Sunday, December 28, 2014

Dahulu Kala

Hmm... diperlukan mengingat masa lalu, agar kita tahu ada yang berubah atau tidak dalam diri kita.
Semakin baik atau semakin buruk, bertambah ilmu dengan hati merendah atau menambah noda dengan tingginya hati.

Dahulu, kita banyak membuat resolusi. Catatan kecil yang perlahan kita coret sebanyak target yang telah berhasil dilalui. Sedangkan, target-target yang belum dikehendaki Tuhan dapat dimasukkan ke dalam resolusi di tahun berikutnya.

Pergi ke suatu tempat adalah kategori list paling banyak yang biasa ditulis. Kedua adalah pengembangan diri. Entah terpikirkan atau tidak, pengembangan ini bertujuan untuk dunia, akhirat, atau keduanya.

Dahulu hingga saat ini, betapa lazimnya resolusi hanya sebuah tulisan dengan angan-angan kosong. Menulis target setinggi-tingginya namun dibersamai dengan minimnya usaha.
Semangat tinggi menggebu-gebu saat kita menuliskannya. Beberapa hari kemudian, goyahlah, "Apa saya mampu?".
Pertengahan tahun, banyaknya kesibukan membuat kita seakan-akan mengalami demensia. Target jangka panjang telah tertimbun oleh banyaknya target jangka pendek.
Kita berencana, Tuhan tahu yang terbaik. Mungkin Dia berkata, "Belum saatnya".
Atau bisa jadi, penyebab Tuhan yang belum menghendaki keinginan kita adalah masih kurangnya kita berusaha, berdoa, dan berbuat baik kepada sesama.

Dahulu kala, teori Evolusi Darwin sedang berada dipuncaknya. Pro dan kontra para ilmuan, masing-masing memberikan sumbangsih pemikiran.
Diawali dari mikroorganisme yang hidup di perairan. Mereka berkembang biak dengan membelah diri. Ada kecacatan genetik yang diturunkan dari induk ke anaknya. Kecatatan ini bernama mutasi. Mutasi gen merubah sifat dari mikroorganisme tersebut. Saat siang hari mikroorganisme yang terkena sinar matahari akan mati, sedangkan yang berada jauh di dalam perairan tetap hidup. Mutasi gen yang terjadi membantu makhluk kecil itu untuk bertahan hidup melewati seleksi alam. Mikroorganisme ini mempunyai "sensor" yang secara otomatis akan menjauhi permukaan air jika terdapat sinar matahari. Mikroorganisme yang gennya bermutasi itu akan tetap hidup, sedangkan yang tidak bermutasi akan mati, tersisih. Mutasi terus berlanjut hingga membentuk mata, kaki, reptil, kera, dan akhirnya adalah manusia.

Alquran, sebuah firman Tuhan membantah teori tersebut. Bukankah Adam diciptakan dari tanah, dan Hawa dari tulang rusuknya?
Bukan dari unsur-unsur karbon yang muncul karena meledaknya bintang yang kemudian membentur bumi?

Dahulu, adab atau akhlak adalah ilmu yang sangat penting. 
Pandai mengabaikan adalah sifat manusia saat ini. 
Merasa paling benar, begitu katanya.
Merasa paling cakap, begitu katanya.
Dahulu, para murid tunduk, menjaga diri dan lidah pada ilmu yang belum berada dalam kapasitasnya.
Saat ini, kita berbicara seolah-olah lebih pandai dari ulama.
Oh, kekasih, lebih baik kita menuntut ilmu, memperbaiki diri atau sekedar berbasa basi, mengucap sana sini tanpa ilmu di dalam pikiran dan hati ini?
Pun juga, dahulu, para murid merelakan diri dalam perjalanan jauh untuk menuntut ilmu kepada sang guru.
Saat ini, perjalanan jauh menanjak gunung, merasakan desiran ombak laut, untuk menghibur dirikah? atau menambah ilmu dari lukisan ayat-ayat Tuhan di alam?
Betapa jiwa-jiwa yang begitu merindui Tuhan, mengais rezeki siang dan malam untuk satu tiket menuju tanah suci.

Dahulu, para gadis ranum menunduk malu-malu dihadapan lelaki. 
Saat ini, lelaki diberi suguhan manis foto-foto selfie.
Kecantikan itu dari hati, katanya.
Kecantikan itu terpancar dari taatnya wanita kepada Tuhan, katanya.
Faktanya, wanita taat atau yang berpotensi taat tidak menjadi pilihan utama.
Ditulislah segala macam persyaratan fisik sebagai headline dalam cv yang diajukan laki-laki.
Tidak banyak wanita seperti Khadijah saat ini, "Kami takut ditolak" atau "Aku seperti tidak punya harga diri, jika meminta seorang laki-laki menikahiku".

Dahulu, para sahabat yang berbeda pendapat, menjalin ukhuwah dengan baik sekali, Tidak kuasa menceburkan diri ke dalam pertengkaran sesama muslim. Saling menghargai, juga saling mengakui kelebihan satu sama lain.
Saat ini, jiwa-jiwa muda, kader katanya, mengelu-elukan ukhuwah dalam sesama komunitas yang mempunyai pemikiran yang sama.
Bukti ukhuwah sesama muslim menjadi tidak nyata.
Apakah kami akan dijauhi karena tidak ikut dalam golongan itu? Apakah kami akan dianggap sesat jika tidak sependapat dengan golongan itu?

Dahulu, aku suka berbicara, layaknya sanguinis sejati. Kemudian satu persatu hati tersakiti karena lidah ini. Akhirnya aku belajar membisu. 
Diam dalam sepi, sepi dalam menulis. Aku berpikir berkali-kali untuk mencantumkan kalimat-kalimat yang tepat. Kemudian satu persatu tersindir geram.
Aku mulai banyak membaca buku. Aku suka buku, membantuku dalam menentukan diksi-diksi.
Tidak hanya itu, buku membuka pikiran dan hatiku. Juga, membantuku berimajinasi liar.

Dahulu, aku berpikir bahwa mereka selalu salah, dan aku selalu benar. Kemudian satu persatu teman merasakan buruknya tabiatku. Aku mulai mengetahui, inilah pentingnya adab.
Aku memulai diri untuk mempelajarinya dan tidak lagi menyalahkan orang lain.

Saat ini aku pragmatis, melihat berdasarkan fakta bukan akar permasalahan yang menimbulkan fakta itu. Kemudian satu persatu teman dan kerabat merasakan tidak perasanya aku.
Aku mulai belajar memahami mereka sesuai karakter yang membentuk kebiasaan-kebiasaan mereka.

Dahulu, aku benci sekali lelaki, mereka pembohong sejati nan ulung. Sekarang betapa aku saat ingin dinikahi, hahahahahah, kagak enak banget endingnya hahaha

Thursday, November 20, 2014

The Hunger Games: Mockingjay Part 1


The Courage of One Will Change The World

Film yang diangkat dari novel Suzanne Collins ini dimulai dari tahun 2012, The Hunger Games, dilanjutkan dengan The Hunger Games: Catching Fire di tahun 2013, dan yang terbaru, yaitu pada tahun 2014 adalah Mockingjay. 

Rating IMDb tidak terlalu tinggi, hanya berkisar di angka 7. Dibintangi oleh Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen, Josh Hutcherson sebagai Peeta Mellark, Liam Hemsworth sebagai Gale Hawthorne, Philip Seymour Hoffman sebagai Plutarch Heavensbee, dan karakter yang baru muncul di film ketiga ini, diantaranya adalah Julianne Moore sebagai Presiden Alma Coin. 

Akting yang sangat baik dari Jennifer Lawrence terutama untuk adegan-adegan yang bersifat emosional, sinematografi sudah cukup baik, dan diakhiri dengan ending yang cukup tepat, untuk menimbulkan rasa penasaran dalam Mockingjay Part 2. Sangat disayangkan, menurut saya, beberapa artis terlihat terlalu kaku memainkan perannya. 

Film ketiga, dari serial The Hunger Games ini menceritakan Katniss Everdeen yang telah memberikan harapan pada setiap distrik untuk melawan capitol dengan simbol burung Mockingjay. Pada awalnya Katniss menolak menjadi Sang Mockingjay karena kecewa Peeta tidak diselamatkan oleh Heavensbee. Kemudian muncullah tayangan wawancara Peeta dengan Caesar Flickerman di Capitol TV yang ditayangkan di Distrik 13, tempat Katniss berada. Dari tayangan itu Katniss merasa lega karena Peeta masih hidup, namun Peeta terlihat tidak mendukung pemberontakan untuk menentang Capitol. Setelah itu dengan mengajukan dua syarat kepada Presiden Alma Coin, akhirnya Katniss bersedia menjadi Sang Mockingjay dan berjuang bersama distrik lainnya untuk melawan Presiden Snow. 


SPOILER --> Poor Peeta :(


Saturday, November 15, 2014

Guardians of The Galaxy




Wow, salah satu film produksi Marvel, dengan rating IMDb 8.5, yang tidak terlalu "wow". Dibintangi Chris Pratt sebagai Peter Quill, Zoe Saldana sebagai Gamora, Dave Bautista sebagai Drax, Vin Diesel sebagai Groot (voice), dan Bradley Cooper sebagai Rocket (voice).

Film Sci-fi ini mempunyai line story yang terlalu biasa, yaitu sekelompok orang yang berjuang untuk menghentikan penjahat yang akan menghancurkan galaksi. Akting yang dimainkan tidak terlalu bagus, serta beberapa unsur komedi yang tidak begitu menghibur. Tapi kekurangan ini cukup dibantu dengan karakter tambahan seperti Groot. Menurut saya, bahkan adegan yang paling begitu berkesan dalam film ini muncul saat Groot sedang "mengorbankan dirinya".
Untuk film sekelas Marvel, pasti ada unsur konspirasi atau persengkokolan, dan memang tidak akan "diperlihatkan" di awal film. Visual effect tidak perlu diragukan lagi, hanya saja costum design-nya "membosankan", dalam artian tidak jauh berbeda dengan film sci-fi lainnya.
Semoga untuk film berikutnya, plot yang disuguhkan lebih menarik.

