Friday, February 13, 2015

Over The L'Arc~En ~Ciel



Tidak sekalipun saya terpikirkan untuk menonton film dokumenter L'Arc~En~Ciel. Bahkan saya baru tahu kalau film dokumenter ini ada. Kakak saya membeli dua buah tiket, untuk dia dan suaminya. Namun, berhubung suaminya sedang dinas ke luar kota akhirnya saya yang ditawari. "Tiketnya mahal, " begitu kata kakak saya, "Sayang nih satu lagi". Aslinya saya sangat malas, rasanya hari jumat adalah hari yang saya tunggu-tunggu untuk beristirahat. Baiknya saya berubah pikiran karena ternyata saya tidak menyesal setelah menontonnya.

Over The L'Arc~En~Ciel merupakan dokumentasi world tour mereka pada tahun 2012 di Asia, Amerika, dan Eropa. Apa yang terjadi saat saya melihat film ini? Rasanya kembali ke masa lalu saat saya mulai mengenal anime. Dulu saya sampai membeli kaset album Smile, original. Saya buktikan penghargaan terhadap mereka dengan membeli kaset yang asli.
Beberapa anime yang soundtracknya dibawakan Laruku adalah Rurouni Kenshin, Fullmetal Alchemist,  dan Gundam 00

Dalam wawancara tour mereka, ada sebuah pertanyaan, "Siapa diantara kalian yang bertindak sebagai mood maker?"
"Tidak ada," jawab Tetsu.

Hahaha, meskipun terkenal mereka bukanlah tipikal artis yang banyak berbicara, terutama Yukihiro, sang drummer. Saat ditanya perasaannya mengenai world tour Laruku, dia hanya menjawab, "Saya bahagia", dua kali ditanya pertanyaan yang sama, Yukihiro tetap menjawab, "Saya bahagia." Kemudian, dalam flim itu Yukihiro menjelaskan, sulit rasanya menjawab pertanyaan tersebut, sebab perasaan selama 20 tahun tidak mungkin dijawab dengan cepat.

Jakarta adalah salah satu dari tujuan tour Laruku. Dari semua tour, fans dari Indonesia yang paling passionate. Para fans menyanyi bersama Hyde, mereka hafal semua lagu Laruku. Ini berbeda sekali dengan fans yang ada di negara lain. Di negara lain memang ada yang ikut menyanyi tetapi tidak semuanya. Sedangkan semua fans Indonesia ikut menyanyi, sampai suara Hyde sendiri tidak terdengar. 
Memang ada hal lain yang sedikit memalukan. Penggambaran Jakarta yang macet, dan sungai kotor yang banyak sampahnya.

Bayangkan, band yang awal mulanya dibentuk oleh Tetsu pada tahun 1991 mampu bertahan hingga sekarang. Wolrd tour ini juga merupakan tujuan Laruku untuk debut di AS. Mereka merasa cemas, sebab tidak biasa rasanya orang barat mendengar lagu band rock Jepang. Dan Laruku adalah artis Jepang yang pertama kali show di Madison Square Garden, New York.

Selain solid, anggota Laruku juga sangat kompak. Mereka jarang berbicara, tapi semuanya dimaksudkan untuk mengekspresikan sesuatu melalui musik. Hyde terutama, awalnya ingin menjadi seorang desainer. Namun, dia khawatir karena ketidaknormalan pada kedua matanya, buta warna. Kemudian Hyde menemukan musik, jadilah Hyde sang vokalis hingga saat ini.

Biasanya dalam satu band, ada seorang leader jenius yang mengatur atau membuat lagu. Di Laruku, Tetsu, Hyde, Ken, dan Yukihiro, semuanya membuat lagu. Hyde sendiri memberi kebebasan dan kesempatan anggota lainnya untuk berekspresi.

Entah, saat ini perasaan saya tidak jelas. Saya sangat menyukai mereka sejak saya SD sampai saat ini. Mereka band yang tidak tergantikan, meskipun banyak band lain yang bermunculan. Dan masing-masing band punya ciri khas yang disukai para penggemarnya.

I love L'Arc~En~Ciel, I grow up with them.

No comments:

Post a Comment