Bismillahirrahmanirrahim,
Begitu ya? lebih baik diawali dengan basmalah.
Seringkali Allah mengingatkan bahwa memang hanya Dia-lah tempat berharap dan bergantung. Hanya saja kita lebih banyak lupa daripada ingatnya. Pun tidak sedikit manusia yang perlu rasa sakit untuk menyadari hal tersebut.
Saya tidak lebih baik dari siapapun, bahkan saya ini sangat bau. Bau itu berasal dari dosa-dosa yang telah saya perbuat. Sebab tulisan ini saya buat agar diri ini tetap ingat akan pelajaran dari Allah.
Dari judul sudah dapat ditebak isi dari tulisan ini. Sudah banyak pula tulisan-tulisan yang berulang kali menulis persoalan ini. Tiada habisnya, silih tahun berganti masalah ini seperti "abadi", maksudnya akan selalu ada dari generasi ke generasi.
Saya belajar betul, bahwa orang pacaran tidak bisa begitu saja ketika dinasehati langsung berhenti untuk tidak pacaran. Mungkin, rasa-rasanya dunia sudah milik berdua, sehingga lupa dengan yang ketiga, keempat dan seterusnya.
Setiap akhwat yang curhat ke ikhwan, ataupun sebaliknya, hampir pasti selalu timbul masalah. Entah itu friendzoned, brother-sister zoned, hubungan tanpa status, dan lain sebagainya. Sebagian besar kejadian seperti ini diakhiri dengan banjirnya air mata. Hingga, sakitnya baru menyadarkan bahwa dulu telah salah langkah, seharusnya tidak memulai adegan curhat-curhatan itu.
Kalau ada orang yang cerita kasus pacaran hingga melakukan seks bebas, saya pasti bingung, kok bisa melakukan demikian? Diluar negeri saja para wanita bahagia sekali jika haid setiap bulannya, kenapa? karena itu menandakan mereka tidak hamil, dan seks bebas terus berlanjut.
Ini hal yang paling saya benci dari pacaran. Hampir semua seks bebas diawali dari pacaran, jarang sekali di Indonesia ini orang yang tidak pacaran melakukan seks bebas, kecuali orang-orang yang menjatuhkan dirinya ke dalam kebiadapan prostitusi. Teganya menghabiskan ratusan juta hanya untuk sekian jam, padahal masih ada anak yatim dan kaum duafa yang membutuhkan uluran tangan.
Ikhwan-akhwat yang saling curhat dalam waktu sekian lama akan saling merasa ketergantungan. Sulit rasanya ketika ada masalah yang tidak diceritakan. Sulit pula rasanya untuk mengakhiri, nantinya seperti tidak ada teman bicara untuk saling berbagi dan menasehati. Saya sudah mencoba menjalani hidup tanpa curhat dengan ikhwan dan ternyata hidup saya baik-baik saja, bahkan saya lebih berbahagia.
Pun lebih baik seorang wanita lebih banyak berteman dengan wanita pula. Percaya atau tidak wanita seperti itu akan cenderung terlihat lebih menarik dibandingkan dengan wanita yang banyak bermain dengan laki-laki. Sebab itu adalah salah satu pertanda wanita yang menjaga kehormatan dirinya.
Untuk yang sudah pacaran, hts-an silahkan dilanjutkan, hingga kalian akhirnya sadar bahwa itu adalah kesalahan. Namun silahkan dicatat baik-baik, jika kalian tidak merasakan penyesalan, bersedihlah, mungkin saja engkau tidak termasuk orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapat hidayah.
Allahu a'lam
No comments:
Post a Comment