Film Guardians of The Galaxy diawali dari seorang anak laki-laki bernama Peter Quill. Saat itu ia masih kecil, dan nampaknya ibunya sedang sekarat karena sakit kanker. Keluarganya berada di dalam ruang kamar di rumah sakit, sedangkan Peter duduk diluar ruangan sambil mendengarkan musik lewat walkman-nya. Ayahnya kemudian memanggil Peter, agar ibunya bisa memberikannya sebuah hadiah. Ibunya berpesan agar Peter membukanya setelah ia meninggal. Tidak lama kemudian ibunya meninggal, Peter menangis. Ia berlari keluar dari rumah sakit. Lalu tiba-tiba sebuah pesawat misterius membawanya pergi untuk meninggalkan bumi. Setelah kurang lebih 26 tahun kemudian, ia menjadi seorang penjahat atau pencuri, Ravager. Dari pekerjaannya ini, ia ditakdirkan bertemu dengan seorang wanita berkulit hijau, bernama Gamora. Sejak saat itu konflik dari film ini terus berlanjut.

Bagi penggemar Sc-fi, adventure, atau action, film ini cukup bagus untuk ditonton sebagai hiburan. Namun, mungkin tidak terlalu begitu berkesan, kecuali "I am Groot~"





Wednesday, November 12, 2014

I'm Not Her


Karakter setiap manusia adalah bentuk edisi terbatas dari masing-masing manusia itu sendiri. Namun, manusia yang hidup berkelompok biasanya memiliki kecenderungan karakter yang sama. Pun dengan karakter yang berbeda hubungan antar sesama dapat menjadi sangat baik atau menjadi sangat buruk.

Mencintai diri sendiri, mungkin ini sebabnya. Tapi saya rasa masalah yang lebih umum adalah karena orang itu berpikir bahwa orang lain dapat menjadi sukses dengan jalan yang sama seperti dirinya. Dan itu salah besar.

Konsep mental orang sukses dapat dipelajari, tapi perjalanan hidup seseorang tidak terlepas dari takdir Tuhan. Artinya, pembelajaran mengenai konsep mental orang sukses bisa saja digunakan, namun cara praktis aplikatif belum tentu demikian. Belajar pun tidak hanya dari orang sukses saja. Orang yang berkali-kali gagal menjadi warning bagi kita, hal-hal yang perlu dihindari untuk mengurangi resiko kegagalan.

Umumnya orang akan menganggap hidup adalah persaingan, terutama persaingan antar sesama manusia. But, because I’m different, not like the others. I think, my life is not competition with other people, but with myself.

Saya saat ini dan masa depan, bersaing dengan saya di masa lalu. Semakin baik atau malah semakin buruk. Jadi, jika dia cerdas, apakah saya akan belajar agar kecerdasan saya melampaui dia? Jawabannya tidak. Saya tidak menjadikan orang lain sebagai standar sukses.

Dan teman-teman yang saya perhatikan menjadikan hidupnya adalah sebuah persaingan, terlihat sangat kelelahan, meskipun dia sudah sukses. Pun sesuai fitrahnya kebanyakan orang akan berpikir, sukses adalah banyaknya uang.

So, I don’t give a sh*t to anyone, collecting money to prove that I’m success.

Hargailah perbedaan takdir setiap manusia, baik itu pemikiran, karakter, kecerdasan, dan potensi. Tidak semua yang saya tahu, anda mengetahuinya. Pun sebaliknya tidak semua yang anda tahu, saya mengetahuinya.

Jadi, jangan berlebihan terkaget-kaget, “Hah? Lu ga tahu? Masa sih lu kayak gini aja ga tahu?”

Berhentilah membanding-bandingkan. Oh dear, I’m not her.


Tuesday, November 11, 2014

Interstellar



THE END OF EARTH WILL NOT BE THE END OF US

Interstellar, sebuah film bergenre adventure, sci-fi, dengan rating IMDb 9.1. Film yang disutradarai Christopher Nolan ini dibintangi oleh Matthew McConaughey, Anne Hathaway, Michael Caine, Matt Damon, dan aktor lainnya.

Secara keseluruhan film ini termasuk kategori film yang sangat baik, tidak hanya visual effectnya saja. Berbeda dengan Gravity, Interstellar menyuguhkan science fiction yang begitu kental, plot yang tidak sederhana dengan balutan drama antara ayah dan anak, serta beberapa adegan yang dibumbui komedi.

Sungguh film ini bergaya khas sang sutradara Christopher Nolan, seperti film lainnya, yaitu Inception, The Prestige, Memento, dan Insomnia.

Menceritakan seorang ayah, Cooper (Matthew McConaughey), yang harus rela meninggalkan keluarganya untuk menyelamatkan umat manusia, dengan menjelajah galaksi lain melalui "black hole" yang berada di dekat planet Saturnus. Penelitian awal penjelajahan ini dilakukan oleh NASA, yang dipimpin oleh Prof. Brand. Anak Prof. Brand, Amelia (Anne Hathaway), turut ikut serta dalam eksplorasi tersebut. Cooper awalnya tidak bersedia menjadi pilot untuk mengikuti rencana Prof. Brand. Namun, akhirnya Cooper memutuskan untuk mengikuti rencana itu, meskipun anak perempuannya, Murph, tidak menginginkan ayahnya pergi. Konflik dimulai saat mereka menemukan Dr. Mann (Matt Damon), seorang penjelajah yang telah lebih dulu dikirim ke black hole sepuluh tahun yang lalu dalam Misi Lazarus.

This is one of the best from Nolan, very recommended movie to watch.

Monday, November 10, 2014

Tuhan dan Kepercayaan

Kesesatan dan pemikiran liar, kedua hal ini nampaknya akan menghiasi isi tulisan ini. Sungguh, berhati-hatilah. Nasihat yang baik, silahkan diutarakan dengan baik pula jika ingin menegur saya.

Dunia ini tidak tetiba hadir begitu saja. Proses pembentukan dunia telah menjadi perdebatan, utamanya dikalangan para ilmuan. Teori dasar terbentuknya dunia juga dijelaskan dalam mitologi, seperti mitologi Yunani.

Ilmu pengetahuan yang dibersamai dengan teknologi aplikatif banyak mengubah konsep ilmu sains terdahulu. Teori pembentukan dunia saat ini pun dapat berubah untuk sekian ratus tahun kemudian.

Pembentukan dunia, sejenak dalam benak akan terlintas “Apakah dunia ini muncul begitu saja?” atau “Siapakah pencipta dunia ini?”

Pertanyaan “Siapa” mengacu pada Tuhan, yang dianggap menciptakan segalanya.

Kemudian, hal ini menjadi kompleks apabila kita terlalu memikirkannya. Teori semacam ini saja dapat mengubah pandangan manusia terhadap kepercayaannya kepada Tuhan.

Disebut-sebutlah ada orang yang beragama, yang mempercayai Tuhan, dan orang yang tidak mempercayai Tuhan.

Kebanyakan orang yang tidak mempercayai Tuhan menganggap bahwa sains adalah pembuktian terbaik terhadap segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. 

Namun, kami sebagai umat Islam, pemikiran liar seperti ini sangat dibatasi, bahkan kita tidak diperbolehkan untuk memikirkannya semena-mena, menurut kehendak diri.

Dosen saya, Bapak Noviar Dja’var, M.Sc mengatakan pada saya bahwa kunci dalam memahami sanis adalah Alquran. Pun apabila kita sudah memahami Alquran dengan baik maka ilmu pengetahuan akan nampak transparan. Dari penuturan beliau dapat disimpulkan sebetulnya Alquran adalah sains yang paling tinggi.

Bukti ayat-ayat Alquran yang sudah diketahui oleh manusia di alam tidaklah banyak. Keterbatasan manusia atau kemampuannya tidak akan pernah sebanding untuk menandingi sains Alquran secara mutlak benar.

Permasalahannya adalah banyak yang tidak menyadari bahwa Alquran bukanlah hanya kertas-kertas yang bertuliskan firman-firman Tuhan, saya yakin makna yang terkandungnya jauh lebih dalam dari yang kita ketahui saat ini.

Renungkan dalam hati, sesungguhnya kita ini mengenal Tuhan atau tidak.

Belajar lagi, membaca lagi, berguru lagi.

Allahu a'lam

Saturday, November 1, 2014

Kata-kata Teracak

Ini adalah kata-kata acak. Seacak pikiran yang masih belum bisa diajak kompromi untuk menyibukkan diri. Tenggelam ke dalam jutaan penebar inspirasi dan ilmu lain yang belum terselami.

"Ini bisa didiskusikan kok!"
Ya saya tahu. Saya tahu persis. Selalu nasehati jika saya salah.

"Bukan begitu caranya...."
Terima kasih, ini adalah ciri lemah lembutnya hatimu.

"Saya minta maaf..."
Saya ikhlas.

"Saya tidak sanggup."
Jangan goyah.

"Berbahagialah."
Bantulah saya untuk menerima takdir Tuhan.

"Saya mengerti."
Itu baik.

"Memangnya kamu bisa?"
Bersedia direndahkan, mungkin lebih baik dibandingkan betapa sanggupnya saya untuk menjatuhkan, membuat kamu malu, jika Tuhan menghendaki.

"Buat apa beli ini?"
Tidakkah ingin mencoba untuk belajar lebih menghargai?

"Kok begitu sih?"
Mungkin kita tidak tahu persis akar permasalahannya.

"Berpikirlah positif."
Sejernih prasangka.

"Tetaplah hidup."
Ya, jika itu adalah kebaikan.

"Kamu bodoh!"
Ya, itu membuat saya rajin membaca. Terima kasih.

"Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik."
Tahu darimana?

"Kamu jauh lebih tegar dan dia lebih rapuh."
Kadang orang tegar adalah orang yang kerapuhan hatinya tidak sesumbar.

