak tahun kemarin saya berpikir, pun tak ada salahnya jika sesekali bertandang ke rumah makan, mencicip beragam rasa yang disuguhkan. Supaya saya tidak bingung juga ketika orang lain bercerita. Hingga saat ini, jika ada orang yang bertanya tempat wisata yang menyenangkan atau tempat makan yang enak, saya tidak bisa menjawab, memang benar-benar tidak tahu.

Setelah mampir ke Solaria, berikutnya adalah memanjakan lidah di Lotteria. Saat itu ada tempat makan baru dengan menu masakan Korea, Mujigae. Sempat ingin mencoba untuk makan disana, tapi tidak jadi sebab harganya cukup menguras kantong anak kos, bagi saya.

Akhirnya, saya bilang sama Raisha, “Suatu saat nanti, kita berdua harus makan di Mujigae”. Kesempatan itu dikehendaki oleh Allah pada tanggal 28 Februari 2015, alhamdulillah.

“Merasa gaptek”, itulah yang pertama kali saya dan Raisha rasakan hahahaha. Ternyata Mujigae adalah tempat makan yang sangat modern jika dibandingkan dengan tempat makan lain yang pernah saya kunjungi. Cara order menu, maupun untuk memanggil pelayan, semuanya dilakukan secara terkomputerisasi. Bahkan kita dapat me-request lagu Korea hanya dengan duduk dan memencet layar monitor.
















Kami membolak-balik menu, untuk memilih. Bingung juga, khawatir bukan rasa masakan yang tidak enak, namun rasa yang tidak sesuai di lidah. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli ramyun, white tea dan matcha. Kami juga mencoba kimchi, alhasil “hoeeksss”, hahaha ternyata kimchi rasanya seperti itu ya, ada rasa asamnya. Bukan tidak enak, mungkin hanya tidak cocok di lidah. Heran juga, kok orang Korea sepertinya suka sekali dengan kimchi. 





Kimchi sendiri merupakan makanan tradisional Korea, umumnya sawi putih yang difermentasi dan diberi bumbu pedas, sedangkan ramyun adalah mie instan. Dalam menu yang kami makan, ramyun tidak hanya berisi mie saja, melainkan ada telur, daging, dan juga sayuran berupa wortel dan toge. 










Untuk minumannya kami memesan white tea dan matcha. White tea adalah daun teh yang tidak diawetkan dan tidak difermentasi, sedangkan matcha adalah teh hijau. Di Mujigae, white tea disajikan dengan cita rasa citrus dan madu, serta disajikan dengan kacang merah untuk matcha.




Alhamdulillah, secara keseluruhan menu yang kami pesan enak dan lezat, kecuali kimchi hahaha. Datangnya pesanan setelah kami meng-order juga cukup cepat, ini sangat baik sekali.
Belum ada rencana untuk berikutnya. Hmm, semoga saya dan Raisha bisa diberi kesempatan lagi untuk makan bersama, maklum kami berdua adalah predator makanan hahahaha.



Wednesday, February 18, 2015

Aku Mah... Ya... Aku Deh






Sebagian orang mengungkapkan dengan jujur beberapa kekurangan saya, sebagian lagi baru saya ketahui setelah bertanya. Dari orang yang berbeda, mereka mengatakan bahwa saya ini cuek, susah dikepoin, otoriter, suka memperbesar masalah kecil, ngeyel, keras kepala, dan merasa paling benar. Saya tidak membantah karena mungkin itu kekurangan yang tidak saya sadari.

Dua hal, "suka memperbesar masalah kecil", dan "merasa paling benar" adalah sifat yang sangat saya wanti-wanti agar tidak dipelihara. Namun, saya kaget juga waktu ada yang mengatakan demikian. Artinya saya gagal.

"Suka memperbesar masalah kecil"
Terkadang ada orang yang melakukan kesalahan sepele berulang-ulang. Sehingga saya pikir perlu untuk menyampaikan teguran. Tapi karena saya salah adab, terlihat seakan-akan saya mem-blow-up masalah kecil tersebut.

