Monday, April 27, 2015

Mencukupkan Diri

Tidak sedikit kejadian yang tak sesuai dengan harapan atau keinginan kita.

Ketidakmampuan dalam melihat nikmat dipelupuk mata, akan menumbuhkan ketidakpuasan. Merasa serba kekurangan, ini itu tidak cukup.

Mengapa kita tidak mencukupkan diri dengan nikmat yang sudah ada?

Entah, saya merasa sedih dan kecewa. Ada kalanya, bahkan seringkali orang mampu atau menunjukkan sikap aslinya melalui hasratnya dalam harta.

Kalau tidak punya uang, kita dianggap tidak ada. Jika punya, kita dianggap sebagai saudara.

Saya sangat ingin keluar, tidak lagi menjadi bagian dari majalah. Suudzonnya saya, mereka sudah mulai menampakkan hasratnya terhadap harta.
Padahal tujuan saya awalnya adalah menyelipkan nilai-nilai islami. Mengambil hikmah yang baik dari anime dan manga.
Tapi, saya jadi teringat masa lalu. Akibat saya meninggalkan seorang teman, akhirnya dia bablas melanggar perintah Allah. Bukan berarti saya adalah malaikat pelindungnya. Hanya saja, sungguh, kita butuh untuk saling menasehati.

Kalau saya lepas majalah ini, isinya berubah jadi sebuah majalah yang memperkenalkan anime/manga echi, ini sama saja mengarahkan pembaca untuk meminati pornografi.
Lalu, sikap 'down to earth' lama-lama mulai menghilang karena semakin dikenal.

Sekarang terasa sekali, harta itu ujian yang sangat berat. Memang muslim harus kaya. Tapi, mengingat iman saya yang lemah, harta yang cukup sepertinya lebih baik, allahu a'lam.

Lebih tepatnya berusaha mencukupkan diri.

Kita tidak pernah kekurangan akan kebutuhan. Tapi kita mencari-cari kebutuhan yang tidak benar-benar dibutuhkan, sehingga kita terus merasa kurang.

Thursday, April 16, 2015

Credo Ergo Sum: Hilangnya Jiwa Dalam Cahaya 1

Bukan keinginan Nana kehidupan dirinya yang penuh keprihatinan. Menyedihkan memang, setelah teman-temannya mati dibunuh, dia seorang diri, lalu menikah dengan Hanzo. Awalnya, sungguh Nana mengharapkan tumbuhnya keluarga baru untuk menemaninya. Tapi, keadaan tidak sedemikian mudah, sehingga yang dialami adalah penderitaan.

Mengalirnya darah sihir dalam tubuh seseorang tidak menjadi harapan semua orang. Nana berbeda, DNA sihirnya tidak identik dengan DNA sihir keluarga Drake ataupun Killsting. Tak ada sebab yang jelas mengenai pertengkaran kedua keluarga sihir ini. Dan bukan hal yang biasa seorang keluarga Drake mampu menikah diam-diam dengan keluarga Killsting, itulah orang tua Nana yang membuangnya. Nana tidak mampu melakukan sihir apapun. Ya, dia berbeda.

Perlu diketahui pula DNA sihir tidaklah sama dengan DNA dalam ilmu biologi atau genetika. Bentuknya serupa, tapi susunannya tidak ada hubungannya sama sekali antara sihir dan genetika. Bentuk khas DNA sihir dapat saja ditiru persis dengan sihir murni tingkat tinggi. Hanya ada dua sihir murni didunia ini, perasaan dan alam. Alam semesta adalah sihir murni yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia.

Cinta adalah kata yang tak terdefinisi dengan mutlak. Bagi Nana hidupnya bukanlah soal dia mencintai suaminya atau tidak. Dia hanya butuh seseorang untuk menemaninya, tidak peduli 'gelar' yang disandang lawan bicaranya, entah itu bernama sahabat, kekasih, atau suami.