"Pergi dari hidup saya!"
Ingin sekali! Tapi, bijakkah?

"Bukan itu yang saya maksud!!"
Kalau demikian, sesuaikanlah cara bicara dengan tingkat kepemahaman orang lain.

"Salah pilih kamu!"
Tapi, ini kehendak Allah, Apa Allah salah juga?

Keteracakkan meningkat seiring waktu. Menghancurkan keseimbangan, menoreh luka, membakar amarah masa, bahkan kebodohan membahana merajalela.

Move On

Hidup tidak pernah berjalan mundur karena waktu yang telah terlewat tidak akan kembali. Meskipun setiap hari jumlah waktu yang ada selalu sama, tidak bertambah dan tidak berkurang.

Jika membicarakan topik seputar kehidupan maka akan muncul visi, misi, dan rencana.

Perencanaan adalah kebutuhan untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan.

Permasalahan yang sering muncul, mungkin, adalah rasa khawatir.

Rasa khawatir terhadap kegagalan akan rencana yang sudah dibuat atau keputusan Tuhan untuk tidak menghendaki keinginan hambaNya.

Rasa khawatir bahwa kita takut tidak bisa menerima takdir-takdir Tuhan.

Mungkin dua hal itu. Tapi saya cenderung merasakan yang kedua.

Percaya, Tuhan tidak menzhalimi hambaNya.
Percaya, Tuhan menyayangi kita.
Percaya, Tuhan ingin kita menjadi lebih baik.
Percaya, Tuhan tidak memberikan sesuatu yang kita tidak mampu untuk menanggungnya.

Berjalan maju, hidup seperti biasa, setidaknya membantu agar kita mengaplikasikan pelajaran di masa lalu, tanpa ikut terkekang, terbebani, atau tersendat untuk melangkah ke depan. Menjejaki rencana hidup dengan iman dan taqwa.

Monday, October 27, 2014

Diary: 27/10/14

Raisha dan Inot

Hari ini adalah pengambilan toga dan perlengkapan lainnya di kampus. Saya janjian dengan beberapa teman, Raisha dan Winda. Saya sampai lebih dulu, kemudian ikut berebut memilah-milah toga dan lainnya.

Singkat cerita, kemarin saya sudah meminta tolong kepada Raisha untuk menemani saya membeli baju di Batik Keris di Botani Square. Ternyata kami berdua juga ingin membeli sesuatu di tempat yang lain, Raisha ingin ke Cherry, sedangkan saya ingin ke Giant. Pertama kali, kami memutuskan untuk membeli baju di Batik Keris.

Baju-baju di Batik Keris bagus-bagus modelnya. Harganya juga bagus hahaha. Sebetulnya saya bisa saja memilih baju. Tapi saya pikir, saya tidak punya pengetahuan tentang warna yang cocok agar pas jika dipakai seseorang. Akhirnya, Raisha yang memilihkan baju untuk saya.

Setelah membeli baju, kami menitipkan tas di penitipan barang Giant, kemudian naik dua lantai menuju Cherry. Di Cherry banyak sekali barang yang lucu-lucu. Ada bunga-bunga plastik, dan pot dengan tanaman tiruan berwarna hijau. Saya sangat tertarik sekali untuk membeli tanaman tiruan itu karena warna hijaunya terlihat menyejukkan (jika dipajang dirumah saya nanti). Raisha ingin membeli ikat rambut dan saya jadi ikut-ikutan kepingin beli juga. Dirasa sudah lama melihat di Cherry, kami mencoba menjelajahi Bunga. Sama seperti Cherry, Bunga juga menjual berbagai pernak pernik untuk perempuan. Berhubung tidak ada yang menarik hati, kembali lagi lah kami ke Cherry dan Raisha memutuskan untuk membeli beberapa ikat rambut, sedangkan saya membeli ikat rambut, cermin kecil, dan sebuah bros kecil.

Tempat selanjutnya adalah berbelanja di Giant. Saya memperlihatkan impian saya pada Raisha, yaitu mengoleksi barang-barang dari Japan Houseware. Barang-barang di Japan Houseware bertuliskan “Made In Japan” jika memang barang tersebut buatan Jepang. Ada beberapa bentuk benda kreatif yang tidak terpikirkan oleh orang-orang pada umumnya. Raisha pun tertarik untuk membeli beberapa barang. Ada beberapa botol refill (pump) yang sangat menarik dan lucu. Terdapat tiga botol transparan yang masing-masing bertuliskan huruf katakana. Huruf katakana tersebut menunjukkan penggunaan dari masing-masing botol. Botol pertama adalah rinse, botol kedua bertuliskan shampo, sedangkan botol ketiga saya kesulitan membaca hurufnya karena lupa. Ternyata di label harganya terdapat tulisan dari huruf katakana tersebut, penggunaan botol ketiga adalah untuk sabun/body soap. Raisha pun membeli botol ketiga tersebut. Selain itu dia juga membeli pill case dan chopstick, sedangkan saya hanya membeli cream case.

Selanjutnya saya membeli handbody Vaseline Heathly White Insta Fair yang menurut saya cukup mahal harganya. Saya termakan iklan untuk mencoba produk tersebut hahahah.

Selesai belanja di Giant, kami merasa lapar dan memutuskan untuk membeli roti di Bread Talk. Saya jadi teringat Nodame yang membeli croissant di Paris. Chocolate croissant pun menjadi pilihan makan siang saya. Ini juga pertama kalinya saya makan croissant.

Kami makan roti sambil duduk di dekat elevator. Di saat inilah saya berpikir. Betapa bersyukurnya saya, lagi-lagi sebetulnya tidak ada sesuatu dalam hidup saya yang bisa di keluhkan. Saya memang tidak seperti teman-teman lain yang bisa jalan-jalan ke luar kota/luar negeri, wisata kuliner kesana kemari dan sebagainya. Tetapi ternyata bertemu dengan seorang sahabat, bicara berbagai hal, berbagi perasaan, berbagi kekhawatiran adalah memori yang sangat menyenangkan.

Saya menyadari bahwa saya bukanlah perempuan baik-baik. Meskipun demikian, Allah bijaksana sekali, memberi saya keluarga, sahabat, teman yang semuanya adalah orang baik. Hidup saya terasa lebih seimbang. Allah selalu menempatkan saya di lingkungan yang baik, sungguh salah satu nikmat yang tak tergantikan.

Walaupun pada dasarnya semua orang menyukai kebaikan dan bersikap baik, namun sikap “memahami” antara satu sama lain, terkadang sulit untuk dilakukan.

Terima kasih untuk orang-orang yang sudah bersedia untuk memahami saya :)


Friday, October 24, 2014

Hari Aib Sedunia




Sungguh, tidak menyenangkan melihat saudara sendiri memakan bangkai saudaranya. Dari kejadian itu, saya menyimpulkan, bahwa membicarakan orang lain adalah hal yang menyebalkan. Dan mungkin terkadang secara tidak sadar melakukannya, tapi bisa juga dilakukan saat kita amat sangat sadar. 

Kita tahu, ghibah tidak diperbolehkan. Pertanyaannya “Apa yang membuat kita sering melakukannya?”

Pertanyaan ini pun untuk mengoreksi diri saya sendiri. Sebab kebanyakan perempuan terlena saat membicarakan aib orang lain.

Seringkali, saya pribadi sulit membedakan antara menceritakan diri sendiri yang menyangkut orang lain atau menceritakan aib orang lain atau lagi bercerita dalam rangka menemukan solusi.

Kita juga seringkali menganggap remeh aib-aib orang dari persoalan kecil dan menganggap besar aib-aib dari persoalan besar. Contohnya menurut saya, kita terbiasa membicarakan kejelekan pejabat pemerintah, hanya berbicara saja, dan terus bablas. Kemudian beberapa orang akan terpengaruh ikut membicarakan aib pejabat. Setelah itu sang provokator utama merasa dirinya sebagai pembawa perubahan, padahal dia hanya terus-terusan membeberkan aib orang lain. Beberapa berita hoax pun pernah disebarkan, meskipun dengan lapang dada dia meralat berita tersebut. Kenapa tidak membicarakan hal lain selain membicarakan aib? Kenapa tidak memberi solusi? Yang dapat menyelesaikan masalah, saya pikir bukan hanya kubu anda saja, fraksi A, fraksi B dan lain sebagainya. Kenapa tidak saling tolong menolong? Karena kebanyakan orang dibutakan oleh “merasa dirinya/kelompoknya/fraksinya lebih baik” dan “fanatisme atau kebencian terhadap orang yang tidak menjadi bagian dari kelompoknya”.

Contoh aib dari persoalan besar, misalnya hamil diluar nikah. Zaman dulu hal ini sangat memalukan. Tapi saat ini, zina adalah hal biasa. Bersyukurnya tinggal di daerah timur. Di daerah barat zina sudah seperti “teman hidup”.

Yah, itu tadi, saya merasa tidak senang melihat seseorang membicarakan orang lain. Ini koreksi buat saya, agar lebih berhati-hati dalam berbicara. Saya mau nangis, saking marahnya saya. Saya kesal.

Setelah pemilu, tiada hari tanpa membicarakan aib orang lain.

Untuk itu saya ucapkan selamat, utamanya kepada para aktivis dakwah, Selamat Hari Aib Sedunia… hidangan bangkai saudara Anda sudah tersedia di meja, silahkan dinikmati bersama…


Neutral 2: Arsegaf of Alchfrith



Masa udara yang mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah membuat kapal layar bergerak dengan kecepatan konstan. Malam ini, ombak laut begitu tenang, langit nampak cerah, dan kumpulan bintang-bintang menunjukkan pesonanya. Arsegaf dan Noru mendapat giliran berjaga. Mereka berdua duduk bersandar di tiang layar. Terkadang saling berbicara, namun lebih banyak membisu, menikmati kesunyian.

“ Berhentilah mencintainya, sebelum terlambat,” kata Arsegaf.

