Monday, April 17, 2017

Kepingin Kaya

Di sebuah forum, seorang ibu yang sedang tidak bisa tidur bercerita mengenai kehidupannya. Ia bahagia mempunyai seorang suami yang baik, sholeh, selalu mengalah, setia, sangat jujur dan juga polos. Disisi lain, ia berpikiran kenapa tidak bisa seperti teman-teman yang lain, punya rumah, mobil, uang yang sangat banyak, bisa jalan-jalan kemana-mana. Sedangkan, bisa menabung setiap bulan saja dirinya sudah merasa beruntung. Hingga ia sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan suaminya, "Kamu nyesel nikah sama aku ?"

Saya jadi tertarik untuk sharing masalah ini, cuma sharing saja lho! Soalnya saya juga masih terus belajar. Tapi, saya disini tidak ingin menggunakan kata "saya", melainkan "gw", supaya lebih santai, hahaha, siapa juga yang bakal mempermasalahin yak?

Jadi gini, ini sih berdasarkan pengalaman gw. Kadang emang ada kalanya pikiran membanding-bandingkan itu ada. Apalagi kalau habis liat-liat media sosial. Jadi racun juga nih sebenarnya. Makanya ada yang bilang kalau medsos itu bukan tempatnya orang yang iri dengki, tapi mudah-mudahan orang lain juga tidak bermudah-mudahan merasa aman dari sifat riya dan membanggakan diri. Masing-masing dari kita pasti kena ujian, yang kelihatan kaya bukan tidak diuji, tetapi kekayaannya memang bentuk ujiannya. Dan boleh jadi, bahkan pastinya, kita berhusnudzon, kenikmatan mereka adalah bentuk dari kerja keras mereka selama ini. Sedangkan, kita perlu bekerja lebih keras lagi.

Seperti yang gw bilang, kalau masing-masing kita diuji, dan diujinya pasti dititik lemah, karena kalau dititik yang paling kuat, kita pasti lulus. Dalam rumah tangga, ada yang suaminya baik, tapi finansialnya kurang baik; ada yang finansialnya baik, tapi kehidupan rumah tangganya hambar; ada yang suaminya baik, finansialnya baik, tapi hubungan dengan mertuanya kurang baik; ada yang suaminya baik, finansialnya baik, tapi belum punya anak; ada juga yang suami baik, finansialnya cukup, pas butuh-pas ada, tapi sudah diberi rejeki berupa anak; dan lain sebagainya. Gw belajar dari kasus-kasus ini, supaya ga sembarangan ngejudge dan sok tahu sama rumah tangga orang, supaya ga jadi emak-emak nyablak kayak ibu-ibu komplek yang kalau komentar ga dipikir dulu, hahahaha. Karena belajar butuh proses, jadi mohon maaf kalau pernah ada yang tersakiti sama gw.

Kalau kasusnya sama seperti ibu di forum itu, percaya deh, ga ada yang bisa menggantikan suami sholeh. Soal rejeki sudah dijamin sama Allah, tinggal kita jemput. Di surga nanti banyaknya orang miskin. Bukan gw ngajarin kita miskin ajah, bukan lho hahaha. Bisa diambil pelajarannya, orang kaya dihisabnya lama, dan bisa jadi banyak orang yang ga lulus saat diuji dengan kekayaan. Jadi, kalau saat ini kita belum kaya, santai aja, usaha tetep jalan terus. Kita ibadah juga butuh uang, untuk naik haji, umrah, sedekah, zakat, ikut kajian ke mesjid-mesjid, dan lain-lan. Buat yang udah kaya, jangan lupa itu ujian, amat mudah bagi Allah untuk mengambil lagi apa yang dititipkan, jadi gw cuma ingetin ajah, supaya dipergunakan dengan baik dan benar.


Yah bisa dibilang untuk menghindari sifat iri dengki ini, kita perlu berhenti untuk membanding-bandingkan, berdoa sama Allah, jangan mikirin yang ga ada, dan jangan sering-sering liat medsos, hehehe betul tidak ?


Friday, March 31, 2017

Pelakor

Pelakor alis perebut laki orang, kini cukup ramai dikalangan netizen Instagram. Salah satu kisahnya adalah mengenai seorang istri yang berprofesi sebagai dokter. Pernikahan yang masih seumur jagung dan kehamilan sang istri, nampaknya tidak menyurutkan niat sang suami untuk melirik wanita lain yang juga memiliki profesi yang sama seperti istrinya. Wanita lain itu sudah diperingatkan, tapi apalah daya ketika cinta yang berlatar belakang hawa nafsu ini telah membabi buta, hubungan "kakak-adik" pada mulanya.

