Wednesday, July 29, 2015

Nenek Horor

Karena dikosan yang lama sudah tidak nyaman dan "diusir" pula, saya pun mencari kosan baru sambil berharap tidak lagi melihat orang berpacaran berpelukan didalam kamar.

Dikosan baru alhamdulillah, meskipun kamarnya kecil, udaranya nyaman. Langit-langitnya cukup pendek, sehingga saya dapat mengganti lampu yang rusak dengan berdiri diatas bantal dan guling yang ditumpuk. Aa si pemilik kosan beserta istrinya yang cantik jelita juga ramah, dan baik pula. Saya suka dikasih makanan dan buah-buahan. Suatu nikmat yang tak terhingga bagi anak kosan, hehehe

Ibunda Aa yang sakit nampaknya sudah sehat, dan tidur kembali dikamarnya yang lama. Berhubung Ibunda sudah tua, terkadang muncul sifat kekanak-kanakkannya. Awalnya saya biasa aja, tapi lama-lama jadi serem juga hahahaha.

Jadi, Ibunda takut dengan gelap, dan takut sendirian kalau dibawah tidak ada orang. Kebetulan kamar saya dilantai atas. Suatu saat, dibawah memang tidak ada anak kosan, Aa dan istrinya juga belum pulang. Waktu saya lagi solat magrib, Ibunda mengetuk pintu sebentar lalu membuka jendela kamar saya secara paksa, dia ingin ditemani dibawah sambil menonton tv. Dan saat itu dilantai atas juga tidak ada orang lain selain saya.

Lama kelamaan, setiap hari Ibunda naik ke lantai atas dan membangunkan saya solat subuh dengan membuka jendela saya, sambil berkata,"Neng, subuh neng... neng subuh neng...". Saya paham niatnya sungguh baik. Tapi saya jadi risih juga karena setiap subuh dia membuka jendela dengan paksa, tanpa mengetuk pintu, dan melihat kondisi kamar saya yang berantakan hahaha.

Hingga suatu hari, sebelum dia berhasil membuka jendela, saya ngumpet dibalik lemari, untung badan saya kecil meskipun gendut hahaha. Dia kebingungan kok saya ga ada dikamar.

Akhirnya saya mencari cara supaya jendela kamar tidak bisa lagi dibuka dari luar. Saya ikat jendela nako itu dengan beberapa tali sekuat mungkin. Di hari berikutnya, dia kesusahan untuk membukan jendela. Namun, saya tidak berani mengambil resiko jika itu gagal, sehingga saya tetap bersembunyi dibalik lemari.

Saya jadi mikir juga. Orang tua kita yang semakin tua sifatnya akan menjadi kekanak-kanakkan, atau mungkin pikun, dan sebagainya. Harus pandai-pandai merawat mereka, seperti dulu mereka benar-benar merawat kita.. hmmm...


No comments:

Post a Comment