Noru sedikit terkejut dengan pernyataan Arsegaf, “ Tidak biasanya kau mengomentari percintaan antara Dreogan dan Cyst. Tidak ada yang salah dengan mencintai orang lain.”

Arsegaf menoleh, menatap mata Noru, “ Konyol…”

Noru menghela nafas sambil memejamkan matanya. Ia berpikir bahwa perkataan Arsegaf memang ada benarnya. Tapi, baginya, menahan perasaan tidaklah bijaksana. 

Setelah pembicaraan itu Noru tertidur, sedangkan Arsegaf berdiri di sisi kapal, ia merasakan ada keanehan dibawah laut. Tidak lama kemudian, kapal mulai bergoyang dengan perlahan, lalu terguncang. Noru terbangun dari tidurnya, Fray, Ingram, dan Yuzin berlari keluar dari dalam kapal. Terlihat ada sesuatu yang bergerak di bawah laut.

“Kwwokkk, kwoook, kwook…. Kwoook, kwoook, “kata Fray.

Arsegaf, Noru, Ingram, dan Yuzin saling berpandang-pandangan. Mereka tidak memahami perkataan Fray, namun Fray tetap berbicara seperti sedang menjelaskan sesuatu.

Ingram menyadarinya, “ Ah, mungkin ikan… ya kan, bisa saja ikan. Ikan yang sangat besar!”

Pemikiran Ingram benar adanya, tiba-tiba saja sekor ikan besar melompat ke permukaan air laut. Noru, Ingram, dan Yuzin terbengong-bengong, Fray bersorak sorai gembira, sedangkan Arsegaf siaga menggenggam pisau belatinya. Ternyata ikan besar itu tidak berbahaya, ia hanya ingin menampakkan diri saja. Sesaat kemudian, air laut terlihat bercahaya, makhluk hidup lainnya bergerak bermigrasi.


Penulis




Penulis adalah seseorang yang menulis cerita, kejadian/peristiwa, karangan, opini, dan sebagainya baik fiksi maupun non-fiksi.

Penulis adalah pembuat inspirasi, bukan pencari inspirasi.

Penulis dapat meracuni pembacanya agar mempunyai pemikiran yang sama seperti dirinya.

Penulis adalah penghubung antara pemikirannya dengan pemikiran pembacanya.

Penulis adalah pembuat jendela dunia.

Menjadi penulis memang menyenangkan. Kita bisa mengatakan hal-hal yang tidak bisa dikatakan. Kita juga bisa berbagi ilmu pengetahuan, perasaan, dan mengobati rasa penasaran.

Menulis sesuatu seperti memasuki pikiran diri sendiri. Mencari-cari kata dan kalimat yang sudah dipahami. Dituangkan, lalu dievaluasi, dibaca kembali, dipikirkan “Apakah pembaca akan mengerti maksud dari tulisan ini?”, jika dirasa sudah cukup maka jadilah himpunan tulisan-tulisan.

Lalu dengan tulisan, kita bisa berpikir liar. Menyelami imajinasi, menulis peristiwa yang dirasa belum terjadi di dunia nyata. Mendesain alur cerita, menghidupkan tokoh non-fiksi, dan menentukan jalan hidupnya.

Dari tulisan orang lain, kita belajar menyusun kata per kata. Mengambil hikmah dari cerita, mendapat fakta dari data, dan bersimpati dari berbagi rasa.

Sungguh, menyenangkan menjadi seorang penulis. Tidak perlu menjadi ahli untuk menulis.

Menulislah, tulislah imajinasi liar di luar kenyataan, kita akan menemukan keajaiban.

Wednesday, October 22, 2014

Downton Abbey



Drama bergaya klasik Inggris yang menceritakan kehidupan dan kebudayaan Inggris di masa lalu. Di awali dengan munculnya berita tenggelamnya kapal Titanic. Kemudian konflik yang ada di dalam keluarga dan para pelayan kastil.

Saya belum selesai menonton serial tv ini hingga satu season, namun secara keseluruhan drama yang ditampilkan sangat baik, akting para aktor dan aktrisnya juga baik.

Segala sesuatu yang menyangkut harta, harga diri, nama baik, memang mudah membuat seseorang untuk “menyenggol” orang lain yang berada disebelahnya.

Hingga saat ini hal-hal positif yang dapat diambil adalah sejahat apapun orang lain terhadap kita, jika kita selalu jujur dan berbuat baik kepada sesama, maka akan selalu ada tempat bagi kita untuk hidup.

Kata Anna, salah satu Lady’s maid, “Fight fire with fire”. Balaslah kejahatan orang lain dengan cara yang sama seperti orang itu menjahati kita.

Kalau kata saya, orang biasa yang tak berbakat, “Fight fire with water”. Saya lebih suka mendinginkan konflik, meskipun pihak sebelah selalu menyulut api. Saya lebih suka diam daripada membela diri, apalagi jika orang yang menuduh mengatakan sesuatu sambil marah-marah. 

Dan kalau diperhatikan, hubungan antara saudara kandung atau kakak-adik, akan selalu ada yang lebih ditinggikan dan direndahkan. Bisa jadi memang orang tuanya yang bersikap demikian, atau bisa juga karena anak-anaknya yang berpikir demikian. Begitulah yang terjadi di Downton Abbey. Jika salah satu diantaranya tidak ada yang mengalah, maka konflik tidak akan pernah padam. Dan masalah kecil pun dipersoalkan.

Kalau saya, saya tidak mau memikirkan hal seperti itu, lebih baik berusaha jadi anak yang baik saja.



Jangan LEBAY



Note: Saya bukan pendukung Jokowi atau Prabowo


Hidup ini sebenarnya sederhana. Yang bikin ribet adalah manusia dengan segala pemikirannya. Memang pemikiran hak setiap orang. Dan masing-masing orang bebas memikirkan sesuatu, baik itu sependapat dengan orang lain maupun tidak. Kita juga diperbolehkan mengemukakan pendapat, opini atau sesuatu yang kita pikirkan dengan bebas, namun dibatasi oleh ketentuan yang berlaku.

Dan entah kenapa ditahun ini, utamanya saat pemilihan umum. Orang awam pun tiba-tiba menjadi ahli berpolitik, berkoar-koar mengatakan pendapatnya ini itu dan sebagainya. Ada yang berbicara sesuai fakta dan ada juga yang tidak. Kalau saya perhatikan sih kebanyakan tidak, tidak di tabayyunkan terlebih dahulu. Artinya media A, B, C atau D langsung dipercaya begitu saja.

Kabar burungnya ada konspirasi soal pengangkatan JKW sebagai presiden. Karena menurut beberapa media JKW didukung oleh antek-antek asing, disukai zionis dan lain sebagainya. Kemudian PRBW ditakuti oleh pihak asing dan lolosnya PRBW sebagai calon presiden merupakan hal yang tidak mereka duga. Sadar ga sih, kita tuh kayak dipermainkan? Bukan JKW atau PRBW yang mempermainkan kita. Sama kayak kasus ketegangan antara Indonesia-Malaysia. 

Indonesia itu keren, apalagi rakyatnya. Kalau diibaratkan korek, sekali gesek langsung terbakar. Artinya nafsunya lebih besar dari akalnya. 

Jangan LEBAY jadi pendukung kedua belah pihak. Fanatisme itu bikin suatu negara terpecah belah. Yang namanya orang, kalau udah ga suka sama orang lain, pasti yang dilihat jeleknya doang. Orang itu mau berbuat baik juga akan dianggap salah, pencitraan dan sebagainya. Apakah tugas kita menjudge kebaikan yang dilakukan orang lain? Kalau orang yang berbuat baik itu ternyata ikhlas gimana? Sok tahu banget kita berani bilang kalau orang itu ga ikhlas.

Ada lagi soal Ahok kalau ga salah, yang diributin gara-gara dia berbuat baik. Kalau media memberitakan yang baik ya biarlah. Biasa aja gitu lho, daripada dia korupsi mendingan dia sedekah kan? Ga usah ngejudge dia ga ikhlas. Dia non-muslim berbuat baik yaudah sih biarin aja ribet amat nanggepinnya -__-Pun karena dia non-muslim ga usah lebay juga terlalu memuji. Doakanlah supaya dapet hidayah, daripada berkoar-koar mencela, udah kayak ga ada kerjaan yang lain aja.

Buat pendukung PRBW, Bapak PRBW udah usaha kan ya, semaksimal mungkin? Ya terimalah ketetapan Allah dengan lapang dada, sabar, ikhlas, bukan mencela. BEDAKAN yang namanya KRITIK dan MENCELA. 

Ngakunya sih KADER DAKWAH, AKTIVIS DAKWAH, ngerasa islami banget kan ya, ngerasa deket kan ya sama Allah. Mbok ya Ketetapan Allah masa ga bisa ikhlas atau ga mau belajar buat ikhlas. Kalau mau mendakwahi JKW lakukanlah dengan cara yang benar men. Daripada sibuk ga ikhlas, ga bisa nerima JKW, mending belajar memperbaiki diri, siapkan dakwah terbaik untuk disampaikan kepada umat. Persiapan kalau-kalau JKW melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat. SAMPAIKAN DENGAN CARA YANG BAIK.

Buat pendukung JKW, ga usah LEBAY juga ente. Biasa aja men, JKW bukan Tuhan. Pemimpin itu tanggung jawabnya berat. Yang dipimpin pemimpin bukan dari pendukung JKW saja, tapi pendukung PRBW dan para golputers. Bijaklah dalam membuat peraturan. Bijaklah dalam mengambil keputusan. Berkuasa tidak sama dengan berlaku sewenang-wenang. Kita lihat nanti seperti apa kinerja Bpk JKW sesuai yang dikoar-koarkan ga?

Bapak JKW harus sadar banyak yang tidak menyukai Anda. Anda khilaf, banyak yang akan menegur Anda dengan KERAS. Bapak JKW ngaku sederhana kan pak? Silahkan dibuktikan dengan tidak menghambur-hamburkan uang negara.

