Ada
serpihan-serpihan di masa lalu yang terkenang kuat sehingga tidak bisa
dilupakan. Serpihan-serpihan itu tidak hanya berupa kebahagian, ada pula
kesedihan.
Inilah
yang membuat saya tidak bisa melangkah lebih jauh lagi. Masa lalu yang saya
alami adalah akar dari masalah kepribadian saya, yaitu sulit mempercayai orang
lain dan tidak percaya diri dalam hal-hal tertentu.
Sisi
paling indah dalam hidup saya adalah keyakinan kepada Allah yang kian hari kian
bertambah. Cara ini sangat membantu saya dalam menghadapi hidup. Menjadikan
saya orang yang lebih bersabar dan tenang.
Ada
beberapa orang yang saya ceritakan mengenai masa lalu yang menjadi penyebab
masalah kepribadian saya. Namun hanya sekitar enam orang saja yang mengetahui
masalah utama. Meskipun demikian, mereka tidak tahu bahwa hal tersebut membuat
saya menjadi tidak percaya diri.
Keenam
orang itu terdiri dari lima orang perempuan dan satu orang laki-laki. Empat
orang perempuan adalah sahabat saya di SMK dan saya yakin mereka sudah lupa. Satu
orang perempuan adalah teman SD saya, sedangkan satu orang laki-laki lagi
adalah teman yang bahkan saya tidak pernah bertemu dengannya. Hingga saat ini
rahasia tersebut aman terkendali. Sehingga saya tidak akan menceritakan
persoalan ini pada orang ketujuh, kedelapan dan seterusnya.
Ini
bukanlah soal saya dikhianati oleh sahabat atau orang yang pernah saya sukai.
Ini adalah sesuatu yang lebih besar dari itu. Dan saya sangat membencinya.
Pun
pada akhirnya saya juga menjadi tidak peduli soal perasaan kepada lawan jenis. Ketika
saya menulis soal perasaan, tulisan itu ditujukan untuk teman-teman saya yang
sedang buta cintanya kepada pasangannya yang belum halal. Saya hanya akan
tertarik dengan orang yang memperjuangkan saya karena saya akan
memperjuangkannya kembali. Perasaan saya kepada Allah jauh lebih berharga,
sehingga saya tidak mau dibuat pusing dengan ada atau tidaknya laki-laki yang
menyukai saya.
Saya
betul-betul belajar dari kejadian di masa lalu agar kesedihan itu tidak pernah
terulang lagi. Imbas jeleknya ke saya, saya menjadi orang yang terlalu over
protective. Saya menyayangi sahabat-sahabat saya oleh karena itu saya selalu
berusaha mendengarkan, membantu, dan melindungi mereka. Salah satu perlindungan
yang saya berikan adalah menyadarkan untuk tidak mudah percaya dengan
laki-laki. Entah itu memberikan harapan, janji-janji indah, atau mimpi-mimpi
manis.
Mungkin
dimata teman-teman saya, saya akan terlihat seperti orang yang berlebihan. Saya
pun menjaga diri agar tidak terlalu mencampuri urusan orang lain. Saya tidak
ingin ikut terseret masalah yang sejak awal bukan merupakan persoalan saya.
Saya
tidak menyukai diri saya yang tidak percaya diri ini.
Saya
suka bersosialisasi, namun hal itu menjadi melelahkan bagi saya, sehingga saya
selalu membutuhkan waktu untuk menyendiri merenung.
Tinggal
jauh dari orang tua membuat saya menghargai orang-orang yang selalu ada untuk
saya ketika kesusahan. Dan juga membuat saya memikirkan banyak hal, termasuk
rencana-rencana di masa depan.

betul inot lebih baik mempertahankan orang yang memperjuangkan kita daripada orang yang mau enaknya sendiri "Habis manis sepah dibuang", muncul cuma pas dia butuh doang, kagak butuh mah hilang entah kemana -_-
ReplyDeleteJadi lu ikutan curhat? hahaha
ReplyDeleteyeeeeaaah beneran ikutan curhat hahaaahahaa
ReplyDelete