"Merasa paling benar"
Saya punya prinsip, "yakini apa yang menurut kamu benar, tetapi INGAT orang lain belum tentu salah". Sebisa mungkin saya open minded tanpa memaksa pendapat orang lain, tapi saya gagal.

Banyak, sangat banyak yang harus saya perbaiki. Banyak pula yang harus ditaubati.

"Susah dikepoin"
Saya sebetulnya tidak susah dikepoin. Hanya saja, ketika saya belum bercerita artinya belum saatnya orang itu tahu. Yang kedua saya pemilih. Artinya, saya memang cerita persoalan tertentu kepada orang tertentu. Tidak menafikan, bahwa ini berkaitan dengan tingkat kepercayaan. Namun, demi 'keamanan' saya tidak bisa membeberkan secara gamblang tingkat kepercayaan tersebut pada teman-teman saya.
Ada sedikit cerita soal kepercayaan. Jadi ceritanya -saya tidak tahu persis-, sepertinya ikhwan-ikhwan lagi berkumpul di mesjid, lalu ada yang nyeletuk, "Inot orangnya yang mana sih?". Saya tidak tahu dia keceplosan atau tidak, tetiba ikhwan X menjawab, "Inot itu orangnya ga cantik, tapi kalau senyum manis banget". Ikhwan Z yang kenal saya langsung laporan, "Not, si ikhwan X bilang bla bla bla...". Saya jadi penasaran, sebenarnya tidak perlu hal seperti ini dikonfirmasi. Tapi berhubung saya orangnya to the point, dan tidak suka basa basi, bertanyalah saya pada ikhwan X. Ternyata ikhwan X memberikan jawaban berbeda, "Saya bilang kamu orangnya cantik, kalau senyum manis." Hahahah saya ngakak aja, bukan hal penting isi percakapan mereka, tapi saya jadi tahu oh, si ikhwan X itu begini ya... Nah beberapa bulan kemudian, saya baru tahu bahwa ikhwan Z ternyata juga 'berbohong' sama saya --". Kejadian itu membuat saya hati-hati sama dua laki-laki ini.

Ada lagi ikhwan penasaran, saya disuruh dateng ke depan mesjid, mau ngapain coba??? hahaha
Ada lagi yang saking penasaran sampai berani banget minta foto ke saya, hahaha
Dan yang saya heran, bahkan ada akhwat yang penasaran sama saya, ya ampun...
Meskipun si akhwat A bilang tidak ada tujuan atau tidak bermaksud untuk membandingkan, namun biasanya perempuan secara tidak sadar akan membandingkan, meskipun tidak semua perempuan demikian.
Saya tidak cantik kok, tidak manis juga seperti yang dikatakan ikhwan X, saya pun tidak lebih baik dari akhwat yang penasaran sama saya ini. Sampai rela nyari foto saya di facebook, lalu dikonfirmasi ke saya satu persatu, hahaha saya ketawa, bukan ngetawain sih, tapi lucu aja, soalnya baru pertama kali ada kejadian seperti ini.

Si akhwat A ini padahal cantik dan salihah sekali. Dan waktu saya prediksi banyak ikhwan yang suka sama dia, ternyata tidak meleset hahaha *karena fitrahnya laki-laki ya suka wanita cantik dan salihah hahaha*

Selain persoalan itu, yang masih sampai sekarang belum bisa diperbaiki adalah soal kepercayaan diri. Kalau persoalan diatas yang saya sebutkan adalah fakta bukan ketidakpercayaan diri saya. Kata Mario Teguh, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Artinya kalau ada yang kurang pasti ada yang dilebihkan. Nah "yang dilebihkan" ini belum ketemu sama saya, potensi, keahlian, ini belum ketemu sampai sekarang hahahah
Kadang ada orang yang "ribut", 'ikuti saja passion-mu', saya juga bingung passion artinya apa? ahhahaha
Maksudnya saya pun tidak tahu apa yang senangi. Bukan tidak tahu tapi terlalu banyak, dan saya pelajari setengah hati semuanya hahahah