Banyak orang yang merendahkan orang yang tidak bisa bahasa Inggris. Termasuk saya, saya tidak bisa bahasa Inggris. Tapi kualifikasi saya dan presiden sangat berbeda. Jadi menurut saya, tidak ada salahnya Bpk JKW belajar bahasa Inggris, tidak ada kata terlambat untuk belajar pak. 

Buat yang ngerasa jago bahasa Inggris, ga usah sombong juga men. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan.

Bapak PRBW, banyak yang salut dengan Anda. Anda berani memperjuangkan yang memang seharusnya diperjuangkan. Anda berwibawa, saya akui itu. Semoga pendukung Anda bisa berwibawa juga seperti Anda.

Pemimpin itu cerminan rakyatnya kan. Rakyatnya aja begini, ga usah protes dong kalau pempimpinnya JKW, ngaca dulu men. Kita pikirkan agar lebih baik kedepannya, tanpa perlu mencela, memfitnah, dan berpikir yang tidak-tidak.

Ini, yang para AKTIVIS DAKWAH, saya amati nih, ada perkembangan ga 5 tahun lagi.

Ngomong-ngomong saya pengamat nih, bukan aktivis. Dan jangan menjudge saya tidak melakukan apa-apa, saya punya misi tersendiri dan tidak perlu saya beberkan disini.

SEKIAN, TULISAN INI SAYA BUAT DENGAN HATI KESAL DAN LELAH MEMBACA CELAAN-CELAAN MANUSIA YANG SOK TAHU BANGET SAMA HIDUP ORANG -___-


Sunday, October 19, 2014

Neutral 1: Arsegaf of Alchfrith



Tiga ratus tahun setelah peperangan, alam kembali menunjukkan keindahannya. Air sungai yang jernih, ikan-ikan di laut, warna-warni pepohonan, dan udara segar, semuanya dapat dinikmati. Dan untuk saat ini, tidak ada yang menandingi keindahan dari Zachery, kawasan tempat tinggal kelima Clan. Keindahan itu terlihat dari hutan, tebing-tebing yang tinggi, dan air laut yang transparan, sehingga dasar laut dengan kedalaman tertentu akan tampak di mata.

Pemandangan yang lebih indah lagi dari kawasan Zachery akan terlihat jika berada pada ketinggian tertentu, seperti di atas tebing. Tidak semua orang berani memanjat tebing atau mengambil jalan yang lebih mudah dengan melewati hutan belantara terlebih dahulu. Faktanya, ketakutan hal-hal itu tidak berlaku bagi Arsegaf Lantanum, seorang pemuda dari Clan Alchfrith. Ia bahkan berdiri tegak di ujung tebing tanpa rasa takut. 

Di sebelah kiri dimana Arsegaf berada, terdapat pelabuhan kapal-kapal layar. Salah satu kapal layar itu berwarna hitam dan sudah mulai mengangkat jangkarnya. Sementara itu, Arsegaf memasang kacamata pelindung yang berada di lehernya untuk mengurangi gangguan terpaan angin yang menerjang bola matanya. Ia merentangkan tangan, menikmati hembusan angin, dan sesekali menghelas nafas. Ia terlihat sedang meyakinkan dirinya untuk menyatu bersama alam. Dirasa sudah cukup, ia kembali memperhatikan kapal layar hitam yang mulai menjauh dari pelabuhan. Kemudian, Arsegaf melebarkan matanya, menghentakan kaki, lalu melompat dari tebing dan membentuk badannya seperti meluncur. Saat kapal layar hitam itu berada dibawahnya, Arsegaf mulai melebarkan kedua kaki dan tangannya, badannya pun mengambang di atas udara dengan seimbang.

Terlihat oleh Arsegaf ada empat orang yang berada di kapal tersebut. Mereka adalah Ingram Bergh dari Alchfrith, Yuzin Coventina dari Cyst, Noru Tivadar dari Dreogan, dan Fray dari Eldride. Keempatnya sedang duduk melingkar, mengelilingi peta Zachery. Nampak Noru sang pemimpin muda sedang menjelaskan sesuatu. Tiba-tiba Fray menyadari keberadaan Arsegaf di udara. Dengan spontan Fray mengeluarkan suara burungnya, “Kwookk.. kwookk”. Ingram, Yuzin, dan Noru pun terpancing melihat ke arah atas.

Noru berdiri dan tertawa, “Heii, hahaha… lagi-lagi kau membuatku terkejut.”

Arsegaf hanya tersenyum sinis. Ia kemudian memposisikan dirinya untuk mendarat di kapal. Digapainya salah satu tali, ditariknya dengan kuat, maka terbentanglah layar kapal yang kedua. Arsegaf pun berhasil menginjakkan kakinya di kapal itu dengan lompatan-lompatan lincahnya.

“Apa yang mengubah pikiranmu dan memutuskan ikut ekspedisi ini bersama kami ?” Tanya Yuzin.

Tanpa melirik Yuzin, Arsegaf berjalan melewatinya untuk masuk ke bagian dalam kapal, “Bosan,” jawab Arsegaf dengan ketus.

Mendengar jawaban seperti itu, Yuzin langsung berwajah cemberut. Ia menyesal telah bertanya dan malah berharap bahwa Arsegaf tidak perlu datang. Berbeda dengan Yuzin, Noru dan Ingram merasa lega atas kedatangan Arsegaf. 

Bermula penemuan tengkorak aneh oleh Clan Alchfrith yang diteliti oleh ilmuan Cyst, menunjukkan bahwa tengkorak itu bukanlah tengkorak manusia biasa maupun Eldride. Ilmuan Cyst berani berspekulasi adanya makhluk spesies baru yang hidup di daerah lain dan belum pernah dijelajahi oleh kelima Clan. Atas dasar inilah, kelima pemimpin Clan memutuskan untuk melakukan ekspedisi. Dipilihlah Noru sebagai pemimpin ekspedisi. Noru juga dipersilahkan untuk memilih anak buahnya sendiri. Orang yang muncul pertama kali dalam pikirannya adalah Arsegaf, keduanya merupakan sahabat baik. Kemudian untuk keperluan teknis dipilihlan Ingram. Karena ekspedisi ini juga memerlukan ilmuan Cyst yang mampu mengkonfirmasi tengkorak aneh itu, maka ditunjuklah Yuzin yang juga merupakan cinta pertama Noru. Dan kemampuan Fray dari Eldride sangat menguntungkan. Ia mengetahui akan terjadinya perubahan cuaca dan dapat mengendalikan hewan-hewan buas. 

Ingram, Yuzin, dan Fray sangat antusias untuk mengikuti ekspedisi, namun Arsegaf berbeda. Ia merasa tidak ada keuntungan yang didapatnya dari ekspedisi tersebut. Hal yang mengubah pemikirannya adalah sebuah buku yang tidak sengaja dia temukan diantara barang-barang milik ayahnya yang sudah meninggal. Buku itu berisi penelitian dan pandangan ayahnya mengenai penyebab pemberontakan Braxton dengan menyerang laboratorium Cyst. Sebab tidak pernah diketahui dengan jelas penyebab Clan Braxton melakukan pemberontakan itu. Semua anggota Clan Braxton kembali dari mengasingkan diri dengan tinggal bersama keempat Clan lainnya, namun para pelaku pemberontakan tidak ikut serta dan hingga saat ini tidak diketahui kabarnya. Disebutkan pula di buku tersebut, bahwa tempat tinggal awal dari kelima Clan bukanlah di kawasan Zachery. Karena penasaran, akhirnya Arsegaf memutuskan mengikuti ekspedisi untuk menjelajah kawasan lain yang tidak pernah dijelajahi oleh kelima Clan.



Saturday, October 18, 2014

NEUTRAL - Introduction



Sudah sejak lama diprediksi akan terjadinya perang besar antar negara di masa depan. Konspirasi dari negara-negara super power pun tidak terelakkan. Pada akhirnya, tahun 2113 meletuslah perang tersebut. Penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan untuk memodifikasi kondisi cuaca di negara-negara tertentu. Tidak terkecuali senjata-senjata nuklir dan biologis. Dampak terhebat adalah rusaknya lingkungan dan kepunahan manusia. Manusia yang selamat mengalami kecacatan genetik yang diturunkan ke beberapa generasi selanjutnya. Teknologi-teknologi canggih musnah tanpa terkecuali. Buku-buku pengetahuan hancur menjadi debu. Umat manusia pun kembali hidup primitif.

Seratus tahun setelah peperangan, jumlah manusia kembali meningkat disertai terbentuknya komunitas dan tidak ada lagi kecacatan genetik, namun moral dan peradaban sangat tidak teratur. Beberapa orang yang paling berpengaruh dikomunitas tersebut pun berusaha membuat aturan baru, yaitu membagi kelompok umat manusia menjadi lima bagian atau Clan. Kelima Clan tersebut adalah Alchfrith, Braxton, Cyst, Dreogan, dan Eldride. Pada awal mula pembentukan Clan, pembagian dilakukan berdasarkan kemampuan masing-masing orang terutama dalam bidang ilmu pengetahuan (kimia dan biologi), teknik (fisika dan matematika), kepemimpinan, dan hukum. Cara ini berlaku selama seratus tahun. Seratus tahun berikutnya, pembagian didasarkan pada kode genetik seseorang. Artinya Clan orang tua akan sama dengan anaknya dan keturunan-keturunan selanjutnya. Karena masing-masing pemimpin Clan menginginkan keturunan murni dari Clannya, maka tidak diperkenankan menikahi seseorang dari Clan yang berbeda. Selain itu, kelima pemimpin Clan tidak hanya memimpin satu Clan saja, melainkan kelima Clan lainnya.

Pembagian dalam lima Clan bertujuan agar masing-masing orang merasa lebih nyaman dengan orang-orang yang mempunyai kepribadian dan keahlian yang sama. Kelima Clan tidak bisa berdiri sendiri, mereka sengaja dibuat saling membutuhkan satu sama lain. Oleh sebab itu terjadi pemisahan ilmu pengetahuan antara fisika, matematika, kimia, dan biologi.