Rasa sakit istri membuatnya kalap memposting hubungan suaminya dan wanita itu di Instagram. Ia pun mendapat banyak simpati dari netizen, yang kemudian meminta akun gosip lambe_turah untuk memviralkannya. Dengan follower lebih dari dua juta orang, lambe_turah mampu mengumpulkan masa lebih banyak untuk mendukung sang istri. Habislah suami dan wanita itu, terkena sumpah serapah masyarakat.

Cerita tentang pelakor semacam ini juga banyak ditemukan diforum-forum internet lainnya. Memang bukan masalah baru, tapi kemajuan media sosial menjadi salah satu bagian dari timbulnya persoalan ini. 

Biasanya... kita tidak perlu jauh-jauh mencari siapa yang menjadi wanita idaman lain suami, kalau bukan wanita dari masa lalunya, berarti teman kerja wanitanya. Pelakor sejatinya tidak menanggung beban cacian sendirian. Sebab, baik suami yang berselingkuh dan pelakor sama-sama salah. Konsepnya tamu tidak akan masuk kalau tuan rumahnya tidak membukakan pintu. Namun, entah kenapa, pelakor dilihat sebagai orang yang paling bersalah, dan paling jelek aibnya. Anehnya juga, biasanya, sebagian besar pelakor yang diperingati tidak merasa bersalah, justru sebaliknya, "playing as victim". Pelakor malah lebih galak daripada istri sahnya, kalau sedang dinasehati.

Tentunya kita tidak memukul rata semua persoalan. Tak dipungkiri memang ada laki-laki yang sifatnya suka "bermain" dengan wanita. Sehingga amat mudah tergoyahkan hatinya. Bahkan sanggup berbohong bahwa dirinya masih bujang lapuk. Sifat seperti ini lebih tergolong sebagai penyakit. Disisi lain, ada pula wanita polos yang menerima si bujang lapuk yang berbohong ini. Tapi... tidak sedikit wanita yang niatnya memang buruk, sudah tahu ada laki beristri, tapi tetap kalap menggoda sana sini.

Berbeda ya dengan poligami...! Poligami yang diawali dengan perselingkuhan, benar-benar tidak berkah hasilnya. Rumah tangga akan kehilangan fondasinya. Kalau pun bertahan, ketenangan tiada didapat. Jika berniat berpoligami, lakukanlah sesuai syariat dan adab. 

Hayo... siapa yang pernah jadi pelakor ?? Hehehe, jangan yah... cobalah posisikan diri kalian kalau orang yang kalian cintai direbut sedemikian rupa. Ingat pula, bahwa apa yang kalian lakukan pasti akan kembali ke diri kalian sendiri. Kalau seorang laki-laki sanggup meninggalkan seseorang demi kalian, berarti dia juga sanggup meninggalkan kalian demi wanita lain. Sudah banyak kisah nyata yang ada disekitar saya pribadi. Ada yang kehidupannya semakin susah, kesulitan ini itu baik secara finansial maupun sakit parah, malah ada yang tidak jadi menikah.

Saya juga pernah bertanya pada beberapa teman, ternyata ada pula kekhawatiran dari istri apabila suami pindah ke lain hati. Meskipun demikian, mereka lebih memilih percaya kepada suaminya. Sebabnya janganlah para suami mengkhianati kepercayaan besar yang diberikan istri. Cerita-cerita pelakor semacam ini seringkali saya ceritakan juga ke Abi, hehe... sambil berkata "Jangan begitu ya biii...", sembari mencari hikmahnya, apa-apa yang perlu diperbaiki dari rumah tangga kami. Salah satu komitmennya adalah tidak saling menyembunyikan. Abi adalah orang yang paling tahu siapa orang yang bikin saya sebal, jengkel, dan ngomel-ngomel sendiri, hahaha...


Mudah-mudahan Allah selalu melindungi rumah tangga kami, dan rumah tangga kalian...




Monday, February 6, 2017

Tanpa Izin

Hari ini saya mengalami sesuatu yang amat tidak menyenangkan. Bermula dari adanya arisan di kantor, sebab saya resign sebelum arisan selesai, maka saya tetap harus melanjutkan arisan tersebut. Dan entah kenapa, sejak awal saya meragukan kejujuran dari proses arisan ini, karena prilaku seseorang berinisial MK. Arisan seharusnya selesai pada bulan Januari 2017, dan saya adalah satu dari dua orang yang memperoleh uang arisan terakhir. Saya merasa bahwa saya sengaja diberikan bagian terakhir karena sudah resign.

