Tuesday, January 13, 2015

Please...

Beberapa hari ini saya berpikir, jadi pemimpin ternyata tidak mudah. Apalagi tipe orang kayak saya gini.
Ketika saya punya ide, hal yang pertama kali saya lakukan adalah menyimpannya baik-baik. Lalu jika tiba waktunya, saya akan mengutarakan ide itu kepada seseorang, hanya satu orang.

Jika saya pikir ide itu tidak akan diterima, maka saya bocorkan ide itu ke anggota kelompok yang lain. Dan pada akhirnya meskipun yang lain setuju, saya tetap mengalah untuk menyerahkan prosedur ide itu kepada orang lain, sebab orang yang pertama kali saya beritahu ide itu terlihat malas dengan ide saya dan tidak menyukainya. Jadi saya bilang "TERSERAH".

Kode untuk orang yang tidak peka, kalau saya banyak mengucapkan kata "TERSERAH" tandanya saya udah males banget ngurusin itu.
Saya males ribut orangnya, tapi ga tahu kenapa, ada aja orang yang ga sadar kalau dia suka nyari ribut.
Meskipun saya santai orangnya. Namun beberapa kali, seseorang harus diberi ketegasan, agar dia tidak melulu asal bermain-main dengan kita. Adakalanya bercanda, adakalanya serius.

Saya mencamkan baik-baik perkataan Salim A. Fillah dalam bukunya Dalam Dekapan Ukhuwah. Pada intinya ukhuwah atau hubungan baik lebih penting dari sekedar ego.
Tapi masalahnya ga semua orang mikir gitu kan. Meskipun kita berusaha mengamalkan Al Fushilat 34, terkadang kita ngebatin. Oh, mungkin ini tandanya ga ikhlas.

Perlulah kita menenangkan diri, bersikap tidak terlalu pragmatis, meskipun kadang memang perlu, agar ucapan yang ada dipikiran kita tidak serta merta keluar dari mulut, kemudian menyakiti orang lain.

Seringkali kalau ada ide, saya kerjakan sendiri -__-
Karena hampir ga ada orang yang setuju sama ide saya, mungkin ide saya aneh.

Oh, God please, satu atau dua orang setidaknya ada yang mengerti ide saya.

No comments:

Post a Comment