ALCHFRITH CLAN

Simbol: Black Dragon
Pakaian: Berwarna hitam
Keahlian: Fisika (dasar dan terapan), matematika, bela diri, ahli strategi perang
Karakter umum: Berwibawa, tenang, tidak terburu-buru, pendamai

BRAXTON CLAN

Simbol: Red Lion
Pakaian: Berwarna merah
Keahlian: Ahli hukum, aktivis sosial, pandai berbicara, penyamar, penghibur
Karakter umum: Berprinsip kuat, peduli pada sesama, pemberontak (terutama ahli hukum)

CYST CLAN

Simbol: Blue Phoenix
Pakaian: Berwarna biru
Keahlian: Kimia (dasar dan terapan), Biologi (dasar dan terapan)
Karakter umum: Sistematis, logis, perfeksionis, anti-sosial

DREOGAN CLAN

Simbol: Green Hornet
Pakaian: Berwarna hijau
Keahlian: Leadership, entrepreneur, psikologi
Karakter umum: Bijaksana, adil, tidak sombong, rajin menabung

ELDRIDE CLAN

Eldride adalah sekelompok manusia yang tidak biasa. Mereka merupakan kegagalan percobaan yang dilakukan oleh para ilmuan Cyst. Percobaan tersebut dilakukan dengan mengubah kode genetik bayi yang berada dalam janin agar mempunyai karakter-karakter tertentu untuk menghasilkan manusia-manusia berkualitas. Saat percobaan sedang berlangsung, terjadi pemberontakan oleh Braxton. Pengubahan kode genetik pun terganggu dan mengalami beberapa kesalahan. Sekitar 50 bayi yang sudah diubah kode genetiknya lahir dengan bentuk yang tidak biasa. Bayi-bayi tersebut memiliki telinga yang runcing seperti elf dan suara tangisannya seperti suara burung. Sebagian besar ibu dari bayi-bayi itu tidak terima hasil percobaan tersebut dan memutuskan untuk membunuh mereka. Ilmuan Cyst tidak dapat bertanggung jawab karena mereka sudah tewas oleh para Braxton. Atas kebijaksanaan Dreogan, mereka memutuskan untuk merawat bayi-bayi yang masih hidup, dibantu oleh Alchfrith. Tidak berapa lama, ilmuan Cyst yang lainnya ikut membantu dengan menyediakan pemeriksaan kesehatan, sedangkan para Braxton mengasingkan diri dalam waktu yang cukup lama. Para Eldride tidak dapat berbicara seperti manusia, namun mereka dapat memahami maksudnya.




Kwetiau





Saya bukan suka banget sama Kwetiau. Tapi makanan ini yang dapat dijangkau jaraknya karena saya malas berjalan jauh di sore hari. Kwetiau kuah atau goreng sama enaknya. Berhubung saya omnivora, hampir semua makanan terasa enak di lidah bahkan yang terasa pahit sekalipun seperti daun pepaya atau pare.

Saya juga bukan pecinta kuliner. Saya tidak menyukai makan diluar. Makan paling nyaman adalah di rumah atau kosan sambil menonton film.

Namun ada juga makanan yang saya tidak menginginkannya seperti pete dan jengkol. Mungkin karena baunya, jengkol pun saya tidak tahu rasanya seperti apa. Saya tidak berani mencobanya.

Kata Mbah Google, Kwetiau adalah sejenis mi Tionghoa berwarna putih yang terbuat dari beras. 

Sebetulnya abang-abang yang jual Kwetiau juga menjual nasi goreng, capcay, dan mie goreng. Diantara keempat menu capcay adalah menu yang paling rendah kalorinya, disusul dengan Kwetiau. Karena sedang berdiet saya lebih suka membeli Kwetiau. Seharusnya sih beli capcay karena sayur-sayuran dan lebih sehat. Tapi entah kenapa saya jadi kurang semangat memakannya hahaha

Padahal saya suka nasi goreng, rasa-rasanya sudah lama sekali tidak memakannya :(

Abang-abang yang jual Kwetiau sepertinya sampai hapal muka saya karena saya sering beli.
Teman saya, Pege juga menyukai Kwetiau buatan abang-abang ini. 

Meskipun kami sedang berdiet, kadangkala kami kalap juga. Kalau saya, kemarin saja menghabiskan satu bungkus seblak pedas, baru beli langsung habis. Saking saya pengen banget ngemil hahaha.

Friday, October 17, 2014

Bloodyman



             

Sebuah kota kecil bernama Neruza, terletak di dekat perbatasan antar Negara Mirakuru dan Grassberg. Kota Neruza sama seperti kota-kota lainnya dalam menjalani kehidupan, semua tampak normal. Transaksi jual beli di pasar, pembangunan infrastruktur, dan kompetisi politik. Namun kesenjangan sosial terlalu terlihat di kota ini. Ada perumahan khusus untuk bangsawan dan para saudagar kaya, sedangkan pedagang biasa, buruh, dan tukang, hidup kesulitan di pinggiran kota.

Setiap 10 tahun sekali diadakan pemilihan umum untuk memilih walikota. Walikota akan bertugas menjaga ketentraman dan keamanan kota dari semua bidang, serta menjadi wakil dalam berhubungan dengan kota-kota lainnya. Pada tahun ini terdapat dua calon walikota, yaitu Sir Bones dan Sir Bullock.

Sir Bones adalah seorang saudagar kaya. Ia mempunyai beberapa usaha perdagangan. Salah satu usahanya yang berkembang pesat adalah menjadi produsen ikan-ikan langka dari laut. Ikan-ikan tersebut biasa dibeli oleh para bangsawan di Kota Neruza maupun kota lainnya. Beberapa orang pinggiran kota mengenal Sir Bones sebagai orang yang rendah hati, baik, dan ramah. Namun beberapa orang lainnya beranggapan bahwa Sir Bones suka berlaku tidak adil dan ingkar janji. Dalam melakukan perdagangan ia seringkali mengurangi takaran timbangan. Keluarga Sir Bones pun sangat mengikuti perkembangan zaman dan menjadi trendsetter bagi para remaja-remaja di kota lain.

Sir Bullock adalah seorang bangsawan dari kalangan militer. Ibunya mempunyai hubungan keluarga dengan Raja Mirakuru. Prestasi terbesar Sir Bullock adalah menjadi penasehat militer Raja Mirakuru. Namun ia mengundurkan diri dari jabatannya karena ingin menjadi walikota. Tegas, berwibawa, dan ditakuti adalah sifat dari Sir Bullock. Ia tidak segan untuk membunuh orang lain jika diperlukan. Keluarga Sir Bullock adalah keluarga yang dermawan. Tetapi kedermawanan itu hanyalah rekayasa belaka. Mereka berencana ingin menjatuhkan Sir Bones, dengan menampakkan citra positif dirinya kepada masyarakat.

Masyarakat di Kota Neruza menyadari bahwa baik Sir Bones maupun Sir Bullock tidak ada yang pantas menjabat sebagai walikota. Para bangsawan dan saudagar kaya pun tidak peduli, sebab mereka tetap akan selalu memberikan sesuap uang untuk menjalankan semua rencana. Sedangkan orang-orang pinggiran tidak berani berbuat sesuatu, mereka terlalu takut dan merasa tidak berdaya.

Sir Bones dan Sir Bullock berkampanye untuk menarik hati masyarakat, agar menang dalam voting. Mereka melakukan banyak kecurangan dan saling menjatuhkan satu sama lain. Sementara itu ditempat yang jauh dari Kota Neruza, Raja Mirakuru sedang berbincang-bincang dengan seseorang. Ternyata orang itu adalah pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuh Sir Bullock dan Sir Bones. Raja mengetahui bahwa keduanya tidak pantas mendapatkan jabatan sebagai walikota. Namun Raja tidak bisa semena-mena turun langsung ke Kota Neruza untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kompetisi politik sangat kuat dan berimbas ke negara tetangga, Grassberg. Raja ingin menyelesaikannya dengan diam-diam dan membuat seolah-olah pembunuhan itu adalah kecelakaan. Jika Sir Bones dan Sir Bullock sudah mati, Raja akan mengirimkan dua orang bangsawan kaya yang lebih kaya dari semua bangsawan dan saudagar yang ada di Kota Neruza. Kekayaan yang paling tinggi akan mendominasi politik lebih kuat.

Bloodyman, adalah julukan pembunuh bayaran yang disewa oleh raja. Perawakannya tidak menyeramkan. Bentuk badannya bagus dengan tinggi 190 cm. Dia juga berpakaian sangat modis. Dalam menjalankan rencana untuk membunuh Sir Bullock, Bloodyman menyewa orang pinggiran yang sedang membutuhkan uang untuk bekerja sebagai pelayan di kapal pesiar milik Sir Bullock. Besok lusa Sir Bullock akan menyebrangi lautan menuju Negara Cobra untuk memperoleh dukungan. Bloodyman menyamar sebagai tamu undangan di kapal pesiar itu.

Hari pelayaran Sir Bullock pun tiba. Perjalanan menuju Negara Cobra membutuhkan waktu sekitar lima hari. Di malam hari semua orang menghadiri pesta, bersorak sorai gembira. Namun saat larut, Sir Bullock memutuskan untuk istirahat menuju kamarnya. Ia merasa haus karena terlalu banyak memakan cookies. Pelayan pun diperintahnya untuk membawakan minum. Atas perintah Bloodyman, pelayan yang merupakan orang pinggiran itu memasukkan obat tidur ke dalam minuman Sir Bullock, dan ia pun tertidur pulas.

Sunyi dan senyap, saat itulah Bloodyman beraksi. Ia langsung menggorok leher Sir Bullock dengan cepat. Sir Bullock yang tertidur pulas tidak merasakan sakit. Namun dalam waktu yang tidak lama tewaslah Sir Bullock. Bloodyman memotong-motong bagian tubuh lainnya. Bagian dalam perut berupa usus-usus, lambung, dan kotoran lainnya diangkat, kemudian dimasukkan ke dalam plastik hitam. Sedangkan bagian daging dan tulangnya dipotong-potong dengan rapi. Lalu Bloodyman meletakkan daging dan tulang tersebut di dapur.