Saat mengenal MK, tidak ada yang aneh. Namun seiring waktu, dia beberapa kali meminjam uang ke saya. Biasanya orang meminjam uang dari orang yang paling dekat, tapi MK ini bisa mampu secara random meminjam uang kepada siapa saja, termasuk teman saya yang belum lama masuk kerja, bahkan kenal dekat pun tidak. Saya pun bertanya-tanya, sesulit apakah orang ini?

Lalu terjadilah hari ini, dimana ternyata bagian uang arisan saya terpecah di dua rekening, pertama rekening N, dan sisanya dengan bagian yang besar berada di rekening MK. Firasat kami sudah tidak nyaman, sebab dijanjikan uang arisan akan ditransfer pada tanggal 1 Februari 2017, namun hingga tanggal 2 belum juga ada kabar. Akhirnya N menghubungi saya dan mengatakan bahwa dia sudah mentransfer uang arisan yang ada direkeningnya ke rekening saya, saya pun mengecek, dan pernyataannya memang benar. Tapi saya belum dapat kabar hingga tanggal 3 Januari 2017 mengenai uang saya yang ada di MK. Saya pun menghubungi MK, dia berkata bahwa akan mentransfernya pada malam hari karena sedang membuka atm atau mungkin rekening yang terblokir, saya juga tidak mengerti maksudnya.

Tanggal 5 Januari 2017, saya tanyakan kembali perihal uang arisan, namun tidak ada jawaban, WA saya hanya di read saja. Lalu, saya hubungi kembali hari ini, dan saya mendapat pernyataannya yang mengejutkan. MK mengatakan bahwa dia tidak bisa mentransfer uang saya karena sedang membutuhkannya, dia sedang amat susah dibulan ini, dan baru bisa mengembalikan jika motornya sudah terjual.

Lemaslah saya, sebab saat ini bukan hanya dia yang merasa susah, saya pun sedang mengalami kesulitan dan amat butuh uang arisan tersebut. Tidak ada perjanjian pinjam meminjam diantara kami sebelumnya. Bisa dibilang saya tidak mengizinkan sedikit pun uang itu untuk digunakan oleh MK. Ketika saya tidak meridhoinya pun, bahkan MK tidak takut terhadap Allah, yaitu tidak segera mengembalikan uang yang menjadi hak saya. Runtuh, hancur lebur kepercayaan saya kepadanya. Sungguh, kami sangat membutuhkan uang itu saat ini. Prilaku demikian adalah gashab, memanfaatkan barang/uang orang lain tanpa izin. Hukumnya haram berdasarkan hadits riwayat Ahmad.

Kami merasa amat didzalimi sekali oleh MK, dia memberikan jaminan foto KTP dan NPWP dengan foto yang tidak bisa dibaca jelas tulisannya, bagaimana mungkin itu bisa dijadikan jaminan oleh kami?

Sesulit apakah hidupmu MK? Bahkan mereka yang tidak mampu makan setiap hari pun banyak yang takut untuk memakan harta yang haram. Saya pernah berkunjung ke rumahnya, bahkan rumahnya lebih layak dibanding kami yang belum memiliki rumah. Katanya, dia pernah menjual tanahnya, dan mengembalikan hutang kepada saya melalui hasil penjualan tanahnya itu. Kami bahkan tidak memiliki tanah untuk dijual.

Terkadang pusing dan dilema juga menghadapi hal seperti ini. Niat ingin membantu orang yang kesulitan, tapi kelihatannya orang-orang sejenis ini selalu berada dalam kesulitan dan amat mudah berhutang. Tidak satu atau dua orang yang kami kenal dan berprilaku demikian. Ada pula laki-laki yang cerdas, tapi gemar berhutang, kesulitan dalam hal finansial, tapi menolak bekerja dikantoran, usahanya simpang-siur. Bukan saya merendahkan orang yang berwirausaha, tapi dengan caranya yang demikian dia menjadi banyak berhutang dan bahkan lebih sering meminta, kecenderungan mudharatnya lebih besar, ada istri dan anak-anak yang menjadi tanggungan. Tak ada salahnya merendahkan diri bekerja dikantoran terlebih dahulu, untuk mengumpulkan modal usaha dan membangunnya perlahan.

MK berkata bahwa saya tidak tahu kejadian yang dia alami, apakah dia juga tahu apa kejadian yang saya alami? Sama sekali tidak.

