Wednesday, February 18, 2015

Aku Mah... Ya... Aku Deh






Sebagian orang mengungkapkan dengan jujur beberapa kekurangan saya, sebagian lagi baru saya ketahui setelah bertanya. Dari orang yang berbeda, mereka mengatakan bahwa saya ini cuek, susah dikepoin, otoriter, suka memperbesar masalah kecil, ngeyel, keras kepala, dan merasa paling benar. Saya tidak membantah karena mungkin itu kekurangan yang tidak saya sadari.

Dua hal, "suka memperbesar masalah kecil", dan "merasa paling benar" adalah sifat yang sangat saya wanti-wanti agar tidak dipelihara. Namun, saya kaget juga waktu ada yang mengatakan demikian. Artinya saya gagal.

"Suka memperbesar masalah kecil"
Terkadang ada orang yang melakukan kesalahan sepele berulang-ulang. Sehingga saya pikir perlu untuk menyampaikan teguran. Tapi karena saya salah adab, terlihat seakan-akan saya mem-blow-up masalah kecil tersebut.

"Merasa paling benar"
Saya punya prinsip, "yakini apa yang menurut kamu benar, tetapi INGAT orang lain belum tentu salah". Sebisa mungkin saya open minded tanpa memaksa pendapat orang lain, tapi saya gagal.

Banyak, sangat banyak yang harus saya perbaiki. Banyak pula yang harus ditaubati.

"Susah dikepoin"
Saya sebetulnya tidak susah dikepoin. Hanya saja, ketika saya belum bercerita artinya belum saatnya orang itu tahu. Yang kedua saya pemilih. Artinya, saya memang cerita persoalan tertentu kepada orang tertentu. Tidak menafikan, bahwa ini berkaitan dengan tingkat kepercayaan. Namun, demi 'keamanan' saya tidak bisa membeberkan secara gamblang tingkat kepercayaan tersebut pada teman-teman saya.
Ada sedikit cerita soal kepercayaan. Jadi ceritanya -saya tidak tahu persis-, sepertinya ikhwan-ikhwan lagi berkumpul di mesjid, lalu ada yang nyeletuk, "Inot orangnya yang mana sih?". Saya tidak tahu dia keceplosan atau tidak, tetiba ikhwan X menjawab, "Inot itu orangnya ga cantik, tapi kalau senyum manis banget". Ikhwan Z yang kenal saya langsung laporan, "Not, si ikhwan X bilang bla bla bla...". Saya jadi penasaran, sebenarnya tidak perlu hal seperti ini dikonfirmasi. Tapi berhubung saya orangnya to the point, dan tidak suka basa basi, bertanyalah saya pada ikhwan X. Ternyata ikhwan X memberikan jawaban berbeda, "Saya bilang kamu orangnya cantik, kalau senyum manis." Hahahah saya ngakak aja, bukan hal penting isi percakapan mereka, tapi saya jadi tahu oh, si ikhwan X itu begini ya... Nah beberapa bulan kemudian, saya baru tahu bahwa ikhwan Z ternyata juga 'berbohong' sama saya --". Kejadian itu membuat saya hati-hati sama dua laki-laki ini.

Ada lagi ikhwan penasaran, saya disuruh dateng ke depan mesjid, mau ngapain coba??? hahaha
Ada lagi yang saking penasaran sampai berani banget minta foto ke saya, hahaha
Dan yang saya heran, bahkan ada akhwat yang penasaran sama saya, ya ampun...
Meskipun si akhwat A bilang tidak ada tujuan atau tidak bermaksud untuk membandingkan, namun biasanya perempuan secara tidak sadar akan membandingkan, meskipun tidak semua perempuan demikian.
Saya tidak cantik kok, tidak manis juga seperti yang dikatakan ikhwan X, saya pun tidak lebih baik dari akhwat yang penasaran sama saya ini. Sampai rela nyari foto saya di facebook, lalu dikonfirmasi ke saya satu persatu, hahaha saya ketawa, bukan ngetawain sih, tapi lucu aja, soalnya baru pertama kali ada kejadian seperti ini.

Si akhwat A ini padahal cantik dan salihah sekali. Dan waktu saya prediksi banyak ikhwan yang suka sama dia, ternyata tidak meleset hahaha *karena fitrahnya laki-laki ya suka wanita cantik dan salihah hahaha*

Selain persoalan itu, yang masih sampai sekarang belum bisa diperbaiki adalah soal kepercayaan diri. Kalau persoalan diatas yang saya sebutkan adalah fakta bukan ketidakpercayaan diri saya. Kata Mario Teguh, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Artinya kalau ada yang kurang pasti ada yang dilebihkan. Nah "yang dilebihkan" ini belum ketemu sama saya, potensi, keahlian, ini belum ketemu sampai sekarang hahahah
Kadang ada orang yang "ribut", 'ikuti saja passion-mu', saya juga bingung passion artinya apa? ahhahaha
Maksudnya saya pun tidak tahu apa yang senangi. Bukan tidak tahu tapi terlalu banyak, dan saya pelajari setengah hati semuanya hahahah

Ya beginilah saya adanya. Mengenal saya resikonya besar, sebab saya bukan orang baik nan salihah. Menikahi saya resikonya lebih besar lagi, saya tidak punya 'sesuatu yang diinginkan' oleh para lelaki, halah! hahahaha

Pada intinya, saya berterima kasih, untuk kalian yang memberitahu kekurangan yang harus saya perbaiki. Kalian betul-betul teman yang baik, dan peduli.
Terima kasih banyak :D

No comments:

Post a Comment