Keesokan harinya, tanpa curiga, juru masak kapal pesiar memasak daging dan tulang Sir Bullock, kemudian disajikan kepada para tamu undangan. Masakan juru masak tersebut begitu enak, sehingga tidak ada orang yang peduli bahan-bahan apa saja yang digunakan untuk memasak.

Waktu terus berlanjut, untuk membereskan aksinya, maka Bloodyman membunuh orang pinggiran yang menjadi pelayan itu, agar identitas dirinya tidak diketahui selain Raja Mirakuru. Sama seperti Sir Bullock, daging orang pinggiran itu juga disajikan kepada para tamu undangan di kapal pesiar.

Pada awalnya beberapa orang cemas karena sudah tiga hari Sir Bullock tidak muncul untuk mengikuti pesta. Bloodyman yang mempunyai keahlian mencontoh tulisan orang lain, menulis sebuah note kepada jubir Sir Bullock agar tidak mengkhawatirkannya. Sehingga kecemasan orang-orang itu pun hilang. Disisi lain Raja Mirakuru sudah menyewa orang untuk menyamar sebagai Sir Bullock di Negara Cobra. Sang penyamar akan berlaku sebagai Sir Bullock untuk memperoleh dukungan dari Raja Cobra.

Saat kapal pesiar tiba di Negara Cobra, atas manipulasi dari Bloodyman para tamu undangan tidak diperbolehkan turun ke dermaga terlebih dahulu, melainkan harus Sir Bullock-lah yang turun lebih dulu. Hal ini bertujuan untuk menutupi kematian Sir Bullock, sebab Sang penyamar tidak ada di dalam kapal, melainkan di dermaga. Para tamu undangan pun tidak curiga sedikit pun.

Setelah usaha mendapatkan dukungan dari Raja Cobra selesai, penyamar Sir Bullock dan para tamu undangan kembali menaiki kapal pesiar. Namun ternyata diam-diam, Bloodyman memasang bom pada kapal tersebut. Bloodyman menyewa kapal lain untuk kembali ke Kota Neruza. Di tengah laut, Bloodyman meledakkan kapal pesiar Sir Bullock. Rencana ini tidak diketahui sama sekali oleh Sang Penyamar. Sang Penyamar pun ikut tewas dalam kapal pesiar itu bersama para tamu undangan.

Meledaknya kapal pesiar Sir Bullock menjadi berita heboh di Kota Neruza. Orang-orang mulai berspekulasi, termasuk menyalahkan Sir Bones. Mereka beranggapan bahwa Sir Bones-lah yang membunuh Sir Bullock. Sir Bones pun mengadakan konferensi pers untuk mengkonfirmasi tuduhan tersebut. Ternyata konfirmasi yang dilakukannya tidaklah berhasil. Sir Bones mulai tertekan dan frustasi. Tekanan dari media dan masyarakat terlalu kuat untuk dirinya. Atas saran dari keluarganya berkonsultasilah Sir Bones pada seorang psikolog. Psikolog yang didatanginya adalah Bloodyman yang sedang menyamar.

Bloodyman memberikan obat-obat yang membuat Sir Bones sangat kecanduan. Kondisi Sir Bones semakin parah, tubuhnya kurus, dan pikirannya kacau. Bloodyman menyatakan pada keluarga Sir Bones bahwa Sir Bones terlalu depresi sehingga sulit disembuhkan. Kemudian Sir Bones pun meninggal karena overdosis.

Meninggalnya Sir Bullock dan Sir Bones membuat Kota Neruza menjadi kacau balau. Hal ini sesuai dengan rencana Raja Mirakuru. Raja Mirakuru pun segera mengirimkan dua bangsawan kaya untuk memperbaiki dan mendominasi Kota Neruza.

Bloodyman yang berhasil melaksanakan misinya mendapat bayaran yang besar dari Raja Mirakuru. Salah satunya adalah diperbolehkan untuk menikahi anak dari Raja dan selingkuhannya, pelayan istana.


Thursday, October 16, 2014

Menerima Pemeriksaan Tugas Akhir dan Skripsi




Betul saya bukan ahlinya dalam bidang menulis. Betul juga saya belum memahami EYD dengan baik dan benar. Tapi itu tidak mengurangi keinginan saya untuk membantu teman-teman yang lain.

Bagi teman-teman yang sedang membuat tugas akhir atau skripsi dipersilahkan untuk meminta bantuan saya dalam memeriksa tulisan-tulisan yang kalian buat, baik itu susunan kalimat, EYD, atau korelasi antar bagian bab.

Gratis kok! Silahkan kirim melalui e-mail inotsudate@gmail.com

My Problems are...



Ada serpihan-serpihan di masa lalu yang terkenang kuat sehingga tidak bisa dilupakan. Serpihan-serpihan itu tidak hanya berupa kebahagian, ada pula kesedihan.

Inilah yang membuat saya tidak bisa melangkah lebih jauh lagi. Masa lalu yang saya alami adalah akar dari masalah kepribadian saya, yaitu sulit mempercayai orang lain dan tidak percaya diri dalam hal-hal tertentu.

Sisi paling indah dalam hidup saya adalah keyakinan kepada Allah yang kian hari kian bertambah. Cara ini sangat membantu saya dalam menghadapi hidup. Menjadikan saya orang yang lebih bersabar dan tenang.

Ada beberapa orang yang saya ceritakan mengenai masa lalu yang menjadi penyebab masalah kepribadian saya. Namun hanya sekitar enam orang saja yang mengetahui masalah utama. Meskipun demikian, mereka tidak tahu bahwa hal tersebut membuat saya menjadi tidak percaya diri.

Keenam orang itu terdiri dari lima orang perempuan dan satu orang laki-laki. Empat orang perempuan adalah sahabat saya di SMK dan saya yakin mereka sudah lupa. Satu orang perempuan adalah teman SD saya, sedangkan satu orang laki-laki lagi adalah teman yang bahkan saya tidak pernah bertemu dengannya. Hingga saat ini rahasia tersebut aman terkendali. Sehingga saya tidak akan menceritakan persoalan ini pada orang ketujuh, kedelapan dan seterusnya.

Ini bukanlah soal saya dikhianati oleh sahabat atau orang yang pernah saya sukai. Ini adalah sesuatu yang lebih besar dari itu. Dan saya sangat membencinya.

Pun pada akhirnya saya juga menjadi tidak peduli soal perasaan kepada lawan jenis. Ketika saya menulis soal perasaan, tulisan itu ditujukan untuk teman-teman saya yang sedang buta cintanya kepada pasangannya yang belum halal. Saya hanya akan tertarik dengan orang yang memperjuangkan saya karena saya akan memperjuangkannya kembali. Perasaan saya kepada Allah jauh lebih berharga, sehingga saya tidak mau dibuat pusing dengan ada atau tidaknya laki-laki yang menyukai saya.

Saya betul-betul belajar dari kejadian di masa lalu agar kesedihan itu tidak pernah terulang lagi. Imbas jeleknya ke saya, saya menjadi orang yang terlalu over protective. Saya menyayangi sahabat-sahabat saya oleh karena itu saya selalu berusaha mendengarkan, membantu, dan melindungi mereka. Salah satu perlindungan yang saya berikan adalah menyadarkan untuk tidak mudah percaya dengan laki-laki. Entah itu memberikan harapan, janji-janji indah, atau mimpi-mimpi manis.

Mungkin dimata teman-teman saya, saya akan terlihat seperti orang yang berlebihan. Saya pun menjaga diri agar tidak terlalu mencampuri urusan orang lain. Saya tidak ingin ikut terseret masalah yang sejak awal bukan merupakan persoalan saya.

Saya tidak menyukai diri saya yang tidak percaya diri ini.

Saya suka bersosialisasi, namun hal itu menjadi melelahkan bagi saya, sehingga saya selalu membutuhkan waktu untuk menyendiri merenung.

Tinggal jauh dari orang tua membuat saya menghargai orang-orang yang selalu ada untuk saya ketika kesusahan. Dan juga membuat saya memikirkan banyak hal, termasuk rencana-rencana di masa depan.

Peri Hujan



Semilir-semilir angin berhembus, menyapu pepohonan, sawah Pak Tani, dan rumah-rumah penduduk desa. Inilah sebuah desa yang aman tentram dan damai, Desa Buibui. Penduduknya ramah-ramah, suka tersenyum, dan saling menolong satu sama lain. Tidak jauh dari desa, ada sebuah hutan belantara. Hutan itu tidak hanya dihuni oleh Sang Raja Hutan dan kawan-kawannya, tetapi berbagai macam peri pun tinggal disana. Salah satu peri itu adalah Peri Hujan.

Peri Hujan di Desa Buibui biasa dipanggil Teru oleh peri-peri lainnya. Dia mempunyai badan yang kecil, sebesar ibu jari orang dewasa. Sayapnya indah seperti sayap kupu-kupu, berwarna hijau muda. Peri Hujan mempunyai tugas untuk menurunkan hujan ditempat kekeringan. Setiap daerah memiliki Peri Hujannya masing-masing.

Suatu hari, Teru ingin melihat dunia lain selain hutan dan desa-desa di sekitarnya. Ia pun mempersiapkan perbekalan menggunakan tas kecilnya. Beberapa bekal yang dibawanya adalah kismis peri, serbuk sihir, dan air ajaib.

Dengan penuh semangat, Teru mengepakkan sayapnya menuju daerah yang belum pernah ia tuju. Terkadang angin berhembus dengan kencangnya sehingga Teru harus berlindung dibalik pepohonan. Jika lapar ia akan memakan kismis peri. Satu kismis peri dapat membuatnya kenyang selama tiga hari.