Ya beginilah saya adanya. Mengenal saya resikonya besar, sebab saya bukan orang baik nan salihah. Menikahi saya resikonya lebih besar lagi, saya tidak punya 'sesuatu yang diinginkan' oleh para lelaki, halah! hahahaha

Pada intinya, saya berterima kasih, untuk kalian yang memberitahu kekurangan yang harus saya perbaiki. Kalian betul-betul teman yang baik, dan peduli.
Terima kasih banyak :D

Friday, February 13, 2015

Over The L'Arc~En ~Ciel



Tidak sekalipun saya terpikirkan untuk menonton film dokumenter L'Arc~En~Ciel. Bahkan saya baru tahu kalau film dokumenter ini ada. Kakak saya membeli dua buah tiket, untuk dia dan suaminya. Namun, berhubung suaminya sedang dinas ke luar kota akhirnya saya yang ditawari. "Tiketnya mahal, " begitu kata kakak saya, "Sayang nih satu lagi". Aslinya saya sangat malas, rasanya hari jumat adalah hari yang saya tunggu-tunggu untuk beristirahat. Baiknya saya berubah pikiran karena ternyata saya tidak menyesal setelah menontonnya.

Over The L'Arc~En~Ciel merupakan dokumentasi world tour mereka pada tahun 2012 di Asia, Amerika, dan Eropa. Apa yang terjadi saat saya melihat film ini? Rasanya kembali ke masa lalu saat saya mulai mengenal anime. Dulu saya sampai membeli kaset album Smile, original. Saya buktikan penghargaan terhadap mereka dengan membeli kaset yang asli.
Beberapa anime yang soundtracknya dibawakan Laruku adalah Rurouni Kenshin, Fullmetal Alchemist,  dan Gundam 00

Dalam wawancara tour mereka, ada sebuah pertanyaan, "Siapa diantara kalian yang bertindak sebagai mood maker?"
"Tidak ada," jawab Tetsu.

Hahaha, meskipun terkenal mereka bukanlah tipikal artis yang banyak berbicara, terutama Yukihiro, sang drummer. Saat ditanya perasaannya mengenai world tour Laruku, dia hanya menjawab, "Saya bahagia", dua kali ditanya pertanyaan yang sama, Yukihiro tetap menjawab, "Saya bahagia." Kemudian, dalam flim itu Yukihiro menjelaskan, sulit rasanya menjawab pertanyaan tersebut, sebab perasaan selama 20 tahun tidak mungkin dijawab dengan cepat.

Jakarta adalah salah satu dari tujuan tour Laruku. Dari semua tour, fans dari Indonesia yang paling passionate. Para fans menyanyi bersama Hyde, mereka hafal semua lagu Laruku. Ini berbeda sekali dengan fans yang ada di negara lain. Di negara lain memang ada yang ikut menyanyi tetapi tidak semuanya. Sedangkan semua fans Indonesia ikut menyanyi, sampai suara Hyde sendiri tidak terdengar. 
Memang ada hal lain yang sedikit memalukan. Penggambaran Jakarta yang macet, dan sungai kotor yang banyak sampahnya.

Bayangkan, band yang awal mulanya dibentuk oleh Tetsu pada tahun 1991 mampu bertahan hingga sekarang. Wolrd tour ini juga merupakan tujuan Laruku untuk debut di AS. Mereka merasa cemas, sebab tidak biasa rasanya orang barat mendengar lagu band rock Jepang. Dan Laruku adalah artis Jepang yang pertama kali show di Madison Square Garden, New York.

Selain solid, anggota Laruku juga sangat kompak. Mereka jarang berbicara, tapi semuanya dimaksudkan untuk mengekspresikan sesuatu melalui musik. Hyde terutama, awalnya ingin menjadi seorang desainer. Namun, dia khawatir karena ketidaknormalan pada kedua matanya, buta warna. Kemudian Hyde menemukan musik, jadilah Hyde sang vokalis hingga saat ini.

Biasanya dalam satu band, ada seorang leader jenius yang mengatur atau membuat lagu. Di Laruku, Tetsu, Hyde, Ken, dan Yukihiro, semuanya membuat lagu. Hyde sendiri memberi kebebasan dan kesempatan anggota lainnya untuk berekspresi.

