Ciiaat ciiiaattt...
Ulama kalau nulis diawali dengan basmalah, ini diawali dengan "ciaat ciaat", hahaha
Saya sangat jarang sekali dandan dari dulu kalau untuk kegiatan sehari-hari. Waktu kuliah saja pakai kerudung bergo, saking ga sempetnya buat pakai kerudung segi empat. Katanya saya kurang gaul dan kalau pakai baju tidak matching.
Teman-teman lainnya, yang sudah bekerja ternyata dandan, minimal bb cream dan lipstik. Saya masih kusam dan polos-polos saja. Karena saat itu saya pikir, memang belum saatnya. Tidak dandan bukan berarti tidak merawat diri lho. Saya tetap membersihkan wajah, menggunakan masker dan sebagainya, namun tidak menggunakan kosmetik-kosmetik berwarna hahaha
Nah, persoalan dandan atau tidak ini membuat saya tertawa, hahaha
Katanya para istri suka kebalik ya, keluar rumah dandan, apalagi kalau kondangan, dandane polll...!!!, begitu kata orang jawa. Tapi dirumah wajah kusam, tak pupuran (bedakan), bibir pucat, baju daster, dengan parfum bawang, hahahaha.
Tapi, kalau istri dandan, suami malah tanya, "Mau kemana?" hahaha, mungkin ini yang membuat malas para istri buat dandan, padahal kalau dipuji tanpa tanya "Mau kemana?", istri lebih semangat karena suaminya tahu bahwa istri dandan untuk menyejukkan pandangan suaminya.
Ibu saya juga begitu, kalau pakai baju rapih dan dandan, saya refleks, "Mau kemana bu??", salah saya juga ternyata hahahaha
Kalau tanya-tanya sama teman yang sudah menikah, laki-laki memang beda selera. Ada yang tidak suka istrinya dandan yang penting rapih, ada juga yang dandanannya lengkap, eyeliner, blush on, bedak, mascara, dll, tapi ada juga laki-laki yang suka dandanan natural.
Masya Allah, banyak kejadian dalam rumah tangga yang membuat saya tertawa hahahahaha
Padahal semuanya normal, sering terjadi, hahaha
No comments:
Post a Comment