Di tengah perjalanan, Teru melihat seorang wanita tua renta yang kesusahan. Wanita tua itu kebingungan mencari air karena sumurnya mengering. Bahkan sudah berhari hari ia tidak makan dan minum. Rasa kasihan membuat Teru ingin menolong wanita tua itu. Peri tidak dapat terlihat oleh manusia biasa, oleh sebab itu Teru menggunakan serbuk sihir agar wanita itu dapat melihatnya.

“Hwaaa…” wanita tua itu berteriak.

Teru juga kaget mendengar teriakan yang cukup keras itu. Namun ia segera menghilangkan kepanikannya. “Nek, tenang nek… aku tidak bermaksud jahat, aku ingin membantumu. Aku adalah seorang peri, namaku Teru,” kata Teru berusaha menenangkan sang nenek.

“Oh, peri?? Apakah peri memang nyata?” sang nenek terheran-heran.

Teru pun tersenyum, “Tentu saja nek… sekarang ceritakanlah masalah nenek. Aku akan membantu sebisaku.”

“Oh… Nenek sangat haus dan lapar. Nenek juga tidak mampu berjalan jauh untuk menjual hasil-hasil panen yang dititipkan oleh penduduk desa ke kota. Karena itu nenek sangat miskin, tidak punya uang,” kata sang nenek sambil bersedih.

“Malangnya… Apakah nenek tidak punya keluarga?,” Tanya Teru.

Nenek kembali memasang wajah muramnya, “Nenek punya seorang anak laki-laki. Tapi dia meninggalkan nenek setelah menikah dengan seorang wanita. Wanita itu adalah gurbenur di kota tempat nenek berjualan. Sudah lama sekali anak laki-laki nenek tidak pernah menemui nenek.”

“Hmm… Apa yang menyebabkan anak laki-laki nenek tidak pernah pulang?” Tanya Teru, penasaran.

“Wanita yang dinikahinya bukanlah wanita baik-baik. Dia suka sekali membuang sampah sembarangan dan tidak melarang penduduk kota untuk membuang sampah ke sungai. Dia juga melarang anak nenek untuk menemui nenek karena nenek dianggap memalukan,” jawab sang nenek.

Teru sungguh bersedih hati mendengar penduduk kota dan gurbenurnya suka membuang sampah sembarangan. Ia pun memberikan sang nenek beberapa butir kismis peri dan air ajaib agar sumurnya tidak mengering. Nenek pun sangat senang dan berterima kasih kepada Teru.

Dengan segera, Teru mencari Peri Hujan yang bertugas di kota itu. Dalam waktu yang tidak lama, Teru menemukannya. Nama Peri Hujan itu adalah Biribiri. Biribiri ternyata sedang sekarat. Gurbernur menyewa penyihir jahat untuk membunuh Biribiri. Biribiri pernah menurunkan hujan lebat hingga membuat kota banjir untuk menyadarkan bahwa membuang sampah sembarangan bukanlah hal yang baik.

Teru sangat marah kepada gurbernur. Dengan geram ia menemui gurbernur untuk memarahinya. Sebelumnya ia sudah menggunakan serbuk sihir untuk melindunginya dari penyihir jahat. Gurbernur tidak memperdulikan Teru. Ia malah mengusir Teru agar tidak pernah kembali ke kotanya.

Teru masih terus bersabar meskipun selalu diusir gurbernur setiap ia menasehatinya. Namun kelakukan gurbernur dan penduduk kota tidak dapat ditolerir lagi. Akhirnya Teru meminta bantuan Peri Laut, namanya Ruby. Teru meminta agar Ruby membuat bencana tsunami atau ombak yang sangat besar dari laut untuk menyapu habis kota itu. Ruby memenuhi permintaan Teru karena ia juga tidak menyukai sikap gurbernur.

Sebagai persiapan Teru mengungsikan nenek tua yang ditolongnya dan penduduk desa yang dekat dengan kota itu ke tempat yang aman. Setelah itu Ruby membuat tsunami dengan ombak yang sangat besar sekali, dan ditambah hujan lebat buatan Teru. Ombak tersebut menyapu perlahan-lahan ke daerah kota. Gurbenur dan para penduduknya sangat panik. Mereka lari kesana kemari berusaha mencari tempat yang tinggi.

Beberapa hari kemudian, air laut yang ada di kota mulai surut. Gurbenur dan penduduk kota kembali menuju rumah masing-masing. Namun rumah mereka dipenuhi oleh sampah-sampah yang mereka buang selama bertahun-tahun ke sungai. Karena tidak punya tempat tinggal lain, dengan terpaksa mereka membersihkan rumah dan seluruh kota dari sampah-sampah. Gurbernur dan penduduknya pun menyesali perbuatan mereka. Ternyata sampah-sampah yang selama ini dibuang membuat lingkungan menjadi sangat kotor sekali, kumuh, dan tidak enak untuk dilihat.

Teru dan Ruby pun senang gurbernur dan penduduk kota sudah menyadari kesalahannya. Tidak lupa nenek tua juga sudah mampu berjalan jauh untuk berjualan dari desanya ke kota. Merasa tugasnya sudah selesai, Teru pun kembali ke rumahnya, disebuah pohon, di hutan belantara Desa Buibui.

Wednesday, October 15, 2014

My Dreams




Ketika saya kecil, saya iri dengan teman-teman sepermainan. Mereka adalah tetangga terdekat dari rumah kami. Mereka punya banyak sekali buku. Ada buku dongeng, komik, bahkan novel yang diangkat menjadi film Putri Huan Zhu. Film Putri Huan Zhu sangat populer pada masa itu. Keluarga kami pun antusias mengikutinya.

Suatu saat, saya merengek kepada bapak. Saya ingin sekali dibelikan buku. Rasa-rasanya saya tidak punya sama sekali buku dongeng atau cerita rakyat saat itu. Saya menangis, memaksa bapak untuk membelikannya. Karena mungkin tidak tega, bapak rela menyempatkan diri, dengan uang seadanya untuk membeli buku di Toko Gunung Agung BSD. Buku itu berupa cerita rakyat yang berasal dari Yogyakarta. Saya pun merasa senang sekali. Kemudian dengan buku seadanya, saya dan teman-teman sepermainan membuka perpustakaan kecil-kecilan. Kami menyewakan buku-buku tersebut. Uang yang terkumpul kami gunakan untuk jajan.

Jika mengingat masa itu, maka saya sangat bersedih. Bapak begitu baik, memaksakan diri untuk menyenangkan hati anaknya. Padahal saya sendiri sampai sekarang tidak pernah memberikan sesuatu yang berharga. Saya pun bukan seperti anak-anak berprestasi lainnya, yang mengikuti berbagai macam lomba atau olimpiade sains. Saya juga tidak pernah mendapatkan beasiswa. Hingga saat ini saya belum bisa membahagiakan orang tua. Maka dari itu tekad saya adalah membahagiakan kedua orang tua di akhirat dengan berusaha menjadi perempuan yang baik, menaati perintah Allah, rasul-Nya, suami saya, dan tentu saja orang tua. Dengan harapan hal tersebut menjadi bukti yang saya berikan kepada Allah, bahwa bapak dan ibu berhasil mendidik saya.

Saya tidak menyalahkan bapak karena saya tidak punya banyak buku ketika saya kecil. Namun, dari pengalaman tersebut saya mempunyai ambisi, yaitu membuat perpustakaan untuk anak-anak saya nanti. Saya ingin menanamkan jiwa membaca, rasa penasaran, cara berimajinasi, dan belajar berpikir. Dimulailah saya mencicil untuk membeli buku anak-anak. 

Buku anak-anak ternyata mahal sekali harganya. Saya memanfaatkan diskon buku di Gramedia untuk membelinya. Harga asli buku dongeng dengan hardcover, dan kertas full colour adalah tidak kurang dari IDR 100.000. Beruntungnya saya bisa membelinya dengan harga IDR 25.000 saja. Meskipun ada sedikit cacat, saya pikir itu tidak menjadi masalah besar.

Selain perpustakaan, impian berikutnya adalah sebuah rumah berlokasi di Bogor yang saya desain sendiri. Rumah tersebut dilengkapi dengan kitchen set, musholla, dan gudang. Ketiga hal tersebut tidak ada di rumah yang kami tinggali saat ini. Pun saya ingin membuat ibu senang, jika beliau ingin tinggal rumah saya. Tidak lupa, kulkas dua pintu adalah alat rumah tangga yang harus dibeli. Mungkin akan memerlukan ruangan yang cukup besar jika ingin membuat ruang perpustakaan sendiri. Maka dari itu buku-buku akan saya letakkan di ruang keluarga saja.

Desain rumah harus memperhatikan kenyamanan dan keselamatan anak-anak. Misalnya saja pemasangan stop kontak tidak diletakkan pada bagian bawah dinding. Hal lain yang perlu di antisipasi adalah anak-anak terkadang sangat ingin mencorat-coret dinding rumah. Pun saya harus menyediakan kertas putih besar yang ditempatkan pada posisi tertentu, agar anak-anak tetap bisa berkreasi. Papan tulis juga dapat dijadikan sebagai alternatif.

Naik Haji adalah impian yang selanjutnya. Setiap muslim pasti ingin merasakan sakralnya tanah suci. Berkunjung ke rumah Allah, makam Rasulullah saw, makam Nabi Ibrahim, dan tempat bersejarah lainnya yang bernilai ibadah. Ingin sekali membuka tabungan haji sejak dini. Namun setelah dipikir-pikir akan lebih nyaman jika melakukannya bersama suami, sehingga berangkat haji pun bisa bersama-sama.

Sangat banyak tabungan-tabungan yang harus dipersiapkan. Salah satunya untuk anak-anak sekolah. Hal ini dikarenakan biaya sekolah pasti akan semakin mahal. Sayangnya saat ini, masih sulit bagi saya untuk memulai menabung biaya sekolah anak-anak.

Terlepas dari mimpi-mimpi yang kita rencanakan di masa depan, tetaplah kematian adalah proses menuju “tempat kembali” dan akan menjadi akhir kita hidup di dunia. Jadikan hidup kita sebagai persiapan untuk menuju proses tersebut.