Terkadang perlu menyelidiki alasan Hanzo menikahi Nana. Tapi Nana tidak akan mampu. Dia merasa dirinya ditolak mentah-mentah dalam kehidupan Hanzo. Tinggal bersama disebuah rumah mewah bergaya tradisional Jepang, dengan kamar tidur yang berbeda, tidak ada bedanya tidur di hotel bintang lima. Bersistirahat, sambil menunggu tanpa tahu menahu sesuatu yang ditunggunya. Hampa.

"Aku hanya berusaha mencari teman!" begitulah pikiran Nana.

Monday, April 13, 2015

How Ironic I Am

Warning: This article contains bad grammar and poor vocabulary. If you feel irritate about both of them, please do not read. I repeat, do not read!

We don't know people for the first time. Sometimes, they judge you. Even if you actually have a good mind. We should learn more how to face people based their character.

to be continued~
LOL!

Thursday, April 9, 2015

My Pen Pals

I can’t imagine that I have many pen pals from around the world. I’m enjoying the moment, when we share our story. It doesn’t matter the story is important or not. There’s no barrier between us.

We have difference time, 2, 5, 12, and 15 hours. We’re busy with our business and tired too. But, there’s a moment when we remember our best friend, because the value of friendship is priceless.

The first meeting was friend from Europe, Serbia. He lives at village, Leskovac.

I met Master Cam from Arizona, US. He had bachelor degree in Fine Art and Graphic Design at Washburn University. I forced him to be my unofficial private art teacher lol!

After that, I met Pokemon girl from Pennsylvania, US.

Then, someone who love history and care about his hometown in Tamil Nadu, India. He told me about Madurai and their temple.

Also, the smart and beautiful girl from Ukraine. She loves to watch anime like me!

I have learned many things from them. They make me to be brave, more confident, care our parents, live healthy, be productive, love and care each other.

So, my friend from Serbia is not good in English, me too. Because of that we use simple words that we can understand lol! Our grammar is very very bad! I was shock when I heard his story about muslim in Serbia. He said that muslim in Serbia drink beer and go to the club. I was sad, but the positive thing is there are some muslim in Serbia. I hope they don’t drink beer again, or maybe eat pork/ham/bacon and the others haram food!

Master Cam told me that Facebook is social distraction and wasting time too. Wasting time is sign of constant boredom. He’s an atheist. But, he’s the smartest pen pals that I ever had. We have a great discussion about our faith. Because English is his native language, he used some complex sentences lol! I actually didn’t understand but sometimes I pretend to understand him.  Of course, if your English is good that’s not complex sentences! I respect and appreciate him not just as my best friend, but as brother and teacher.

This Pokemon girl has friend from Indonesia before me, she was an exchange student. It’s difficult to make a good conversation with Pokemon girl. I couldn’t talk with her like I talk to Master Cam and the beautiful girl from Ukraine. She replied me with simple words, such as “Yup”, “I see”, “Nice”. So, I confused to think what the good topic which interest her.

This guy is from India and study about computer science. He’s very busy with his project. Someday he needs my help to explain about Neutrino Observatory. Well, I said that my teacher in college didn’t teach me Lol! But I didn’t give up because I remember the documentary film about that. There’s one Neutrino Observatory in Japan too. And the scientist wants to build in Tamil Nadu because that place is very potential. But people in Tamil Nadu afraid that observatory can damage their hometown.

I thought as a chemical analyst we should learn more about subatomic, beside proton, neutron and electron. Because that’s new science that we haven’t knew yet. If someone ask about quark or neutrino, I’m just keep silent and can’t say anything. I know, we’re not using it in our daily job. But that’s one of basic knowledge. We should follow the development of science.

The beautiful girl from Ukraine is studying at Sumy State University, the fourth best university in Ukraine. She likes to watch anime, such as SAO, and Kaichou wa Maid sama. So, I suggested her to watch Death Parade. And she told me that she cried when watch it. On this week, something bad happen to my partner laboratory. I was afraid, but this girl courage me. After that, I was more relax and tried to enjoy the moment.

I know, I shouldn’t write about my pen pals in my blog, because they have privacy. But, I can’t hide my feeling. I’m so happy to meet them. I’m lucky and grateful.

I love all of you. Thank you so much for being part of my life.

SFMBE~ Sorry for my bad English!