Sunday, December 28, 2014
Dahulu Kala
Thursday, November 20, 2014
The Hunger Games: Mockingjay Part 1
The Courage of One Will Change The World
Saturday, November 15, 2014
Guardians of The Galaxy
Wow, salah satu film produksi Marvel, dengan rating IMDb 8.5, yang tidak terlalu "wow". Dibintangi Chris Pratt sebagai Peter Quill, Zoe Saldana sebagai Gamora, Dave Bautista sebagai Drax, Vin Diesel sebagai Groot (voice), dan Bradley Cooper sebagai Rocket (voice).
Wednesday, November 12, 2014
I'm Not Her
Tuesday, November 11, 2014
Interstellar
THE END OF EARTH WILL NOT BE THE END OF US
Monday, November 10, 2014
Tuhan dan Kepercayaan
Saturday, November 1, 2014
Kata-kata Teracak
Ini adalah kata-kata acak. Seacak pikiran yang masih belum bisa diajak kompromi untuk menyibukkan diri. Tenggelam ke dalam jutaan penebar inspirasi dan ilmu lain yang belum terselami.
"Ini bisa didiskusikan kok!"
Ya saya tahu. Saya tahu persis. Selalu nasehati jika saya salah.
"Bukan begitu caranya...."
Terima kasih, ini adalah ciri lemah lembutnya hatimu.
"Saya minta maaf..."
Saya ikhlas.
"Saya tidak sanggup."
Jangan goyah.
"Berbahagialah."
Bantulah saya untuk menerima takdir Tuhan.
"Saya mengerti."
Itu baik.
"Memangnya kamu bisa?"
Bersedia direndahkan, mungkin lebih baik dibandingkan betapa sanggupnya saya untuk menjatuhkan, membuat kamu malu, jika Tuhan menghendaki.
"Buat apa beli ini?"
Tidakkah ingin mencoba untuk belajar lebih menghargai?
"Kok begitu sih?"
Mungkin kita tidak tahu persis akar permasalahannya.
"Berpikirlah positif."
Sejernih prasangka.
"Tetaplah hidup."
Ya, jika itu adalah kebaikan.
"Kamu bodoh!"
Ya, itu membuat saya rajin membaca. Terima kasih.
"Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik."
Tahu darimana?
"Kamu jauh lebih tegar dan dia lebih rapuh."
Kadang orang tegar adalah orang yang kerapuhan hatinya tidak sesumbar.
"Pergi dari hidup saya!"
Ingin sekali! Tapi, bijakkah?
"Bukan itu yang saya maksud!!"
Kalau demikian, sesuaikanlah cara bicara dengan tingkat kepemahaman orang lain.
"Salah pilih kamu!"
Tapi, ini kehendak Allah, Apa Allah salah juga?
Keteracakkan meningkat seiring waktu. Menghancurkan keseimbangan, menoreh luka, membakar amarah masa, bahkan kebodohan membahana merajalela.
Move On
Hidup tidak pernah berjalan mundur karena waktu yang telah terlewat tidak akan kembali. Meskipun setiap hari jumlah waktu yang ada selalu sama, tidak bertambah dan tidak berkurang.
Jika membicarakan topik seputar kehidupan maka akan muncul visi, misi, dan rencana.
Perencanaan adalah kebutuhan untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan.
Permasalahan yang sering muncul, mungkin, adalah rasa khawatir.
Rasa khawatir terhadap kegagalan akan rencana yang sudah dibuat atau keputusan Tuhan untuk tidak menghendaki keinginan hambaNya.
Rasa khawatir bahwa kita takut tidak bisa menerima takdir-takdir Tuhan.
Mungkin dua hal itu. Tapi saya cenderung merasakan yang kedua.
Percaya, Tuhan tidak menzhalimi hambaNya.
Percaya, Tuhan menyayangi kita.
Percaya, Tuhan ingin kita menjadi lebih baik.
Percaya, Tuhan tidak memberikan sesuatu yang kita tidak mampu untuk menanggungnya.
Berjalan maju, hidup seperti biasa, setidaknya membantu agar kita mengaplikasikan pelajaran di masa lalu, tanpa ikut terkekang, terbebani, atau tersendat untuk melangkah ke depan. Menjejaki rencana hidup dengan iman dan taqwa.
Monday, October 27, 2014
Diary: 27/10/14
![]() |
| Raisha dan Inot |
Friday, October 24, 2014
Hari Aib Sedunia
Neutral 2: Arsegaf of Alchfrith
Penulis
Wednesday, October 22, 2014
Downton Abbey
Jangan LEBAY
Note: Saya bukan pendukung Jokowi atau Prabowo
Sunday, October 19, 2014
Neutral 1: Arsegaf of Alchfrith
Saturday, October 18, 2014
NEUTRAL - Introduction
Kwetiau
Friday, October 17, 2014
Bloodyman
Sebuah kota kecil bernama Neruza, terletak di dekat perbatasan antar Negara Mirakuru dan Grassberg. Kota Neruza sama seperti kota-kota lainnya dalam menjalani kehidupan, semua tampak normal. Transaksi jual beli di pasar, pembangunan infrastruktur, dan kompetisi politik. Namun kesenjangan sosial terlalu terlihat di kota ini. Ada perumahan khusus untuk bangsawan dan para saudagar kaya, sedangkan pedagang biasa, buruh, dan tukang, hidup kesulitan di pinggiran kota.