Entah, saat ini perasaan saya tidak jelas. Saya sangat menyukai mereka sejak saya SD sampai saat ini. Mereka band yang tidak tergantikan, meskipun banyak band lain yang bermunculan. Dan masing-masing band punya ciri khas yang disukai para penggemarnya.

I love L'Arc~En~Ciel, I grow up with them.

Wednesday, February 11, 2015

Demensia Tulisan di Masa Lalu

Hmm, saya bukan penulis layaknya penulis yang sangat niat agar bukunya diterbitkan. Saya hanya tidak suka banyak berbicara. Sehingga, menulis adalah media komunikasi. Jika disuruh memilih antara telepon atau sms, saya lebih suka sms atau yang lainnya, asalkan tidak bicara.
Menulis menjadi level interaksi yang cenderung lebih aman karena penulis pasti membaca lagi tulisannya berulang-ulang. Sehingga apabila ada kata-kata yang kurang menyenangkan, kita langsung dapat menghapusnya. Kecuali ada orang lain yang niat untuk menjatuhkan, di screen capture-lah kesalahan itu, kemudian disebarkan ke media sosial.

Jam terbang saya dalam menulis pun masih sangat sedikit. Dibandingkan dengan teman-teman lain yang pandai menulis, tulisan saya membosankan, random, dan tidak jelas arahnya. Tema tulisan yang paling berat adalah soal hikmah, adab, dan hal lainnya yang berkaitan dengan agama.

Persoalannya satu, tanggung jawab untuk mengaplikasikan dan konsistensinya. Menulis memang untuk mengingatkan diri sendiri dan orang lain. Tapi, ada saja kelemahan manusia, "hilang ingatan". Sekonyong-konyong teringatlah firman Allah, kurang lebih seperti ini, "Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?"

Ketika kita ingin mengajak kebaikan melalui tulisan, firman Allah itu membuat saya berpikir. Ragu-ragu akan tindakan yang dilakukan, "Apa perlu saya menulis ini?", kalau saya tidak jadi menulis kebaikan itu, mungkin anak iblis ikut andil dalam mempengaruhi diri. Meluruskan niat adalah perasaan yang sangat membingungkan, bagi saya.

Hati yang was-was selalu khawatir, entah bagian dari niat lurus yang diliputi kewaspadaan atau justru terjerumus dalam perangkap iblis dan anaknya, yaitu keragu-raguan.

Seorang teman yang pernah saya tanyai pun khawatir akan tulisannya. Dia sudah menulis banyak sekali hikmah, maupun persoalan adab. Hal yang menjadi kecemasannya adalah takut tidak bisa mengaplikasikannya atau tetiba demensia terhadap tulisannya di masa lalu. Kembali lagi, bertanggung jawab adalah intinya.

Pun kebanyakan, tulisan yang menjadi bagian dari prinsip seorang penulis biasanya akan sulit untuk lupa. Sebab, prinsip sudah menjadi aplikasi yang diterapkan dari pengalaman, baik itu berasa bahagia atau cobaan yang membuat hatinya bersedih.

Saya berharap semoga kami, penulis amatir, selalu ingat makna penting dari setiap kata-kata yang masuk ke dalam saraf pembaca, terfahami, terilhami, dan terkoreksi sebagai timbal balik untuk menambah kemampuan mengolah kata dan berdiksi indah.

Tuesday, February 10, 2015

Nyaman~



Ada beberapa orang yang pernah mengaku bahwa mereka nyaman jika berbicara dengan saya. Tapi, saya cenderung mengabaikan, malah saya yang bingung, berarti bagi mereka ada orang-orang yang jika diajak bicara tidak membuat diri mereka merasa nyaman. Sementara selama ini saya merasa hampir nyaman jika bicara dengan semua orang namun apa yang dibicarakan memang bergantung pada masing-masing orang itu.

Kepercayaan, "merasa nyambung", "ya nyaman aja" adalah tiga alasan yang mendasari kenyamanan mereka saat bicara dengan saya. Dan buat saya "kepercayaan" itu level sikap yang cukup sensitif.

