Sungguh, tidak menyenangkan melihat saudara sendiri memakan bangkai saudaranya. Dari kejadian itu, saya menyimpulkan, bahwa membicarakan orang lain adalah hal yang menyebalkan. Dan mungkin terkadang secara tidak sadar melakukannya, tapi bisa juga dilakukan saat kita amat sangat sadar.
Kita tahu, ghibah tidak diperbolehkan. Pertanyaannya “Apa yang membuat kita sering melakukannya?”
Pertanyaan ini pun untuk mengoreksi diri saya sendiri. Sebab kebanyakan perempuan terlena saat membicarakan aib orang lain.
Seringkali, saya pribadi sulit membedakan antara menceritakan diri sendiri yang menyangkut orang lain atau menceritakan aib orang lain atau lagi bercerita dalam rangka menemukan solusi.
Kita juga seringkali menganggap remeh aib-aib orang dari persoalan kecil dan menganggap besar aib-aib dari persoalan besar. Contohnya menurut saya, kita terbiasa membicarakan kejelekan pejabat pemerintah, hanya berbicara saja, dan terus bablas. Kemudian beberapa orang akan terpengaruh ikut membicarakan aib pejabat. Setelah itu sang provokator utama merasa dirinya sebagai pembawa perubahan, padahal dia hanya terus-terusan membeberkan aib orang lain. Beberapa berita hoax pun pernah disebarkan, meskipun dengan lapang dada dia meralat berita tersebut. Kenapa tidak membicarakan hal lain selain membicarakan aib? Kenapa tidak memberi solusi? Yang dapat menyelesaikan masalah, saya pikir bukan hanya kubu anda saja, fraksi A, fraksi B dan lain sebagainya. Kenapa tidak saling tolong menolong? Karena kebanyakan orang dibutakan oleh “merasa dirinya/kelompoknya/fraksinya lebih baik” dan “fanatisme atau kebencian terhadap orang yang tidak menjadi bagian dari kelompoknya”.
Contoh aib dari persoalan besar, misalnya hamil diluar nikah. Zaman dulu hal ini sangat memalukan. Tapi saat ini, zina adalah hal biasa. Bersyukurnya tinggal di daerah timur. Di daerah barat zina sudah seperti “teman hidup”.
Yah, itu tadi, saya merasa tidak senang melihat seseorang membicarakan orang lain. Ini koreksi buat saya, agar lebih berhati-hati dalam berbicara. Saya mau nangis, saking marahnya saya. Saya kesal.
Setelah pemilu, tiada hari tanpa membicarakan aib orang lain.
Untuk itu saya ucapkan selamat, utamanya kepada para aktivis dakwah, Selamat Hari Aib Sedunia… hidangan bangkai saudara Anda sudah tersedia di meja, silahkan dinikmati bersama…

No comments:
Post a Comment