Saturday, January 10, 2015

Menjahit Hati

Tak terhitung berapa kali hati ini terluka, sobek, menahan kegundahan.
Bukan karena orang lain berlaku atau berkata tentang sesuatu yang menyakitkan. Tapi, lebih kepada menyalahkan diri sendiri yang tidak mampu mengelola hati.
Teori-teori kebaikan yang dijadikan  aplikatif oleh Allah melalui Muhammad saw, itu sulit.

Kenapa ya kita tidak bisa seperti beliau?

Mungkin bercak-bercak hitam dihati penyebabnya.
Sumbernya pikiran negatif, mata dan anggota badan lainnya mengikuti.
Kadangkala kita pun tak bisa menepis ini kelemahan manusia, naik turunnya iman.
Sungguh baik jika saat lemah iman, semena-mena kita tersadar kemudian bangkit kembali.

Kami membutuhkanMu, Allah.
Untuk meneguhkan hati, menguatkan iman.
Tak terkecuali hal sia-sia dan kemaksiatan yang melelahkan jiwa raga.
Menurunkan semangat ibadah dan menuntut ilmu.
Membuat kami sulit mempositifkan diri, tidak mampu menerima takdirMu.

Terkadang, sentilan-sentilan kecil  diabaikan. Hingga suatu saat, kami menyesal. Sungguh menyesal.

Sebelum menjahit hati, kami pun perlu meluruskan benang-benang aqidah, fiqih dan lainnya, yang nampak kusut karena perbedaan yang tak terhargai.

Oh, sungguh, bantu kami untuk menjahit hati ini dengan pengampunan dan kasih sayangMu.

No comments:

Post a Comment