Hari ini, saya baru "ngeh", "mungkin seperti ini rasanya tidak nyaman, tidak klop", pembicaraan dua arah tidak berjalan sesuai yang saya inginkan, terasa kaku, dan "menggantung" tidak jelas. Ternyata setiap orang punya "orang pilihan" yang menyamankan hati saat berinteraksi.

Saya punya seorang teman, akhwat, cantik sekali, wajahnya menyejukkan, sangat pandai, salihah, dan lemah lembut. Banyak ikhwan yang menyukainya. Bahkan ikhwan yang disukai oleh sahabat saya juga menyukainya. Namun, ternyata sahabat saya yang lain juga merasa tidak nyaman dengan akhwat salihah ini. Baginya, akhwat ini kurang peka, telah menyinggung perasaan hatinya dalam hal pekerjaan di kantor. Saat sahabat saya bercerita, dia seperti menampakkan kekecewaan yang amat sangat, "kok bisa sih dia begitu?", kurang lebih seperti itu.
Bukan pula salah si akhwat salihah. Meskipun sifatnya yang berpikir terlalu positif membuat dia tidak menyadari bahwa hal itu dapat menjadi negatif bagi orang lain.
Kedua teman saya ini "belum klop". Berbicara dari hati ke hati akan membantu jika masing-masing pihak ingin meleburkan egonya untuk hubungan yang lebih baik.

"Nyaman" ini juga sepertinya perlu dibantu oleh sikap saling memahami, terbuka, dan jujur satu sama lain. Saya pernah bertengkar dengan sahabat saya. Tapi, kemarahan atau pertengkaran hebat itu tidak membuat kami berpisah. Akhirnya kami sama-sama tahu, "Oh ternyata dia tidak suka diperlakukan begitu". Terkadang saya cemburu, dia sudah bersuami. Saya merasa tersisih. Rasa-rasanya saat itu keluarganya pun sudah menjadi bagian dari diri saya. Sahabat saya itu bernama Elva Susanti.

Khalida Fauzia adalah orang yang tidak pernah bosan mengajari saya berulang-ulang materi pelajaran yang sama. Saya belum menemukan orang seperti dia saat kuliah. Betapa nyamannya saya dengan wanita manis ini. Kurang lebih selama dua minggu ketika masuk kuliah saya menangis karena ingat dengan Khalida. Saya telah hidup bersama dengannya selama empat tahun, tidak terpisahkan berada dalam satu kosan yang sama.

Kehidupan silih berganti, pada akhirnya yang nyaman itu perlahan-lahan menjauh, mungkin tidak lama lagi menghilang di telan bumi. Sedangkan, kenyamanan itu tidak dibangun selama satu atau dua hari saja.


Sunday, February 8, 2015

Romantisme Aku dan Kamu



Cintaku yang tak sesumbar, menenangkan semua orang, dan menjaga utuhnya privasi. Lebih bermakna, hanya aku dan kamu yang tahu.

Menurut KBBI online, privasi adalah kebebasan, keleluasaan pribadi. Sedangkan, menurut Wikipedia, privasi adalah kemampuan satu atau sekolompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka.

Saya, salah satu dari sekian banyak orang yang berpendapat bahwa tidak perlu berlebihan dalam mengekspresikan kisah kasih kehidupan yang dialami oleh sepasang kekasih. Ya, romantisme dalam rumah tangga buat saya termasuk bentuk privasi. Namun, dewasa ini, aplikasi dari pengertian privasi sudah sangat meluas sekali. Sehingga sebagian orang dengan leluasa mengumbar romantisme tersebut, terutama di sosial media. Saya berpikir, bukankah lebih bijak jika dipertimbangkan kembali ahsan atau tidaknya, sedikit banyak manfaat atau mudharatnya. Mungkin dalam pandangan orang lain ini nampak sebagai hal kecil yang tidak diperhitungkan. Tapi, saya mengingat-ngingat kembali isi buku Dalam Dekapan Ukhuwah, karya Salim A. Fillah, intinya menjaga hubungan antar sesama lebih baik ketimbang mempertahankan ego pribadi.

