Jualan dipandang sebelah mata ? Itu sudah biasa. Yang demikian itu sebab sebagian orang merasa terganggu dengan masifnya iklan yang tiada habisnya mengalir di timeline media sosial, katanya begitu, tapi tidak semua orang, namanya juga sebagian hahaha. Mungkin ihwal ini yang juga menjadi perhatian Facebook, yaitu melindungi kenyamanan pengguna dengan memberikan aturan penggunaan Fan Page sebagai wadah promosi bisnis.
Sejatinya yang dipandang negatif bukan jualannya tetapi cara berjualannya. Kalau diperhatikan, maka orang-orang paling akan amat sangat menghindar jika diprospek oleh manusia berlabel MLM. Katanya, oknum MLM, tidak open minded kalau tidak berjualan produk X dengan sistem MLM, hahaha. Gangguan seperti ini biasanya dari penggabungan akun pribadi dan bisnis. Tidak banyak yang mau mengikuti Fan Page khusus jualan, sehingga para seller perlu juga untuk membagikan postnya agar dilihat oleh banyak orang. Tapi sepertinya masalah ini adalah masa lalu, toh orang yang merasa annoying dengan iklan-iklan itu, sekarang ikut berjualan juga, hohoho.
Terlepas dari itu semua, kenapa harus berjualan? Sebenarnya tidak harus, hanya salah satu cara untuk menjemput rezeki saja, bagian dari mencari nafkah. Bukan karena gila uang, sebenarnya tidak ada yang bilang jualan itu gila uang, ini supaya nyambung sama judul saja, hahaha. Tiada yang hina pula menjemput rezeki dengan berjualan, toh kebanyakan yang berjualan ini malah bukan kaum proletar, yang dianggap oknum kapitalis sebagai kaum hina.
Saya pribadi menilai jualan itu bukan hanya soal perputaran uang, melainkan banyak hal seperti kreatifitas, sisi seni, dan menulis, oh, dan bahkan sosial! Pengalaman saya berjualan dimulai dari jualan pulsa. Tantangannya adalah banyak yang berhutang hahaha. Saya yang kurang suka terlalu sering berinteraksi dengan manusia ini, mau tidak mau harus belajar menagih. Selain itu, jualan akan membuat kita memperhatikan permintaan pasar serta kondisi ekonomi sosial target pasar yang bersangkutan, sehingga kita bisa bijak dalam menetapkan harga jual. Sedangkan, dalam sisi tulis menulis, ada teknik-teknik tertentu yang perlu dipakai agar menarik banyak minat pembeli. Salah satu yang saya baca adalah tidak menggunakan kata "buy", melainkan "try", sebab kata "buy" terkesan offensive atau seperti memaksa pembeli. Untuk sisi seni, menyangkut fotografi atau desain grafis, model promosi yang amat disukai saat ini.
Ada beberapa orang yang bertanya, kamera apa yang saya gunakan untuk postingan @liberal_booktown ? Yang jelas bukan kamera mahal, hanya memanfaatkan kamera handphone, matahari pagi, dan software Photoshop. Bukan saya jago photoshop, saya hanya mengubah brightness dan contrast gambar saja, sebabnya saya menggunakan sinar matahari pagi, agar mudah diedit, sehingga pencahayaannya seimbang untuk semua sisi.
Banyak sekali yang harus dipelajari, yang masih belum bisa saya lakukan adalah soal manajemen, pencatatan dan sebagainya, rasanya malas sekali untuk melakukan itu semua. Tapi pebisnis yang baik akan merapikan persoalan administrasi agar mudah diketahui segala macam keluar masuknya biaya.
Yah, semangat belajar lagi, jangan malas!

No comments:
Post a Comment