Persoalan hutang dan piutang ini amat sering tidak dibarengi adab. Sebabnya tidak sedikit yang sakit hati dan terjadilah pertumpahan darah. Perhatikan Surat Al-Baqarah ayat 282-283, satu halaman hanya membahas persoalan hutan piutang saja.

Saya belum mampu menjadi seperti Abu Bakar, yang amat mudah memaafkan, bahkan memaafkan Misthah bin Usamah yang turut memfitnah Aisyah, dan tetap memberikan biaya hidup sebagaimana biasanya. Belum mampu pula saya untuk meridhoi uang saya untuk digunakan MK, tidak ada adab dari MK untuk meminjam uang ke kami dengan cara yang patut. Semoga Allah mengampuni kelemahan kami, melapangkan dada kami, dan memberi balasan kepada orang-orang yang dzalim.


Tuesday, January 10, 2017

Bukan Gila Uang



Jualan dipandang sebelah mata ? Itu sudah biasa. Yang demikian itu sebab sebagian orang merasa terganggu dengan masifnya iklan yang tiada habisnya mengalir di timeline media sosial, katanya begitu, tapi tidak semua orang, namanya juga sebagian hahaha. Mungkin ihwal ini yang juga menjadi perhatian Facebook, yaitu melindungi kenyamanan pengguna dengan memberikan aturan penggunaan Fan Page sebagai wadah promosi bisnis.

Sejatinya yang dipandang negatif bukan jualannya tetapi cara berjualannya. Kalau diperhatikan, maka orang-orang paling akan amat sangat menghindar jika diprospek oleh manusia berlabel MLM. Katanya, oknum MLM, tidak open minded kalau tidak berjualan produk X dengan sistem MLM, hahaha. Gangguan seperti ini biasanya dari penggabungan akun pribadi dan bisnis. Tidak banyak yang mau mengikuti Fan Page khusus jualan, sehingga para seller perlu juga untuk membagikan postnya agar dilihat oleh banyak orang. Tapi sepertinya masalah ini adalah masa lalu, toh orang yang merasa annoying dengan iklan-iklan itu, sekarang ikut berjualan juga, hohoho.

Terlepas dari itu semua, kenapa harus berjualan? Sebenarnya tidak harus, hanya salah satu cara untuk menjemput rezeki saja, bagian dari mencari nafkah. Bukan karena gila uang, sebenarnya tidak ada yang bilang jualan itu gila uang, ini supaya nyambung sama judul saja, hahaha. Tiada yang hina pula menjemput rezeki dengan berjualan, toh kebanyakan yang berjualan ini malah bukan kaum proletar, yang dianggap oknum kapitalis sebagai kaum hina.

Saya pribadi menilai jualan itu bukan hanya soal perputaran uang, melainkan banyak hal seperti kreatifitas, sisi seni, dan menulis, oh, dan bahkan sosial! Pengalaman saya berjualan dimulai dari jualan pulsa. Tantangannya adalah banyak yang berhutang hahaha. Saya yang kurang suka terlalu sering berinteraksi dengan manusia ini, mau tidak mau harus belajar menagih. Selain itu, jualan akan membuat kita memperhatikan permintaan pasar serta kondisi ekonomi sosial target pasar yang bersangkutan, sehingga kita bisa bijak dalam menetapkan harga jual. Sedangkan, dalam sisi tulis menulis, ada teknik-teknik tertentu yang perlu dipakai agar menarik banyak minat pembeli. Salah satu yang saya baca adalah tidak menggunakan kata "buy", melainkan "try", sebab kata "buy" terkesan offensive atau seperti memaksa pembeli. Untuk sisi seni, menyangkut fotografi atau desain grafis, model promosi yang amat disukai saat ini.

Ada beberapa orang yang bertanya, kamera apa yang saya gunakan untuk postingan @liberal_booktown ? Yang jelas bukan kamera mahal, hanya memanfaatkan kamera handphone, matahari pagi, dan software Photoshop. Bukan saya jago photoshop, saya hanya mengubah brightness dan contrast gambar saja, sebabnya saya menggunakan sinar matahari pagi, agar mudah diedit, sehingga pencahayaannya seimbang untuk semua sisi.

Banyak sekali yang harus dipelajari, yang masih belum bisa saya lakukan adalah soal manajemen, pencatatan dan sebagainya, rasanya malas sekali untuk melakukan itu semua. Tapi pebisnis yang baik akan merapikan persoalan administrasi agar mudah diketahui segala macam keluar masuknya biaya.

Yah, semangat belajar lagi, jangan malas!