Menikah adalah hal yang sakral dan menyenangkan, semua orang turut berbahagia. Tetapi bukankah lebih baik sedikit tawadu', dalam rangka menjaga perasaan teman-teman sejawat yang juga punya keinginan yang sama namun belum dikehendaki oleh Yang Kuasa.
Romantisme sesumbar akan hilang menelan maknanya.
Pilahlah dengan baik serta pertimbangan matang tujuan dari mengumbar romantisme itu. Jika ingin memotivasi, maka tidaklah salah. Namun pilihlah bahasa yang baik agar tidak berkesan "menyombongkan diri" atau "membanggakan diri". Bolehlah sekali-sekali menunjukkan kemesraan, tapi ahsan-nya adalah tidak berlebihan. 

Sekali lagi, persoalan seperti ini bukan salah atau benarnya, melainkan ahsan atau tidaknya.
Suatu saat nanti, aku ingin seperti kalian. Berkasih sayang bersama orang yang kucintai.
Bagi yang masih dalam masa penantian, bersabarlah. Menikah bukan semata-mata seperti lomba lari, ada yang kalah dan ada yang menang. Yakin terhadap kehendak Allah. Pun, kemajuan karakter, kedewasaan kita, akhlak, serta ibadah mungkin adalah hal-hal yang menjadi pertimbangan Illahi, sudah pantas atau belumnya kita mengenyam tanggung jawab yang lebih besar.
Tak luput, kita turut menghargai teman-teman kita yang berbahagia, menunjukkan kemesraannya, semoga selalu dilindungi Allah dan diridhai oleh-Nya.


Allahu'alam.

Saturday, February 7, 2015

Bermimpi Saja Dulu!

NORWEGIA
Norwegia, saya bahkan tidak tahu menau soal negara ini. Dari 9GAG, saya cukup sering melihat beberapa keindahan alam dari berbagai negara, Norwegia salah satunya. 
Impian saya adalah melihat Milky Way dari bumi dengan mata kepala saya sendiri secara langsung. Dan Norwegia adalah salah satu negara yang tepat, ditambah lagi adanya penampakan aurora. Akhirnya, Norwegia menjadi negara yang paling saya ingin kunjungi setelah Arab Saudi (untuk beribadah).


Milky Way dan Aurora yang Terfoto dalam Satu Frame
Source: dailymail.co.uk
LANGUAGE
Mungkin atau tidak ya saya mampu untuk berkunjung kesana. Terkadang saya berpikir, impian-impian saya itu berkesan tidak realistis dengan kemampuan dan usaha saya. Sepertinya ini memang kelemahan yang patut sekali diperbaiki, yaitu tidak totalitas dalam belajar. 
Betapa inginnya mengusai lima bahasa asing, Inggris, German, Jepang, Arab, dan Rusia. Namun, sampai sekarang tidak ada perkembangannya hahaha, menyedihkan ya :/

LIBRARY

Besar kemungkinan impian yang (mudah-mudahan) dapat tercapai adalah membuat perpustakaan dirumah. Resolusi tahun 2015, untuk melengkapi The Bliss Bakery Trilogy sudah tercapai, alhamdulillah. Sekarang, saya betul-betul mengincar buku ensiklopedia, yang sepertinya punya harga selangit.

ADOBE PHOTOSHOP

Musibah datang silih berganti, dan tanpa disadari itu karena kesalahan saya sendiri. Misalnya saja, saya secara tidak sengaja menumpahkan kuah ketupat sayur ke laptop, alhasil laptop tidak dapat beroperasi kembali. Padahal saya sangat butuh sekali untuk menggunakan software Adobe Photoshop CC. Saya bukan ahli desain grafis, tapi saya menyukainya. Desain grafis adalah cita-cita saya waktu SMP. Ini impian saya berikutnya, membeli CC secara legal hahaha, saya berdoa dan berharap semoga kami, para pengguna Photoshop diberi kemampuan untuk membelinya secara legal, aamiin.

