Bukan orang yang biasa wisata
kuliner, bukan pula orang yang biasa jalan-jalan. Itulah pribadi saya yang
lebih suka duduk sendirian didepan laptop, berselancar di dunia maya. Namun,
sejak tahun kemarin saya berpikir, pun tak ada salahnya jika sesekali bertandang
ke rumah makan, mencicip beragam rasa yang disuguhkan. Supaya saya tidak
bingung juga ketika orang lain bercerita. Hingga saat ini, jika ada orang yang
bertanya tempat wisata yang menyenangkan atau tempat makan yang enak, saya
tidak bisa menjawab, memang benar-benar tidak tahu.
Setelah mampir ke Solaria,
berikutnya adalah memanjakan lidah di Lotteria. Saat itu ada tempat makan baru
dengan menu masakan Korea, Mujigae. Sempat ingin mencoba untuk makan disana,
tapi tidak jadi sebab harganya cukup menguras kantong anak kos, bagi saya.
Akhirnya, saya bilang sama
Raisha, “Suatu saat nanti, kita berdua harus makan di Mujigae”. Kesempatan itu
dikehendaki oleh Allah pada tanggal 28 Februari 2015, alhamdulillah.
“Merasa gaptek”, itulah yang
pertama kali saya dan Raisha rasakan hahahaha. Ternyata Mujigae adalah tempat
makan yang sangat modern jika dibandingkan dengan tempat makan lain yang pernah
saya kunjungi. Cara order menu, maupun untuk memanggil pelayan, semuanya
dilakukan secara terkomputerisasi. Bahkan kita dapat me-request lagu Korea
hanya dengan duduk dan memencet layar monitor.
Kami membolak-balik menu, untuk memilih. Bingung juga, khawatir bukan rasa masakan yang tidak enak, namun rasa yang tidak sesuai di lidah. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli ramyun, white tea dan matcha. Kami juga mencoba kimchi, alhasil “hoeeksss”, hahaha ternyata kimchi rasanya seperti itu ya, ada rasa asamnya. Bukan tidak enak, mungkin hanya tidak cocok di lidah. Heran juga, kok orang Korea sepertinya suka sekali dengan kimchi.

Kimchi sendiri merupakan makanan tradisional Korea, umumnya sawi putih yang difermentasi dan diberi bumbu pedas, sedangkan ramyun adalah mie instan. Dalam menu yang kami makan, ramyun tidak hanya berisi mie saja, melainkan ada telur, daging, dan juga sayuran berupa wortel dan toge.

Untuk minumannya kami memesan white tea dan matcha. White tea adalah daun teh yang tidak diawetkan dan tidak difermentasi, sedangkan matcha adalah teh hijau. Di Mujigae, white tea disajikan dengan cita rasa citrus dan madu, serta disajikan dengan kacang merah untuk matcha.
Alhamdulillah, secara keseluruhan menu yang kami pesan enak dan lezat, kecuali kimchi hahaha. Datangnya pesanan setelah kami meng-order juga cukup cepat, ini sangat baik sekali.
Belum ada rencana untuk
berikutnya. Hmm, semoga saya dan Raisha bisa diberi kesempatan lagi untuk makan
bersama, maklum kami berdua adalah predator makanan hahahaha.


Reaksi nya sama banget kayak aku kak pas makan kimchi di mujigae "ternyata kimchi rasanya kaya gitu"
ReplyDelete