Setiap 10 tahun sekali diadakan pemilihan umum untuk memilih walikota. Walikota akan bertugas menjaga ketentraman dan keamanan kota dari semua bidang, serta menjadi wakil dalam berhubungan dengan kota-kota lainnya. Pada tahun ini terdapat dua calon walikota, yaitu Sir Bones dan Sir Bullock.
Sir Bones adalah seorang saudagar kaya. Ia mempunyai beberapa usaha perdagangan. Salah satu usahanya yang berkembang pesat adalah menjadi produsen ikan-ikan langka dari laut. Ikan-ikan tersebut biasa dibeli oleh para bangsawan di Kota Neruza maupun kota lainnya. Beberapa orang pinggiran kota mengenal Sir Bones sebagai orang yang rendah hati, baik, dan ramah. Namun beberapa orang lainnya beranggapan bahwa Sir Bones suka berlaku tidak adil dan ingkar janji. Dalam melakukan perdagangan ia seringkali mengurangi takaran timbangan. Keluarga Sir Bones pun sangat mengikuti perkembangan zaman dan menjadi trendsetter bagi para remaja-remaja di kota lain.
Sir Bullock adalah seorang bangsawan dari kalangan militer. Ibunya mempunyai hubungan keluarga dengan Raja Mirakuru. Prestasi terbesar Sir Bullock adalah menjadi penasehat militer Raja Mirakuru. Namun ia mengundurkan diri dari jabatannya karena ingin menjadi walikota. Tegas, berwibawa, dan ditakuti adalah sifat dari Sir Bullock. Ia tidak segan untuk membunuh orang lain jika diperlukan. Keluarga Sir Bullock adalah keluarga yang dermawan. Tetapi kedermawanan itu hanyalah rekayasa belaka. Mereka berencana ingin menjatuhkan Sir Bones, dengan menampakkan citra positif dirinya kepada masyarakat.
Masyarakat di Kota Neruza menyadari bahwa baik Sir Bones maupun Sir Bullock tidak ada yang pantas menjabat sebagai walikota. Para bangsawan dan saudagar kaya pun tidak peduli, sebab mereka tetap akan selalu memberikan sesuap uang untuk menjalankan semua rencana. Sedangkan orang-orang pinggiran tidak berani berbuat sesuatu, mereka terlalu takut dan merasa tidak berdaya.
Sir Bones dan Sir Bullock berkampanye untuk menarik hati masyarakat, agar menang dalam voting. Mereka melakukan banyak kecurangan dan saling menjatuhkan satu sama lain. Sementara itu ditempat yang jauh dari Kota Neruza, Raja Mirakuru sedang berbincang-bincang dengan seseorang. Ternyata orang itu adalah pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuh Sir Bullock dan Sir Bones. Raja mengetahui bahwa keduanya tidak pantas mendapatkan jabatan sebagai walikota. Namun Raja tidak bisa semena-mena turun langsung ke Kota Neruza untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kompetisi politik sangat kuat dan berimbas ke negara tetangga, Grassberg. Raja ingin menyelesaikannya dengan diam-diam dan membuat seolah-olah pembunuhan itu adalah kecelakaan. Jika Sir Bones dan Sir Bullock sudah mati, Raja akan mengirimkan dua orang bangsawan kaya yang lebih kaya dari semua bangsawan dan saudagar yang ada di Kota Neruza. Kekayaan yang paling tinggi akan mendominasi politik lebih kuat.
Bloodyman, adalah julukan pembunuh bayaran yang disewa oleh raja. Perawakannya tidak menyeramkan. Bentuk badannya bagus dengan tinggi 190 cm. Dia juga berpakaian sangat modis. Dalam menjalankan rencana untuk membunuh Sir Bullock, Bloodyman menyewa orang pinggiran yang sedang membutuhkan uang untuk bekerja sebagai pelayan di kapal pesiar milik Sir Bullock. Besok lusa Sir Bullock akan menyebrangi lautan menuju Negara Cobra untuk memperoleh dukungan. Bloodyman menyamar sebagai tamu undangan di kapal pesiar itu.
Hari pelayaran Sir Bullock pun tiba. Perjalanan menuju Negara Cobra membutuhkan waktu sekitar lima hari. Di malam hari semua orang menghadiri pesta, bersorak sorai gembira. Namun saat larut, Sir Bullock memutuskan untuk istirahat menuju kamarnya. Ia merasa haus karena terlalu banyak memakan cookies. Pelayan pun diperintahnya untuk membawakan minum. Atas perintah Bloodyman, pelayan yang merupakan orang pinggiran itu memasukkan obat tidur ke dalam minuman Sir Bullock, dan ia pun tertidur pulas.