DA'IN BOUTIQUE
Rencananya, saya mau membuka butik, Da'in Boutique. Sudah sangat niat sekali waktu itu. Tapi, bingung juga akhirnya karena belum ada modal. Terbengkalailah hingga saat ini. Saya berharap ini berlanjut, dan berkembang juga jewelry-nya. Jewelry ini baru sedikit saya lirik. Sepertinya cukup menarik, terutama dibuat secara handmade.

ISLAMIC ANIMATION MOVIES
Adik kelas saya, namanya Annisa Kemala, anaknya manis dan cantik sekali. Dia juga pandai menulis. Kemarin, dia sempat menuliskan pendapatnya mengenai langkanya film-film bernuansa sejarah islam. Menurut saya, sepertinya umat islam ini kurang memanfaatkan media dalam yang dikemas dalam bentuk film. Film-film dokumenter yang paling terkenal adalah Harun Yahya. Saya berharap besar beliau mempertimbangkan persoalan ini, sebab saya yakin beliau mempunyai modal yang cukup, dari biaya hingga skill yang dibutuhkan. Kenapa film? Film adalah cara termudah untuk menanamkan mindset karena dikemas dalam bentuk yang menarik agar penonton tidak jenuh melihatnya. Saya jadi terpikirkan membuat film animasi islami berkelas yang grafiknya tidak kalah dari Final Fantasy buatan Square Enix.
Kalau pernah menonton salah satu film sejarah kristen, yang dibuat oleh Mel Gibson, berjudul The Passion of The Christ, film yang menarik perhatian saya. Saya ingat betul film ini ditayangkan di Trans TV full tanpa iklan sama sekali. Alur ceritanya sama saja seperti yang pernah kita baca mengenai Yesus Kristus, namun dari segi musik, sinematografi, settingnya cukup baik, dan inilah bahan pendukung yang membuat film tersebut nampak nyata dan menyentuh.

SCIENCE
Saya bukan orang pandai. Tetapi saya tertarik sekali soal ilmu pengetahuan terutama kimia dan fisika. Dua ilmu ini yang menjadi dasar ilmu lainnya. Pernah saya mengkhayal menjadi seorang peneliti yang hadir pada konferensi sains dunia. Kemudian, saya membaca buku Dr. Amr Khaled, beliau mengatakan bahwa banyak orang islam kaya yang jarang sekali menyumbangkan biaya untuk keperluan penelitian. Hal ini menyebabkan ketertinggalan pada ilmuan-ilmuan islam. Memang jika dibanding oleh negara barat, kita kalah telak. 
Saya yang selama tujuh tahun belajar kimia analitik saja dibully, "buat apa habis dari smakbo, kuliah di AKA?". Saya tidak menyesal, bahkan selama tujuh tahun pun masih banyak sekali hal yang tidak saya ketahui. Dahulu kala, ulama sanggup membaca satu buku lebih dari satu kali, dan tidak berpindah ke buku lain sebelum memahami buku yang dibacanya. Saya hanya ingin menunjukkan pandangan berbeda, bahwa tidaklah salah mempelajari sesuatu berulang-ulang. Ini adalah impian besar saya untuk umat islam.

Semoga mimpi-mimpi umat islam, dikehendaki Allah.



Thursday, February 5, 2015

Tidak Tahu

Ada banyak pertanyaan yang sepatutnya tidak boleh ditanyakan. Namun, sekalipun diabaikan curiosity itu tetap tidak hilang. Ilmu yang baru dipelajari pun hanya meng-cover pertanyaan-pertanyaan itu sekilas saja.

Saya punya seorang sahabat, namanya Winda. Winda ini seorang wanita yang kuat. Biasanya cuma laki-laki yang mengangkat atau memindahkan galon, tapi Winda mampu melakukannnya. Dia juga mampu untuk melakukan pekerjaan laki-laki lainnya. Sifatnya sangat optimis sekali, meskipun jika di nalar kadang dia tidak realistis. Saya pikir, itulah yang membantunya bertahan hidup sampai sekarang, optimisme. Menurut Dr. Amr Khaled, optimisme adalah mindset orang beriman. Tidak pernah kehilangan harapan, itulah yang dimaksud.

