Melanjutkan tulisan dari The Wedding Guide - 1, berikut ini saya akan berbagi pengalaman mengenai persiapan lebih lanjut sebelum proses akad nikah berlangsung.
Sekiranya perlu diputuskan terlebih dahulu, apakah akan menikah dirumah atau menyewa gedung. Tentunya dari kedua pilihan tersebut terdapat kekurangan dan kelebihan. Misalnya saja, jika menikah dirumah harganya tentu akan lebih murah karena tidak perlu uang sewa. Namun perlu izin kepada tetangga disekitar rumah sebab mungkin saja halaman rumah kurang luas. Umumnya kita juga perlu menyewa tenda dan kursi. Kekurangannya, jika menikah dirumah 'seperti' tidak ada batas waktu akhir resepsi, sehingga mungkin tamu dapat datang sesuka hati meskipun sudah lewat dari waktu yang ditentukan.
Menikah di gedung memang terlihat lebih mahal, namun kita tidak perlu membereskan rumah, serta lebih berakhir tepat waktu sehingga dapat menyiapkan stamina untuk malam pertama. *eeeaaa
Jika memutuskan untuk menikah di gedung segeralah putuskan tanggal pernikahan. Semakin cepat memutuskan, maka semakin cepat pula gedung dapat di booking. Pastinya tidak hanya satu orang saja yang menyewa gedung tersebut. Ini adalah hal paling pertama yang ketika itu kami lakukan. Sisanya untuk dekorasi dan cathering akan menyusul mengikuti.
Beberapa orang mungkin mempunyai masalah berbeda. Misalnya saja menginginkan dekor dari penata rias tertentu, namun cathering atau gedung yang diinginkan tidak bersedia ditanggal tersebut. Intinya semua perlu dikoordinasikan.
Pada kasus saya penata rias sudah sepaket dengan dekorasi, mungkin ada juga yang tidak demikian. Pilihlah penata rias yang tidak kaku dan memiliki banyak pilihan busana. Agar kita dapat mengakali berpakaian syar'i. Penata rias saat ini saya kira sudah memahami trend hijab dan mempunyai kemampuan akan hal itu. Sehingga riasan pun dapat dikondisikan sesuai dengan keinginan kita.
Acara resepsi yang terpisah antara ikhwan dan akhwat tidak selalu disetujui oleh orang tua. Kemungkinan karena alasan praktis. Saya hanya mengingatkan untuk tidak berdebat dengan mereka dan berbicaralah dengan baik jika ada perbedaan pendapat.
Selain itu, sebaiknya calon pengantin pria dan wanita tidak disandingkan bersama sebelum ijab qabul terucap. Saya kira ini merupakan satu hal yang paling mudah untuk diakali.
Kemudian setelah akad biasanya terdapat acara adat. Tapi, saya pribadi memilih untuk tidak mengikutinya, sebab menurut saya itu tidak terlalu penting *hehehe
Biaya terbesar akan dihabiskan oleh cathering. Oleh sebab itu hitunglah jumlah orang yang akan diundang. Pikirkan dengan baik siapa saja yang akan diundang. Saya hanya memberi saran, sebaiknya diusahakan hidangan tidak habis ketika tamu masih berdatangan. Memuliakan tamu adalah tujuannya. Dengan perhitungan yang cermat tentang jumlah undangan, kemungkinan hidangan habis saat tamu masih berdatangan dapat diminimalisir. Inilah salah satu penyebab saya tidak bisa mengundang semua orang yang saya kenal pada saat itu. Tapi, beberapa orang mungkin akan berbeda pendapat dalam persoalan ini.
Selain itu kita dapat mengakali agar hidangan tidak cepat habis. Biasanya selain menu prasmanan, terdapat gubukan/stand makanan. Pilihlah hidangan sedikit berat untuk mengisi gubukan/stand makanan tersebut seperti siomay, sate padang+lotong, kambing guling+lontong, zuppa soup dan lain-lain. Dengan memilih makanan yang cenderung sedikit berat, tentunya para tamu undangan tidak mampu menampung banyak makanan, sehingga makanan tidak cepat habis *hahahah
Bagian yang paling saya tidak sukai adalah sesi pemotretan. Saya bukan orang yang suka difoto, begitu pula dengan Abi. Saat kami disetting untuk melakukan gaya tertentu, terutama yang memerlukan sentuhan, saya tak kuasa untuk beristigfar *hahahaha. Fotografernya sampai keheranan dan meyakinkan bahwa kami sudah halal. Berbeda sekali rasanya disentuh oleh seorang laki-laki. Terlebih lagi, laki-laki yang kita sukai. Deg-deg-an dan bingung yang saya rasakan saat itu. Apalagi saat berpegangan tangan dilihat oleh orang banyak.
Jadi waktu nikah saya suka sama Abi? Jawabannya iya, menurut saya beliau ganteng *hahahaha
Kurang lebihnya itulah yang dapat saya sampaikan. Mengenai hal-hal kecil seperti seserahan saya kira bisa dikondisikan masing-masing. Berikutnya saya akan berbagi cerita tentang siang dan malam pertama.
No comments:
Post a Comment