Thursday, October 16, 2014

My Problems are...



Ada serpihan-serpihan di masa lalu yang terkenang kuat sehingga tidak bisa dilupakan. Serpihan-serpihan itu tidak hanya berupa kebahagian, ada pula kesedihan.

Inilah yang membuat saya tidak bisa melangkah lebih jauh lagi. Masa lalu yang saya alami adalah akar dari masalah kepribadian saya, yaitu sulit mempercayai orang lain dan tidak percaya diri dalam hal-hal tertentu.

Sisi paling indah dalam hidup saya adalah keyakinan kepada Allah yang kian hari kian bertambah. Cara ini sangat membantu saya dalam menghadapi hidup. Menjadikan saya orang yang lebih bersabar dan tenang.

Ada beberapa orang yang saya ceritakan mengenai masa lalu yang menjadi penyebab masalah kepribadian saya. Namun hanya sekitar enam orang saja yang mengetahui masalah utama. Meskipun demikian, mereka tidak tahu bahwa hal tersebut membuat saya menjadi tidak percaya diri.

Keenam orang itu terdiri dari lima orang perempuan dan satu orang laki-laki. Empat orang perempuan adalah sahabat saya di SMK dan saya yakin mereka sudah lupa. Satu orang perempuan adalah teman SD saya, sedangkan satu orang laki-laki lagi adalah teman yang bahkan saya tidak pernah bertemu dengannya. Hingga saat ini rahasia tersebut aman terkendali. Sehingga saya tidak akan menceritakan persoalan ini pada orang ketujuh, kedelapan dan seterusnya.

Ini bukanlah soal saya dikhianati oleh sahabat atau orang yang pernah saya sukai. Ini adalah sesuatu yang lebih besar dari itu. Dan saya sangat membencinya.

Pun pada akhirnya saya juga menjadi tidak peduli soal perasaan kepada lawan jenis. Ketika saya menulis soal perasaan, tulisan itu ditujukan untuk teman-teman saya yang sedang buta cintanya kepada pasangannya yang belum halal. Saya hanya akan tertarik dengan orang yang memperjuangkan saya karena saya akan memperjuangkannya kembali. Perasaan saya kepada Allah jauh lebih berharga, sehingga saya tidak mau dibuat pusing dengan ada atau tidaknya laki-laki yang menyukai saya.

Saya betul-betul belajar dari kejadian di masa lalu agar kesedihan itu tidak pernah terulang lagi. Imbas jeleknya ke saya, saya menjadi orang yang terlalu over protective. Saya menyayangi sahabat-sahabat saya oleh karena itu saya selalu berusaha mendengarkan, membantu, dan melindungi mereka. Salah satu perlindungan yang saya berikan adalah menyadarkan untuk tidak mudah percaya dengan laki-laki. Entah itu memberikan harapan, janji-janji indah, atau mimpi-mimpi manis.

Mungkin dimata teman-teman saya, saya akan terlihat seperti orang yang berlebihan. Saya pun menjaga diri agar tidak terlalu mencampuri urusan orang lain. Saya tidak ingin ikut terseret masalah yang sejak awal bukan merupakan persoalan saya.

Saya tidak menyukai diri saya yang tidak percaya diri ini.

Saya suka bersosialisasi, namun hal itu menjadi melelahkan bagi saya, sehingga saya selalu membutuhkan waktu untuk menyendiri merenung.

Tinggal jauh dari orang tua membuat saya menghargai orang-orang yang selalu ada untuk saya ketika kesusahan. Dan juga membuat saya memikirkan banyak hal, termasuk rencana-rencana di masa depan.

3 comments:

  1. betul inot lebih baik mempertahankan orang yang memperjuangkan kita daripada orang yang mau enaknya sendiri "Habis manis sepah dibuang", muncul cuma pas dia butuh doang, kagak butuh mah hilang entah kemana -_-

    ReplyDelete
  2. yeeeeaaah beneran ikutan curhat hahaaahahaa

    ReplyDelete