Saya dan Mba Winda ini, sering berdiskusi dan selalu ada perbedaan pendapat diantara kami. Tema diskusi kami kadang cukup kompleks sebab diantara kami berdua belum ada yang menemukan jawabannya.

Bukan maksud mempertanyakan kebenaran Alquran, sebab Alquran pasti benar. Pertanyaan dasar yang selalu menempel dalam pikiran kami adalah "untuk apa kita hidup?", Indeed, sudah terjawab di Alquran.
Manusia hidup untuk beribadah. Tapi rasa-rasanya seperti, "bukan itu jawaban yang kami inginkan".

Kalau saya mau bertanya lebih lanjut kepada Allah, "Allah, kenapa Engkau memilihku untuk hidup dan menjalani kehidupan ini?"
"Allah, dari sekian luasnya alam semesta ini, kenapa kami tinggal di planet Bumi?" 
"Allah, apakah suatu saat nanti, kami akan menemukan manusia atau makhluk lainnya dari planet lain?"
"Jika surga dan neraka sudah terisi, apakah Engkau akan menciptakan kehidupan yang baru?"
"Apakah manusia bisa mengatur dimensi ke-4, waktu dan ruang?"

Kadang saya kepikiran juga, iya ya, kalau surga dan neraka itu tidak ada, kira-kira gimana keadaan dunia saat ini. Apakah saya sendiri tidak akan beribadah dan bertindak semaunya?
Apakah saya akan takut pada Allah?
Jangan-jangan, kita mencintai Allah, karena Dia selama ini telah memberikan apa yang kita inginkan.
Coba lihat orang miskin yang taat, mereka tidak berputus asa dan selalu yakin. Akhirnya mereka berusaha dengan mengharap balasan surga. Tapi, kalau surga itu tidak ada apa orang itu akan tetap taat?

Saya jadi mikir, jangan-jangan sebenarnya saya ga betul-betul mencintai Allah.

Saya tidak punya jawaban dari persoalan ini. Kalau melihat film, animasi, dan sebagainya, misal Final Fantasy, kadang saya jadi mikir lagi, "Kalau manusia diciptakan kayak di Final Fantasy gitu keren kali ya berantem-berantemnya, tapi mana ada orang yang mau berantem terus".

Saya juga ga paham, kenapa Allah menciptakan "rasa" di hati. Kenapa saya kalau nonton film, sampai sebegitunya amat ngegalau, nangis -_-
Memang, "rasa" itu membantu kita untuk bertindak atau memilih.Saya pernah, "Gw ga mau jadi orang berperasaan". Kadang itu sedikit membantu. Terlalu mendengarkan pendapat orang lain yang tidak membangun itu bikin pusing, sekali-sekali perlu cuek.

Kalau baca bukunya Dr. Amen, seorang psikiatri, dijelaskan bahwa apa yang kita rasakan sebetulnya dipengaruhi oleh kadar hormon tertentu di otak, kadang ada yang tinggi dan rendah. Dan menyeimbangkan hormon tersebut, dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan seperti prozac. Kadar hormon yang seimbang membuat kerja otak lebih baik, sehingga mempengaruhi suasana hati juga.
Setelah dipikir-pikir, sebetulanya teknologi manusia itu sudah sampai pada tahap dimana kita mampu mengatur manusia lain untuk bertindak seperti yang kita inginkan dengan obat-obatan tertentu.

Saya tidak tahu, pemikiran apa yang merasuki ilmuan sampai-sampai ingin "menciptakan" manusia". Diawali oleh kloning. Kemarin baru denger, ilmuan mau bikin bayi tabung pakai 3 DNA, -___-

Nah, teknologi yang sedemikian berkembang ini pun tidak menjawab pertanyaan saya, malah bikin saya bingung. Manusia yang diciptakan oleh Tuhan ingin membuat manusia. Ilmuan itu pasti meyakini bahwa manusia tidak diciptakan Tuhan.

Betulkan? memang ada pertanyaan yang seharusnya tidak kita tanyakan.