Monday, November 10, 2014

Tuhan dan Kepercayaan

Kesesatan dan pemikiran liar, kedua hal ini nampaknya akan menghiasi isi tulisan ini. Sungguh, berhati-hatilah. Nasihat yang baik, silahkan diutarakan dengan baik pula jika ingin menegur saya.

Dunia ini tidak tetiba hadir begitu saja. Proses pembentukan dunia telah menjadi perdebatan, utamanya dikalangan para ilmuan. Teori dasar terbentuknya dunia juga dijelaskan dalam mitologi, seperti mitologi Yunani.

Ilmu pengetahuan yang dibersamai dengan teknologi aplikatif banyak mengubah konsep ilmu sains terdahulu. Teori pembentukan dunia saat ini pun dapat berubah untuk sekian ratus tahun kemudian.

Pembentukan dunia, sejenak dalam benak akan terlintas “Apakah dunia ini muncul begitu saja?” atau “Siapakah pencipta dunia ini?”

Pertanyaan “Siapa” mengacu pada Tuhan, yang dianggap menciptakan segalanya.

Kemudian, hal ini menjadi kompleks apabila kita terlalu memikirkannya. Teori semacam ini saja dapat mengubah pandangan manusia terhadap kepercayaannya kepada Tuhan.

Disebut-sebutlah ada orang yang beragama, yang mempercayai Tuhan, dan orang yang tidak mempercayai Tuhan.

Kebanyakan orang yang tidak mempercayai Tuhan menganggap bahwa sains adalah pembuktian terbaik terhadap segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. 

Namun, kami sebagai umat Islam, pemikiran liar seperti ini sangat dibatasi, bahkan kita tidak diperbolehkan untuk memikirkannya semena-mena, menurut kehendak diri.

Dosen saya, Bapak Noviar Dja’var, M.Sc mengatakan pada saya bahwa kunci dalam memahami sanis adalah Alquran. Pun apabila kita sudah memahami Alquran dengan baik maka ilmu pengetahuan akan nampak transparan. Dari penuturan beliau dapat disimpulkan sebetulnya Alquran adalah sains yang paling tinggi.

Bukti ayat-ayat Alquran yang sudah diketahui oleh manusia di alam tidaklah banyak. Keterbatasan manusia atau kemampuannya tidak akan pernah sebanding untuk menandingi sains Alquran secara mutlak benar.

Permasalahannya adalah banyak yang tidak menyadari bahwa Alquran bukanlah hanya kertas-kertas yang bertuliskan firman-firman Tuhan, saya yakin makna yang terkandungnya jauh lebih dalam dari yang kita ketahui saat ini.

Renungkan dalam hati, sesungguhnya kita ini mengenal Tuhan atau tidak.

Belajar lagi, membaca lagi, berguru lagi.

Allahu a'lam

No comments:

Post a Comment