Sunyi dan senyap, saat itulah Bloodyman beraksi. Ia langsung menggorok leher Sir Bullock dengan cepat. Sir Bullock yang tertidur pulas tidak merasakan sakit. Namun dalam waktu yang tidak lama tewaslah Sir Bullock. Bloodyman memotong-motong bagian tubuh lainnya. Bagian dalam perut berupa usus-usus, lambung, dan kotoran lainnya diangkat, kemudian dimasukkan ke dalam plastik hitam. Sedangkan bagian daging dan tulangnya dipotong-potong dengan rapi. Lalu Bloodyman meletakkan daging dan tulang tersebut di dapur.
Keesokan harinya, tanpa curiga, juru masak kapal pesiar memasak daging dan tulang Sir Bullock, kemudian disajikan kepada para tamu undangan. Masakan juru masak tersebut begitu enak, sehingga tidak ada orang yang peduli bahan-bahan apa saja yang digunakan untuk memasak.
Waktu terus berlanjut, untuk membereskan aksinya, maka Bloodyman membunuh orang pinggiran yang menjadi pelayan itu, agar identitas dirinya tidak diketahui selain Raja Mirakuru. Sama seperti Sir Bullock, daging orang pinggiran itu juga disajikan kepada para tamu undangan di kapal pesiar.
Pada awalnya beberapa orang cemas karena sudah tiga hari Sir Bullock tidak muncul untuk mengikuti pesta. Bloodyman yang mempunyai keahlian mencontoh tulisan orang lain, menulis sebuah note kepada jubir Sir Bullock agar tidak mengkhawatirkannya. Sehingga kecemasan orang-orang itu pun hilang. Disisi lain Raja Mirakuru sudah menyewa orang untuk menyamar sebagai Sir Bullock di Negara Cobra. Sang penyamar akan berlaku sebagai Sir Bullock untuk memperoleh dukungan dari Raja Cobra.
Saat kapal pesiar tiba di Negara Cobra, atas manipulasi dari Bloodyman para tamu undangan tidak diperbolehkan turun ke dermaga terlebih dahulu, melainkan harus Sir Bullock-lah yang turun lebih dulu. Hal ini bertujuan untuk menutupi kematian Sir Bullock, sebab Sang penyamar tidak ada di dalam kapal, melainkan di dermaga. Para tamu undangan pun tidak curiga sedikit pun.
Setelah usaha mendapatkan dukungan dari Raja Cobra selesai, penyamar Sir Bullock dan para tamu undangan kembali menaiki kapal pesiar. Namun ternyata diam-diam, Bloodyman memasang bom pada kapal tersebut. Bloodyman menyewa kapal lain untuk kembali ke Kota Neruza. Di tengah laut, Bloodyman meledakkan kapal pesiar Sir Bullock. Rencana ini tidak diketahui sama sekali oleh Sang Penyamar. Sang Penyamar pun ikut tewas dalam kapal pesiar itu bersama para tamu undangan.
Meledaknya kapal pesiar Sir Bullock menjadi berita heboh di Kota Neruza. Orang-orang mulai berspekulasi, termasuk menyalahkan Sir Bones. Mereka beranggapan bahwa Sir Bones-lah yang membunuh Sir Bullock. Sir Bones pun mengadakan konferensi pers untuk mengkonfirmasi tuduhan tersebut. Ternyata konfirmasi yang dilakukannya tidaklah berhasil. Sir Bones mulai tertekan dan frustasi. Tekanan dari media dan masyarakat terlalu kuat untuk dirinya. Atas saran dari keluarganya berkonsultasilah Sir Bones pada seorang psikolog. Psikolog yang didatanginya adalah Bloodyman yang sedang menyamar.
Bloodyman memberikan obat-obat yang membuat Sir Bones sangat kecanduan. Kondisi Sir Bones semakin parah, tubuhnya kurus, dan pikirannya kacau. Bloodyman menyatakan pada keluarga Sir Bones bahwa Sir Bones terlalu depresi sehingga sulit disembuhkan. Kemudian Sir Bones pun meninggal karena overdosis.
Meninggalnya Sir Bullock dan Sir Bones membuat Kota Neruza menjadi kacau balau. Hal ini sesuai dengan rencana Raja Mirakuru. Raja Mirakuru pun segera mengirimkan dua bangsawan kaya untuk memperbaiki dan mendominasi Kota Neruza.
Bloodyman yang berhasil melaksanakan misinya mendapat bayaran yang besar dari Raja Mirakuru. Salah satunya adalah diperbolehkan untuk menikahi anak dari Raja dan selingkuhannya, pelayan istana.
















